Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
JOURNAL READING; Vitamin D deficiency in critically ill COVID-19 ARDS…
JOURNAL READING; Vitamin D deficiency in critically ill COVID-19 ARDS patients
1. Langkah Melakukan Penelitian
a) mengidentifikasi, memilih dan merumuskan masalah
b) penyusunan kerangka pemikiran (atar belakang masalah, identifikasi masalah dan batasan masalah)
c) perumusan hipotesis
d)Menetapkan variabel
e) Memilih alat pengumpulan data
f) Menyusun rancangan penelitian
g) Menentukan sampel (menentukan jenis teknik sampling)
h) Menyimpulkan dan menyajikan data
i) Mengolah dan menganalisis data
j) Menginterpretasikan hasil analisis dan mengambil kesimpulan
k) Menyusun laporan ilmiah dengan mengikuti kaidah yang ada
l) Mengemukakan implikasi (manfaat dan saran)
2. Jenis-Jenis Variabel
pengertian
Sugiyono (2008: 38), variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya
Dinamakan variabel penelitian dikarenakan adanya variasinya. Variabel penelitian ditentukan oleh landasan teoritisnya dan kejelasannya ditegaskan oleh hipotesis penelitian.
jenis-jenis:
Variabel dependen (variabel terikat)
Variabel bebas (Independent Variabel)
Variabel intervening
Variabel Moderator
Variabel kontrol (variabel kendali)
3. Penelitian Eksperimental & Non-Eksperimental
Desain Penelitian Eksperimental (Intervention)
a. Desain penelitian pra-eksperimental
mencari hubungan sebab-akibat hanya dengan cara melibatkan satu kelompok subjek, sehingga tidak ada kelompok kontrol
3 jenis desain pra-eksperimental:
a) One-shot case study
b) One group pretest-posttes design
c) Static Group Comparison
b. Desain eksperimental semu (Quasi-Experimental Design)
bertujuan untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi.
menggunakan seluruh subjek untuk diberi perlakuan dan bukan menggunakan subjek yang diambil secara acak.
eksperimen tidak memungkinkan untuk mengontrol atau memanipulasikan semua variabel yang relevan.
c. Desain eksperimental sungguhan (true-experiment)
subjek penelitian terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang ditentukan secara acak
3 jenis desain eksperimental:
a) Post-tes dengan pemilihan kelompok secara acak dan kelompok kontrol (The randomized posttest only control group design)
b) Pra dan post tes dengan pemilihan kelompok secara acak (The randomized pretest-posttest contol group design)
c) Desain Solomon (The randomized Solomon four group design)
Desain Penelitian Non Eksperimental (Observation)
a. Desain Penelitian Deskriptif
3 jenis desain Penelitian Deskriptif:
a) Desain penelitian studi kasus (case-study)
rancangan penelitian mencakup pengkajian satu unit penelitian secara intensif, misalnya satu pasien, keluarga, kelompok, komunitas, atau institusi
Karakteristik: subjek yang diteliti sedikit tetapi aspek yang diteliti banyak
b) Desain penelitian survei
Karakteristik: bahwa subjek yang diteliti banyak sedangkan aspek yang diteliti terbatas.
untuk menyediakan informasi yang berhubungan dengan prevalensi, distribusi dan hubungan antar variabel
c) Desain penelitian case-series
studi epidemiologi deskriptif tentang serangkaian kasus, yang berguna untuk mendeskripsikan spektrum penyakit, manifestasi klinis, perjalanan klinis, dan prognosis kasus. (kasus follow up rumah sakit)
Tujuan untuk mendiskripsikan atau menggambarkan fakta-fakta mengenai populasi
b. Desain Penelitian Analitik
Tujuan: mencari hubungan antar variabel. membandingkan faktor resiko terkena penyakit pada kelompok yang terpapar dan kelompok yang tidak terpapar faktor resiko
3 jenis desain Penelitian Analitik:
a) Desain penelitian korelasional
untuk menganalisis koefisien korelasi antar variabel. melibatkan minimal 2 variabel; variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent)
b) Desain Penelitian Kausal-komparatif
membandingkan variabel bebas pada kelompok subjek. Pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat terjadi bukan karena perlakuan dari peneliti melainkan telah berlangsung sebelum penelitian dilakukan.
b.1) Desain penelitian kohort (cohort study)
pendekatan waktu secara: longitudinal atau time period approach.
