Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU PAI - Coggle Diagram
PENGEMBANGAN
PROFESIONALISME GURU PAI
A. Model Pengembangan Profesionalitas Guru PAI
Pengembangan profesionalitas guru
dilakukan berdasarkan kebutuhan institusi, kelompok guru, maupun individu guru sendiri
Menurut Danim
(Sukaningtyas, 2005) dari perspektif institusi, pengembangan profesionalitas guru dimaksudkan untuk merangsang, memelihara, dan meningkatkan kualitas staf dalam memecahkan masalah-masalah keorganisasian.
Sanusi et.al (1991) mengajukan enam
asumsi yang melandasi perlunya profesionalisasi dalam pendidikan
Subjek pendidikan adalah manusia yang memiliki kemauan, pengetahuan, emosi, dan perasaan, yang dapat dikembangkan segala potensinya
Pendidikan dilakukan secara intensional
Teori-teori pendidikan merupakan kerangka hipotesis dalam menjawab permasalahan pendidikan.
Pendidikan bertolak dari asumsi pokok tentang manusia
Inti pendidikan terjadi dalam prosesnya
Sering terjadinya dilema antara tujuan utama pendidikan
Menurut M. Surya: model pengembangan profesionalitas tiga pilar utama karakter
Excellence (keunggulan),
Passion for Profesionalisme, yaitu kemauan kuat GPAI yang secara intrinsik menjiwai keseluruhan pola-pola profesionalitas
Ethical atau etika yang terwujud dalam watak yang sekaligus sebagai fondasi utama bagi terwujudnya profesionalitas paripurna
B. Strategi Pengembangan Profesionalitas Guru PAI
In-house training (IHT),
Program magang
Kemitraan sekolah
Belajar jarak jauh
Pelatihan berjenjang dan pelatihan khusus
Kursus singkat di perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya
Pembinaan internal oleh sekolah
Pendidikan lanjut
Diskusi masalah-masalah pendidikan
Seminar, Pelatihan, Workshop, Penelitian, Menulis buku bahan ajar, membuat media, Membuat karya teknologi
C. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru di Kemenag RI
Pengembangan kompetensi bagi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, dan berkelanjutan
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru diperuntukkan (pasal 4):
Guru PNS, Guru Agama PNS, Guru PNS Kemenag yang diselenggarakan Masyarakat, Guru Bukan PNS.
Prinsip Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru:
komprehensif, mandiri, terukur, terjangkau, multipendekatan dan inklusif
Komponen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru
Pengembangan diri
Publikasi ilmiah
Karya inovatif meliputi: penyusunan standar, pedoman pembelajaran, dan instrumen penilaian, pembuatan media dan sumber belajar; dan pengembangan atau penemuan teknologi tepat guna.
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru diselenggarakan melalui:
tahapan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, dan pelaporan. Perencanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi: persyaratan peserta; asesmen guru; analisis kebutuhan pengembangan profesi; rencana pengembangan profesi; dan pengembangan bahan dan pedoman Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru