Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Penurunan Kesadaran ec Asidosis Metabolic - Coggle Diagram
Penurunan Kesadaran ec
Asidosis Metabolic
Jenis Gangguan Asam Basa
Asidosis Respiratorik
Asidosis respiratorik terjadi apabila terdapat gangguan ventilasi alveolar yang mengganggu eliminasi CO2 sehingga akhirnya terjadi peningkatan PaCO2 (hiperkapnia). Awalnya sistem bufer dapat mengatasi namun akhirnya terjadi penurunan pH.
Alkalosis Respiratorik
Pada alkalosis respiratorik terjadi hiperventilasi alveolar sehingga terjadi penurunan PaCO2 (hipokapnia) yang dapat menyebabkan peningkatan pH. Hiperventilasi alveolar timbul karena adanya stimulus baik langsung maupun tidak langsung pada pusat pernapasan, penyakit paru akut dan kronik, overventilasi iatrogenik (penggunaan ventilasi mekanik). Hiperventilasi kronik umumnya bersifat asimptomatik sedangkan hiper -ventilasi akut ditandai dengan rasa ringan di kepala (pusing), parestesia, circumoral numbness dan kesemutan.
Asidosis Metabolik
Asidosis metabolik ditandai dengan penurunan kadar ion HCO3– diikuti dengan penurunan tekanan parsial CO2 di dalam arteri. Kompensasi umumnya terdiri dari kombinasi mekanisme respiratorik dan ginjal, ion hidrogen berinteraksi dengan ion bikarbonat membentuk molekul CO2 yang dieliminasi di paru, sementara itu ginjal mengupayakan ekskresi ion hidrogen ke urin dan memproduksi ion bikarbonat yang dilepaskan ke cairan ekstrasel
Alkalosis Metabolic
Alkalosis metabolik merupakan suatu proses terjadinya peningkatan primer bikarbonat dalam arteri. Akibat peningkatan ini, rasio PCO2 dan kadar HCO3– di arteri berubah.
Patofisiologi gangguan asam basa kenapa bisa terjadi penurunan kesadaran
pH normal : 7,35 - 7,45
Dipengaruhi : Buffer sistem : Mekanisme kompensasi dan koreksi oleh ginjal dan paru
pH = Asidemia
pH = Alkalemia
Istilah -osis = proses yang menyebabkan perubahan kadar asam basa dalam darah (alkalemia asidemia)
pH akibat HCO3 => Asidosis Metabolik Sistem kompensasi akan bekerja =>Pernafasan cepat dan dalam (kussmaul) => pCO2 => Ginjal membentuk bikarbonat baru => urin asam
HCO3 disebabkan oleh : Hilangnya HCO3 dari dalam tubuh ( sal. cerna , ginjal ) Penumpukan asam organik (e.c. pemecahan lemak & protein)
Klinis gangguan asam basa
Asidosis Metabolik
A. Pembentukan asam yang berlebihan (asam non volatil dan asam organik) di dalam tubuh. Ion hidrogen dibebaskan oleh sistem bufer asam karbonat–bikarbonat, sehingga terjadi penurunan pH.
B. Berkurangnya kadar ion HCO3– di dalam tubuh. Penurunan konsentrasi HCO3– di cairan ekstrasel menyebabkan penurunan efektivitas sistem bufer dan asidosis timbul. Penyebab penurunan konsentrasi HCO3– antara lain adalah diare, renal tubular acidosis (RTA) proksimal (RTA–2), pemakaian obat inhibitor enzim anhidrase karbonat atau pada penyakit ginjal kronik stadium III–IV
C. Adanya retensi ion hidrogen di dalam tubuh.
Jaringan tidak mampu mengupayakan ekskresi ion hidrogen melalui ginjal. Kondisi ini dijumpai pada penyakit ginjal kronik stadium IV–V, RTA–1 atau RTA–4
Asidosis respiratorik
A. Inhibisi pusat pernapasan -Obat yang menimbulkan depresi pusat pernapasan: sedatif, anastetikum -Centralsleep apnea -Kelebihan O2 pada hiperkapnia atau hipoksemia kronik
B. Penyakit neuromuskular - Neurologik: poliomielitis, sindrom Guilain Barré - Muskular: hipokalemia, muscular distrophy.
C. Obstruksi jalan napas -Asma bronkial - Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) - Spasme laring - Aspirasi - Obstructive sleep apnea
D. Kelainan restriktif: -Penyakitpleura:efusipleura,empiema,pneumotoraks,fibrotorak -Kelainan dinding dada: kifoskoliosis, obesitas -Kelainan restriktif paru: fibrosis pulmoner, pneumonia, edema paru.
Etiologi
Alkalosis Respiratorik
Etiologi
Rangsang hipoksemia
a. Penyakit paru dengan kelainan gradien A–a
b. Penyakit jantung dengan right to left shunt
c. Penyakit jantung dengan edema paru
Stimulasi pusat pernapasan di medulla
a. Kelainan neurologis
b. Psikogenik misalnya serangan panik, nyeri
c. Gagal hati dengan ensefalopati
d. Kehamilan.