Kohort Prospektif
Kohort Retrospektif
kelompok subjek: kelompok terpapar dan tidak terpapar faktor resiko --> diamati efek penyakit sampai waktu tertentu
b.2) Desain penelitian kasus kontrol (case-control)
subjek kelompok kasus dan kelompok kontrol
mempelajari hubungan antara paparan faktor resiko (variabel bebas) dan penyakit (variabel terikat) yang diteliti secara kebelakang
b.3) Desain penelitian cross sectional
point time approach
c) Desain Penelitian Tindakan (action research)
bertujuan mengembangkan keterampilan baru atau cara pendekatan baru untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung.
4. Penelitian Prospektif dan Retrospektif
Rancangan penelitian kohort dibedakan menjadi kohort prospektif dan kohort retrospektif
Kohort Prospektif : Rancangan penelitian kohort prospektif apa bila paparan atau faktor risiko diukur pada awal penelitian, kemudian di follow up untuk mengetahui efek dari paparan dimasa datang. Lamanya follow up berdasarkan perkiraan lamanya efek akan terjadi. Biasanya penelitian ini dilakukan bertahun-tahun.
Kohort Retrospektif : Pada rancangan penelitian kohort retrospektif faktor risiko dan efek/penyakit sudah terjadi dimasa lampau sebelum dilakukan penelitian.
5. Etika Penelitian
Etika penelitian pada hewan coba:
Menghormati Memperlakukan dengan baik Tidak menyiksa Mempercepat proses
respect, benefeciary, justice
Prinsip penggunaan hewan coba 3R (Reduction Replacement Refinement)
Azas kesejahteraan hewan: 5F
Freedoms from hunger and thirst
Freedoms from discomfort
Freedoms from pain, injury and disease
Freedoms from fear and distress
Freedom to express natural behavior
Etika penelitian pada manusia:
Respect for person
Beneficence
Justice
7 butir penilaian untuk mendapat ethical clearance:
Nilai sosial dan/atau nilai klinis
Nilai ilmiah/desain ilmiah
Pemerataan beban dan manfaat
Potensi resiko dan manfaat
Bujukan (inducement), keuntungan financial dan biaya pengganti
Perlindungan privacy dan kerahasiaan
Persetujuan setelah penjelasan/inform consent
Etika uji klinik
protokol uji klinik telah mendapat izin kelaikan etik (ethical clearance) dari komisi etik penelitian
menjamin kebebasan pasien untuk ikut secara sukarela dan mengizinkan pasien bila mengundurkan diri dari uji klinik
Menjamin kerahasiaan identitas dan segala informasi yang diperoleh pasien.
Keikutsertaan pasien dalam uji klinik harus dinyatakan secara tertulis (written - informed consent)
6. Metode Peneltian
langkah mengumpulkan data serta melakukan investigasi pada data yang didapat
gambaran ruang lingkup:
Populasi dan Sampel
Waktu dan Tempat Penelitian
Desain/Jenis Penelitian
Metode dan Penentuan Jumlah Sampel
Teknik Pengumpulan Data
Instrumen Penelitian
Teknik Pengolahan Data
Jenis-Jenis:
metode verifikasi (pengujian)
metode eksperimental (menguji cobakan)
metode deskriptif
metode historis (merekonstruksi)
metode analitik
7. Kriteria Penelitian Valid, Reliable/important, & Aplicable
validity
Recruitment : subyek dipilih dengan random sampling atau consecutive sampling
Allocation : Apakah alokasi subyek dilakukan secara random (Khususnya untuk uji klinis)
Maintenance : Apakah semua subyek diperlakukan sama (Kecuali prosedur yang diuji)
Measurement (blinded-objective) : Apakah pengukuran outcome obyektif
Reliable/important
Apakah hasil penelitian penting secara klinis? Nilai ditentukan berdasarkan lingkup penelitian
Aplicable
Untuk menilai kemamputerapan
Apakah karakteristik dan kondisi pasien yang sedang dihadapi sama
Apakah sumber daya tersedia
Apakah tidak ada hambatan nilai sosial, budaya, agama untuk penerapan bukti
8. Teknik Pengumpulan Data dan Skala Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan:
Wawancara
Observasi
Angket / Kuesioner
Studi dokumen
Eksperimen
skala pengumpulan data:
skala diskrit (unik)
skala mutual eksklusif
skala ordinal
skala interval
metode kuantitatif
metode kualitatif
9. Jenis-Jenis Database Literature Penelitian
General Database:
cth: Google Scholar, Scopus, Web of Science
Publisher Database and Journal Website:
cth: Elseviers,Science Direct, Pubmed, Ovid, Cochrane Library
Subject Spesific Database:
Medline