Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
EVIDENCE BASED MEDICINE TERAPI - Coggle Diagram
EVIDENCE BASED MEDICINE TERAPI
Menilai Validitas,Important dan Applicable
Important
Experimental event rate (EER): Kejadian pitting edema pada test group
Relative risk reduction (RRR): Berapa persen obat yang dimakan menunjukkan kegagalan therapy
Control event rate (CER): Kejadian pitting edema pada reference group
Number need to treat (NNT): jumlah orang yang harus dirawat selama suatu periode untuk mencapai suatu hasil (pengobatan)
Absolute risk reduction (ARR): perbedaan kegagalan aktual antara (S) Amlodipin dan Conventional Amlodipin
Applicable
Apakah tersedia obat,keahlian,fasilitas dan biaya yang diperlukan?
Apakah pasien dan keluarga dapat menerima pemberian obat/ pengobatan atas dasar nilai nilai sosial, budaya, dan agama?
Apakah karakteristik pasien kita mirip dengan pasien penelitian?
Validitas
Apakah pasien dan peneliti tidak mengetahui perlakuan yang diberikan?
Selain obat atau pengobatan yang diberikan, apakah kelompok kelompok tersebut mendapat perlakuan yang sama?
Apakah karakteristik kedua kelompok sebanding sebelum dilakukan intervensi?
Apakah semua pasien yang ikut dalam uji klinis diikutsertakan dalam analisis akhir? Dan apakah mereka dianalisis dalam kelompok awal saat randomisasi?
Apakah peserta penelitian dirandomisasi? Dan apakah tabel randomisasi disembunyikan?
Efek Samping Obat Calcium Channel Bloker
Edema Pergelangan Kaki
Palpitasi
Sakit Kepala (Hampir Dua Kali Lipat Yang Ditemukan Pada Kontrol)
Mual
Patofisiologi Edema Tungkai
Laju filtrasi atau reabsorpsi ditentukan oleh koefisien filtrasi dan tekanan filtrasi efektif
Tekanan filtrasi sangat tinggi di tungkai.
Sekitar 20 L/hari terfiltrasi melalui semua kapiler di tubuh (kecuali ginjal), 90% direabsorpsi. Sisa 2 L/hari mencapai kompartemen darah melalui pembuluh limfe
Jika jumlah yang terfiltrasi melebihi jumlah volume yang direabsorpsi ditambah aliran keluar limfe, terjadilah edema
Pori fungsional di endotel kapiler memungkinkan cairan plasma bebas protein tersaring ke dalam ruang interstisium
Aspek Farmakologi S Amlodipine
Mekanisme Kerja
Mekanisme kerja amlodipine menyangkut dilatasi dari arteri yang mengidap kejang arteri coroner
Efek Samping
Mual
Pusing
Merasa lelah
Edema Tungkai
Farmakodinamik
Amlodipine merupakan golongan penghambat kanal kalsium generasi kedua dari kelas 1,4 dihidropiridin (DHP). DHP bekerja dengan mengikat zat yang dibentuk dari residu asam amino dari kanal kalsium bermuatan di sel otot polos dan jantung.
Farmakokinetik
Distribusi
Absorpsi
Metabolisme
Ekskresi
Standar Terapi Hipertensi Dan Terapi kombinasi
Non-Farmakologi
Turunkan Berat Badan
Hindari Alkohol
Kurangi Konsumsi Garam
Aktivitas Fisik
Diet sehat
Obat Antihipertensi
Angiotensin Receptor Blocker (ARB)
beta bloker
Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI)
calcium canal bloker (CCB)
Thiazid diuretic
Terapi Kombinasi
Ca antagonis efektif dikombinasikan dengan ARB, tiazid diuretic atau ACEI
Randomized Controlled Trial dan Double Blind
Randomized Controlled Trials (RCT) adalah golden standard (baku emas) untuk penelitian eksperimental guna pembuktian kausal (causation).
Karena unit eksperimennya adalah manusia, maka pada uji klinik harus tersamar ganda (RCT double blind). Double blind, artinya baik subyek penelitian maupun peneliti harus tidak tahu (ignorance) terhadap perlakukan / intervensi yang diberikan.
Tahapan Uji Klinis
Uji klinis fase II
melihat apakah efek terapeutik obat baik keampuhannya (efficacy) atau kemanjurannya (effectiveness) disamping juga keamanannya (safety)
Uji klinis fase III
untuk memastikan bahwa suatu obat-baru benar-benar efektif dengan membandingkan dengan obat standar
Uji klinis fase I
menentukan besarnya dosis tunggal yang dapat diterima yang tidak menimbulkan efek samping serius
Uji klinis fase IV
menentukan pola penggunaan obat di masyarakat serta pola efektifitas dan keamanannya pada penggunaan yang sebenarnya.
Uji pra-klinis
Untuk mendapat informasi tentang farmakologi (farmakokinetik dan farmakodinamik) dan toksikologi obat
Triple Therapy Hipertensi
Kombinasi ACEi atau ARB + CCB + Diuretic
Kombinasi ACEi atau ARB + CCB+ Diuretic + Spironolacton
Kombinasi ACEi atau ARB + CCB
Menilai
Safety
Melihat Tahapan-tahapan atau fase pada uji klinis
Hazard Ratio
menunjukkan perbandingan hasil dari penelitian klinis
Efikasi
melihat apakah obat yang diberikan dengan cara tertentu yang dijelaskan dalam penelitian tersebut mampu mepengaruhi hasil yang diinginkan
Rict Ratio
rasio (perbandingan) antara persentase kejadian ya pada kelompok terpapar (exposed) dengan persentase kejadian ya pada kelompok kontrol
RR= a/(a+b) dibagi c/(c+d)
Number Need to Treat
menggambarkan berapa jumlah pasien yang dibutuhkan untuk mendapat satu outcome tambahan
NNT= 1/AR
ZULFIKAR PULUNGAN-1908260062