Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
VIRUS DAN BAKTERI - Coggle Diagram
VIRUS DAN BAKTERI
Hanya virus tak berselubung yang masih tetap infektif setelah melewati cairan lambung dan empedu. Virus-virus tersebut ada yang hanya menimbulkan penyakit atau kelainan disekitarnya seperti : rotavirus, Norwalk agent, Hawaii agent, paratovirus, dan sebagainya. ada pula yang kemudian menyebar ke tempat lain seperti : virus hepatitis dan virus immunodefisiensi manusia. Pada kasus infeksi rotavirus, gejala yang timbul akibat adanya kerusakan sel-sel vili. Kerusakan tersebut terjadi karena defisiensi enzim-enzim yang penting seperti disakarida & gangguan absorpsi garam dan air.
Penyakit yang ditimbulkannya dapat bersifat setempat seperti pada virus influenza, parainfluenza, virus rubella dan coronavirus ataupun penyakit/gejala di tempat lain seperti variola, virus varisela, bahkan ada yang bersifat tumorigenic seperti virus papilloma. Pada kasus influenza, virus yang masuk terlebih dahulu harus berhadapan dengan IgA yang mampu menetralisirnya dan glikoprotein yang mampu menghambat perlekatan virus pada reseptornya
Tahap siklus litik
- ADSORBSI : virus melekat pada permukaan reseptor spesifik bakteri yang ada dimembran sel.
- PENETRASI : virus menginjeksikan materi genetiknya, bisa DNA atau RNA pada bakteriofag (bakteri yang terserang virus).
- SINTESIS DAN REPLIKASI : DNA virus mengambil alih mesin sel inang untuk melakukan sintesis virus lainnya, dan agar virus bereplikasi protein virus harus disintesis dengan mesin penyintesis sel inang.
- PERAKITAN : setelah disintesis, perakitan virus menjadi virion.
- PELEPASAN : virus baru sudah terbentuk dan bersiap keluar dengan cara menghancurkan sel inang sehingga sel inang lisis atau mati.
- ADSORPSI : virus melekat pada bakteri.
- PENETRASI : virus menginjeksikan materi genetiknya, DNA atau RNA.
- PENGGABUNGAN : DNA bakteri dan DNA virus bergabung menjadi profag
- REPLIKASI ASAM NUKLEAT : terbentuklah sel bakteri yang baru, yang mana sel bakteri menyalin bentuk sebelumnya yang sudah terinfeks
- Bentuk tubuh bulat dimiliki oleh virus-virus penyebab penyakit AIDS, ebola, dan influenza.
- Bentuk tubuh oval dimiliki oleh virus penyebab penyakit rabies.
- Bentuk tubuh batang dimiliki oleh virus TMV (Tobaccao Mosaic Virus).
- Bentuk tubuh polihidris dimiliki oleh virus Adenovirus penyebab demam.
- Bentuk tubuh huruf T pada bacteriophage, virus menyerang bakteri E. coli.
- Jenis asam nukleat DNA, beruntai tunggal atau berutai ganda.
- Ukuran dan morfologi, termasuk jenis simetri, jumlah kapsomer dan ada atau
tidaknya selaput.
- Kerentanan terhadap pengaruh fisik dan kimia, terutama eter.
- Adanya enzim khusus, terutama polimerase DNA yang berhubungan dengan
replikasi genom dan neuraminidase yang diperlukan untuk pelepasan patikel-
partikel virus tertentu (influenza) dari sel tempat virus dibentuk.
- Sifat-sifat imunologik.
- Metode penularan alami.
- Inang, jaringan dan tropisme sel.
- Sifat patologik virus terhadap sel atau jaringan hospes
- Gejala klinik yang ditimbulkan virus terhadap hospes
- PENYAKIT AKIBAT INFEKSI VIRUS
- HIV
- SARS
- Ebola
- Meningitis
- Monkeypox
- Proses masuk dan replikasi primer.
Agar terjadi infeksi pada pejamu, virus pertama kali harus menempel dan masuk ke salah satu sel di permukaan tubuh kulit, saluran pernapasan, saluran urogenital, atau konjungtiva. —> Penyebaran virus dan tropisme sel —> Kerusakan sel dan penyakit klinis. —> Pemulihan dari infeksi,
Pejamu dapat meninggal atau sembuh dari infeksi virus. Mekanisme pemulihan mencakup baik respons imun alami maupun adaptif. —> Pelepasan virus
Tahap akhir dalam patogenesis adalah pelepasan virus yang infeksius ke lingkungan. Ini merupakan tahap penting untuk menjaga infeksi virus berada dalam populasi pejamu.
- PERBEDAAN VIRUS DAN BAKTERI
- Virus berukuran sangat kecil, yaitu 20-300 nm sehingga untuk melihat virus tidak dapat dipakai mikroskop biasa, tetapi harus dengan mikroskop elektron (ME). Sedangkan bakteri berukuran antara 200-200 nm sehingga bisa dilihat dengan mikroskop biasa.
- Virus hanya bisa hidup dalam sel atau jaringan hidup dan hidupnya selalu intraseluler (di dalam sel), sedangkan bakteri dapat hidup dalam sel hidup maupun sel mati dan bisa intraseluler maupun ekstraseluler.
- Virus tidak mengandung enzim untuk pertukaran zat (metabolisme), sedangkan bakteri mengandung enzim untuk pertukaran zat.