Sepsis
Alkalosis Metabolik
Etiologi
A. Terbuangnya ion H+ melalui saluran cerna atau melalui ginjal dan berpindahnya (shift) ion H+ masuk ke dalam sel.
B. Terbuangnya cairan bebas–bikarbonat dari dalam tubuh (contraction alkalosis).
C. Pemberian bikarbonat berlebihan.
Definisi, etiologi, faktor resiko Asidosis Metabolic
Etiologi : Asidosis metabolik terjadi akibat gangguan pada sitem metabolisme. Pada asidosis metabolik yang terjadi adalah :
Tubuh tidak mampu mmebuang kelebihan asam
Terjadi pengeluaran basa dari dalam tubuh secara berlebihan
Kedua hal tersebut akan timbul apabila mengalami berbagai kondisi yang melatari masalah tersebut, yaitu :
Ketoasidosis diabetes
Asidosis hiperkloremik
Asidosis laktat
Renal tubular asidosis
Faktor resiko :
Dehidrasi
Gagal ginjal
Diet tinggi lemak namun rendah karbohidrat
Keracunan aspirin atau methanol Diabetes
Definisi asidosis metabolik
Asidosis metabolik → merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika tubuh terlalu banyak menghasilkan asam
Diagnosis banding Penurunan Kesadaran
Penyebab Metabolik atau sistemik
Endokrin L Hipoglikemi, ketoasidosis diabetik
Vaskular : Ensefalopati hiprtensi
Elektrolit Imbalans : Hiponatremia, hipernatremia, hiperkalsemia, gagal ginjal, dan hgagal hati.
Gangguan metabolik : Asidosis laktat
Nutrisi : defisiensi Vitamin B12
Gagal organ : Uremia, hipoksemia, enselopati hepatik
Toksik : Overdosis obat, gas carbonmonoksida (CO)
Penyebab struktural
Neoplasma : Primer atau metastasis
Trauma : Hematoma, edema, kontusi Hemoragik
Infeksi : Abses, ensefalitis, meningitis, toxoplasma cerebri
Herniasi : Herniasi sentral, herniasi unkus, herniasi singuli
Vaskular : perdarahan subarakhnoid, infark batang kortikal bilateral
Peningkatan tekanan intrakranial : proses desak ruang
Komplikasi dan prognosis Asidosis Metabolic
Prognosis
Prognosis tergantung pada etiologi dan keparahan gangguan asam basa itu sendiri. Prognosis buruk jika gangguan asam basa besar dan tanda vital tidak seimbang.
Komplikasi
Osteoporosis
Dapat terjadi karena ginjal dan paru-paru tidak mampu membuang kelebihan asam di dalam tubuh, sehingga tubuh mulai mengambil kalsium di tulang untuk menetralkan asam.
Gagal Ginjal
Kelebihan asam meningkatkan resiko kerusakan ginjal → gagal ginjal
Endocrine Disorder Organ endokrin yang memproduksi hormon tidak bekerja dengan seharusnya → bisa mengarah ke terjadinya resistensi insulin dan berpotensi diabetes
Kelemahan Otot
Karena rendahnya kadar protein dalam tubuh
Tatalaksana awal Penurunan kesadaran asidosis Metabolic
Non- Farmakologik Bila sesak berat -> pasien diposisikan tidur terlentang setengah duduk
Farmakologik
a. Koreksi asidosis
b. Berikan larutan bikarbonat secara i.v Rumus ruang-bikarbonat pada bikarbonat plasama :
RU- Bikar : {0,4+(2,6 : [HCO3]x BB (Kg)}
Gangguan keseimbangan asam-basa bukanlah penyakit, melainkan kelainan akibat penyakit primer, maka tatalaksana ditujukan kepada penyakit primer tersebut. Bila gangguan-asam-basa berat maka koreksi terhadap gangguan asam-basa perlu dipertimbangkan.
a. Gangguan Respiratorik
terapi utama adalah terapi oksigen sambil mengatasi penyebab primer pernapasan (hipoventilasi). Atasi faktor penyebab seperti kelainan paru, keracunan narkotik, keracunan salisilat. Untuk memperbaiki ventilasi paru ventilasi mekanik.
b. Gangguan Metabolik.
Natrium bikarbonat diberikan pada Dosis optimal yaitu berdasarkan nilai SBE atau SID dengan perhitungan : 0,3 X BB(kg) X SBE (SID) mEq, diberikan separuh dosis dengan pertimbangan yaitu :
Natrium bikarbonat diberikan langsung intravena, sehingga dosis yang diberikan jauh lebih besar dari target perhitungan (volume intravaskular lebih kecil dari total volume ekstraselular).
Natrium bikarbonat akan segera menghasilkan karbondioksida yang tinggi (1 mEq natrium bikarbonat = 22 mL karbondioksida).
Karbondioksida mudah berdifusi melalui membran sel, sehingga dapat menembus sawar darah otak , asidosis.
Terdapat dalam dua sediaan larutan yaitu :
8,4 % (1 mEq/mL) (Larutan 8,4% sangat hiperosmolar (2000 mOsm/L) - 4,2 % (0,5 mEq/L). (Larutan 4,2% digunakan untuk bayi baru lahir untuk mengurangi bahaya hiperosmolaritas dan perdarahan periventrikular dan intraventrikular.)
Notes : “pemberian bikarbonat dapat menyebabkan hipernatremia, hiperosmolalitas, vasodilatasi dan hipotensi ringan. Bila terjadi ektravasasi dapat menyebabkan sklerosis vena kecil dan nekrosis jaringan.”
CMD (Manifestasi dan pemeriksaan Fisik) Asidosis Metabolic
Penurunan Kesadaran
Glasgow Coma Scale (GCS)
dipakai untuk menilai derajat kesadaran pada kondisi non-traumatik. Skor GCS < 15 menunjukan adanya perubahan kesadaran.
Assessment dan tindakan bersamaan
Bagaimana kondisi pasien saat ditemukan, misalnya paparan dalam suhu ekstrim atau racun.
Onset, sifat dan kejadian yang menyertai. Misalnya munculnya mendadak, kejang yang berulang fluktuatif, atau flu-like illnes yang baru saja dialami
Trauma, misalnya kecelakaan lalu lintas, jatuh tindak kejahatan.
Riwayat penggunaan obat (yang diresepkan dan terjual bebas), konsumsi alkohol dan obat terlarang.
PRIMARY SURVEY
Airway
Apakah ada tanda tanda obstruksi jalan nafas (look, listen dan feel)
Pasien dapat berbicara dengan jelas?
Buka mulut pasien, apakah ada sumbatan dijalan nafas seperti darah, benda asing
Apakah ada edema di bibir, lidah dan leher
Jika ada gangguan pada jalan nafas :
Finger swab
Head tilt, chin lift
Jaw thrust
suction
BREATHING
Look
Apakah pasien bernafas spontan?
Frekuensi napas dan irama pasien
Apakah pergerakan dada simetris?
Apakah ada retraksi otot pernafasan tambahan
Feel
Palpasi apakah ada krepitus, deformitas
Listen
Apakah ada suara nafas yang tidak normal? Apabila ada distress pernafasan, maka berikan oksigen
CIRCULATION
Warna kulit Akral hangat / dingin
Papillary refill time Apakah ada perdarahan / trauma?
Frekuensi nadi pasien > resusitasi
DISABILITY
Cek tingkat kesadaran dengan GCS
EXPOSURE
Kaji seluruh tubuh pasien, apakah ada memar, laserasi, deformitas?
Manifestasi Klinis
pernapasan cepat dan dalam (pernapasan kussmaul)
Kelesuan, pingsan, dan koma
Mual dan muntah diare
Pemeriksaan Penunjang dan Interpretasi AGDA
Darah Lengkap Meningkatnya leukosit pertimbangkan septikemia -> asidosis laktat
Urinalysis
Normalnya < 5,0. >5,5 pada kondisi asidemia merupakan tipe I RTA. Urin alkali khas pada keracunan salisilat.
Toksisitas terhadap Ethylene glycol ditemukan kristal kalsium oksalat yg muncul bentuk jarum pada urin.
Serum Anion Gap
AG = Na+ - (Cl- + HCO3 - ) mEq/L
Normal : 8 – 16 mEq/L
Kadar Keton dan Laktat
Keton : diabetes, alkohol, dan ketoasidosis starvation
Laktat : 0,5-1,5 mEq/L
Laktat asidosis : 4-5 mEq/L
Analisis Gas Darah
Persamaan Henderson-Hasselbalch HCO3 - dipakai sebagai penafsir asidosis/alkalosis metabolik.
Stadardized Base Excess (SBE) Untuk menilai berat ringannya gang. Keseimbangan asam basa
Pendekatan Stewart Menurut stewart konsentarsi ion hydrogen Dalam cairan tubuh mempengaruhi gang. Asam basa metabolik.
Edukasi dan Pencegahan
Langsung bawa ke spesialisasi emergency darurat, ketika dalam kasus asidosis metabolik dengan syok.
Bawa ke spesialis nephrology :dalam kasus anak-anak dengan gagal ginjal, yang mungkin atau mungkin tidak memerlukan dialysis.
Bawa ke ahli genetic : ketika ada kasus kesalahan metabolism genetic. Bawa ke ahli bedah : dalam kasus di mana penyebab asidosis metabolik adalah pembedahan (necrotizing enterocolitis, malrotation, volvulus, ruptur appendicitis)
Bawa ke ahli endokrin :alam kasus anak-anak yang asidosis metaboliknya disebabkan oleh ketoasidosis diabetikum
Pencegahan
Tidak semua jenis asidosis dapat dicegah. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya kondisi ini, yaitu:
Menjalani pengobatan dan kontrol secara teratur jika memiliki penyakit yang dapat menyebabkan asidosis, seperti diabetes, asma, dan PPOK
Tidak merokok
Tidak minum minuman beralkohol
Menjaga berat badan ideal
Minum air putih yang cukup
Mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter