Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
PENURUNAN KESADARAN ec ASIDOSIS METABOLIK - Coggle Diagram
PENURUNAN KESADARAN ec ASIDOSIS METABOLIK
patofisiologi penurunan kesadaran
Penurunan kesadaran adalah kondisi saat kesadaran menurun sebagai akibat berbagai macam gangguan atau penyakit. Gangguan tersebut akhirnya mengacaukan fungsi reticular activating system secara langsung maupun tidak langsung yang menyebabkan orang tersebut tidak sadar.
diagnosa banding penurunan kesadaran
gangguan metabolik
locked in syndrome pada infark brainstem
cedera kepala
persistence vegetative state
stroke
definisi asidosis metabolik
Kondisi ini terjadi ketika produksi asam di tubuh terlalu berlebihan atau saat ginjal tidak mampu mengeluarkan asam dari dalam tubuh.
etiologi asidosis metabolik
-tubuh tidak mampu membuang kelebihan asam
-terjadi pengeluaran basa dari dalam tubuh secara berlebihan
asidosis laktat (Penyalahgunaan alkohol, gagal jantung, kejang, gagal hati, kekurangan oksigen, rendahnya kadar gula darah, dan terlalu berat berolahraga dapat menyebabkan tubuh melepaskan asam laktat secara berlebihan.)
ketoasidosis diabetik (Kadar gula darah yang tidak terkontrol pada seseorang dengan diabetes dapat membuat tubuhnya bereaksi memproduksi keton. Keton bersifat asam. Bila produksinya cukup banyak, maka dapat terjadi asidosis)
faktor risiko
Pola makan tinggi lemak yang rendah karbohidrat
Gagal ginjal
Obesitas
Dehidrasi
Keracunan aspirin atau metanol
Diabetes
manifestasi klinis asidosis metabolik
Gejala yang dialami seorang dengan asidosis metabolik dapat bervariasi, dari ringan hingga berat seperti:
Mual muntah
Mudah lelah
Napas cepat
Lemas
Penurunan kesadaran
Koma
Kematian
klasifikasi gangguan asam basa
Gejala asidosis metabolik cukup beragam. Beberapa penderita kondisi ini umumnya memiliki napas yang beraroma buah. Gejala tersebut merupakan tanda ketoasidosis diabetik atau asidosis metabolik yang terjadi pada pasien diabetes.
Gejala umum alkalosis respiratorik adalah bernapas terlalu cepat atau terlalu dalam. Kondisi tersebut dikenal dengan hiperventilasi.
Asidosis respiratorik dapat terjadi secara tiba-tiba (akut) atau dalam jangka panjang (kronis). Umumnya asidosis respiratorik kronis tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun pada beberapa kasus, penderita dapat mengalami hilang ingatan, gangguan tidur, dan perubahan kepribadian.
Penderita alkalosis metabolik umumnya mengalami hipoventilasi, yaitu kondisi ketika penderita bernapas terlalu lambat atau terlalu dangkal. Kondisi ini menyebabkan kadar oksigen dalam darah terlalu sedikit. Sebaliknya, kadar karbondioksida dalam tubuh meningkat.
faktor yang mempengaruhi asam basa
Keseimbangan asam basa dipengaruhi oleh fungsi paru-paru. Manusia bernapas menghirup oksigen dan membuangnya dalam bentuk karbondioksida (CO2). CO2 adalah zat yang bersifat asam, sehingga jumlah CO2 yang keluar akan memengaruhi keseimbangan pH darah, sehingga dapat menimbulkan asidosis atau alkalosis.
CMD asidosis metabolik
pada pemeriksaan akan dijumpai napas cepat dan dangkal, kebingungan, kelelahan, sakit kepala, penurunan nafsu makan, jaundice, denyut jantung meningkat, nafas berbau.
pemeriksaan penunjang
mengevaluasi fungsi ginjal dan keseimbangan pH, kadar kalsium, protein, gula darah, serta elektrolit tubuh.
Rontgen dada dan tes fungsi paru dilakukan untuk mendiagnosis asidosis pernapasan.
Analisis gas darah untuk mengidentifikasi kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah serta kadar pH dalam darah.
tatalaksana asidosis metabolik
Pada kasus asidosis metabolik, penanganan bisa bermacam-macam. Asidosis hiperkloremik, asidosis renalis, dan asidosis laktat biasanya diatasi dengan pemberian natrium bikarbonat untuk menyeimbangkan asam. Sementara itu, terapi asidosis yang dipicu diabetes difokuskan pada pemberian cairan infus dan insulin.
komplikasi dan prognosis
Jika tidak diobati, asidosis berpotensi menyebabkan komplikasi berupa:
Gagal ginjal
Osteoporosis
Gangguan otot
Gangguan sistem endokrin
Batu ginjal
Keterlambatan dalam pertumbuhan
Asidosis Metabolik Akut paling sering terjadi selama rawat inap, dan penyakit kritis akut. Hal ini sering dikaitkan dengan prognosis yang buruk, dengan tingkat kematian setinggi 57% jika pH tetap tidak diobati pada 7,20.
pencegahan
enjalani pengobatan dan kontrol secara teratur jika memiliki penyakit yang dapat menyebabkan asidosis, seperti diabetes, asma, dan PPOK
Tidak merokok
Tidak minum minuman beralkohol
Menjaga berat badan ideal
Minum air putih yang cukup
Mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter