Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
DERMATITIS KONTAK ALERGI (DKA), BAHDI MANDALA PUTRA HARAHAP 1908260052 -…
DERMATITIS KONTAK ALERGI (DKA)
RUAM KULIT PRIMER DAN SEKUNDER
ruam sekunder
akibat garukan/gosokan, lanjutan dari ruam primer contoh : skuama, krusta, erosi, ulkus
contoh zat iritan dan alergen
air,sabun,larutan asam sulfat, detergen
bahan logam, potasium dischonat, bahan kosmetik, karet, bahan kimia
ruam primer
ruam yang timbul pertama kali tidak dipengaruhi taruma contoh : makula, papul, plak, nodus
KOMPLIKASI DAN PROGNOSIS
umumnya baik apabila kronis yang disebabkan oleh faktor endogan maka prognosis jadi kurang baik dan juga Pajanan alergi yang tidak dihindari
herpes simpleks, eritema inultiforme, neurodermatitis
TATALAKSANA
kortikosteroin
hidrochortisone 2% 2x1
sistemik
predison 3x5mg/hari
cetirizine (1x10mg/hari
infeksi ( amoxicillin 3x500mg
FISIOLOGI KULIT
kulit memiliki ketebalan 1,5-4,4 mikro
dengan fungsi memberi perlindungan,sebagai pengindraan, pengatur suhu tubuh dan penguapan, ekskresi, mengatur keseimbangan air
macam kelenjar kulit
kelenjar keringat
merokiin (pada semua kulit) dan apokiin(pada aksila, anus,skrotum)
kelenjar sebasea (pada folikel rambut)
warna kulit dipengaruhi oleh 4 komponen yaitu melanin,karoten, aksi hemoglobin, deoksi hemoglobin
CMD
P. fisik
dijumpai eritema nuular sampai plakat, papul, vesikel berkelompok, terkadang ada makula, hiper pigmentasi dengan skuama halus
P. penunjang
uji tempel/ patch tes (hasil positif)
anamnesis
riwayat terpajan bahan alergen, riwayat pekerjaan, gatal, riwayat atopi
FARMAKOKINETIK DAN DINAMIK OBAT DKA
kotikosteroid
indikasi : dapat digunakan sistemik/topikal,efek anti inflamasi,mengurangiproliferasi keratosit, menghambat migrasi sel inflamasi
kontraindikasi : alergi, infeksi,gangguan pigmen,psoriaris
anti histamin
indikasi : untuk mengobati reaksi alergi
kontraindikasi : sebaiknya dihindari karna menghambat pompa proton
EDUKASI DAN PENCEGAHAN
pasien dianjurkan menggunakan APD saat berkontak dengan bahan alergen, tidak boleh menggaruk pada bagian lesi
HISTOLOGI KULIT
dermis
papilari dermis : jaringan ikat longgar
retikular dermis : jaringan ikat padat tidak teratur
hipodermis terdiri atas jaringan ikat dan jaringan lemak areolar
epidermis berupa epitel berlapis gepeng berkeratin
terdapat lapisan stratum germinavitum,sratum spinosum, stratum granulosum, stratum lusidum, stratum korneum
PATOF DAN PATOGEN DKA
iritan
merusak keratinosit
aktif fosfolipas dan lepas AA,DAG
prostaglandin leukotrien
kemoatraktan limfosit dan mengaktifkan sel mast
lepas histamin
gatal
fase elitasi
terjadi saat pajanan ulang dengan respon timbul gejala dala waktu 2 hari
fase sensitasi
terjadi saat kontak petama alergen dengan kulit dengan tingkat respon 2-3 minggu
DD
DERM. KONTAK IRITAN
umumnya terkena pada tangan dan kaki
P.fisik : makula eritema berbatas tegas,fisula,vesikel,kering
gejala : perih,gatal pada lesi
P. penunjag : uji tempel/patch test (-), histopatologi(ada spongions)
pajanan bersifat iritan
kopres NaCl 0,97% dan pemberian cetirizinen 1x10mg/hari dan hidrocortisone 2% (topikal)
DERM. ATOPIK
terkena pada pergelangan tangan, telinga leher
P.fisik: lesi eksematuus,plak,prurigo,papul,ada lesi erosi,berkrusta
gejala : kering,gatal pada lesi
P. penunjang : lab. skin prick test (+), uji tempel/ patch tes (+ pada eritema). dermatografisme putih, dijumpai likenifikasi
riwayat atopi (faktor genetik,lingkungan,psikologis)
tatalaksana
kopres NaCl 0,97% dan pemberian cetirizinen, kortikosteroid, krim hidrocortison 1%
BAHDI MANDALA PUTRA HARAHAP 1908260052