Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
(skenario 3) pria32th BATUK, Fadilah Nisa P 6130019060 - Coggle Diagram
(skenario 3) pria32th BATUK
fisik
Inspeksi paru kanan kiri simetris, Fremitus normal, Perkusi sonor kanan & kiri, Auskultasi : vesikuler kanan kiri dan
Vital sign : Td: 120/80 mmHg, N: 90x/menit, T: 37,0 C
RR: 24x/menit
TAKIPNEU
DD
TB
BRONKHITIS KRONIS
Konjungtiva palpebra pucat
ANEMIA
anamnesis
batuk berdahak berwarna putih kekuningan, Sering sumer dalam 2 bln ini. Keringat malam ada. Nafsu makan berkurang.
DD
TB
BRONKHITIS KRONIS
ASMA
bak merah disangkal
BELUM PERNAH MENDAPAT PENGOBATAN TB
penunjang
Hb 10%
ANEMIA
Leukosit: 10.500,
LEKOSITOSIS
RBC: LED 70 mm/jam
MENINGKAT
diff count shift to the right,
BTA -/-/-,
fibro infiltrat pada sela iga I dan Iapangan paru kanan (hasil rontgen)
diagnosis banding
TB paru
manifestasi klinis
malaise atau kelelahan dan lemas, demam, keringat pada malam hari, dan penurunan berat badan. Sementara keluhan respiratorik meliputi batuk lebih dari tiga minggu, batuk dengan darah, sesak nafas, dan nyeri di daerah dada
penegak diagnosis
pemeriksaan fisik
perkusi redup; Auskultasi napas bronkial; suara napas tambahan seperti ronkhi basah,kasar, dan nyaring -> (Tanda infiltrat luas) ; suara napas vesikular melemah -> (Infiltrat + penebalan pleura) ; Pembesaran KGB leher/aksila -> (Limfadenitis tuberculosis)
pemeriksaan penunjang
sputum
darah
radiologis
diagnosis TB paru
TB paru (+)
Sedikitnya 2 dari 3 spesimen SPS BTA
hasilnya positif
Bila hanya 1 spesimen positif/semua negatif
Hasil rontgen (+) TB paru
penderita TB paru
Hasil rontgen (-) TB paru
Ulangi pemeriksaan sputum (SPS)
Bila hasil tetap (-)
1 more item...
patogenesis
inhalasi basil TB
alveolus
Fagositosis oleh makrofag
Destruksi basil TB
Basil TB berkembang biak di dalam makrofag
Destruksi makrofag
Pembentukan tuberkel
3 more items...
etiologi
mycobacterium tuberculosis
Basil tuberkel
Batang membentuk rantai
Bakteri tahan asam (BTA)
epidemiologi
75% pasien TB adalah kelompok usia paling produktif secara ekonomis (15-50)th
WHO : global emergency sejak 1992
2015 : di INA meningkat 3,3% (2012) -> 7,5% (2013)
tata laksana
farmakologi
pencegahan
medis
sekunder
Deteksi dini dan pengobatan
Skrining untuk deteksi penyakit pada fase
awal
tersier
Mencegah penyakit supaya tidak bertambah
parah/kronik
pengobatan rutin dan teratur
Mencegah kerusakan/komplikasi penyakit
primer
Mencegah penyakit, ketidakmampuan, dan
cidera
jika menderita TB paru
1 more item...
Menutup mulut dan hidung ketika bersin/
batuk
Tidak membuah dahak sembarangan
terapkan PHBS
islam
menjaga kebersihan diri dan lingkungan
pengobatan
Prinsip pengobatan obat anti-tuberkulosis
(OAT)
fase intensif (2-3 bulan)
Fase lanjutan (4-6/12 bulan)
Obat lini pertama
Rifampisin, isoniazid, pirazinamid, etambutol,
streptomisin
non farmakologi
(murotal quran) ikhtiar untuk sembuh,
klasifikasi
TB paru
TB paru BTA (+)
sekurang2nya 2 pemeriksaan dari 3 spesimen (+) atau 1 pemeriksaan dari 3 (+) dan rontgen thorax gambaran TB (+)
TB paru BTA (-)
dari 3 spesimen (-) dan rontgen TB (+)
TB ekstrak paru
tipe penderita
kasus baru
kambuh (relaps)
Setelah lalai (pengobatan setelah default/
dropout)
faktor resiko
Resiko infeksi TB paru
Lingkungan tak sehat (higiene dan sanitasi
tak baik)
Tinggal di tempat penampungan umum
Terpajan dengan penderita TB aktif
Daerah endemis
kemiskinan
resiko penyakit TB paru
perokok, pecandu narkoba,sering berhubungan dg pengidap TB, kekebalan menurun
patofisiologi
bakteri masuk ke dalam paru-paru
memperbanyak diri dg menempel bronkus/alveolus
reaksi inflamasi
metabolisme meningkat; penumpukan eksudat; produksi sputum
demam, mual, proses difusi dan akumulasi jalan terganggu
definisi
penyakit infeksi pada paru yang dapat menular
bronkitis
peradangan satu atau lebih bronkus (akut/kronis)
mekanisme batuk
fase iritasi
rangsangan reseptor oleh berbagai stimulus
fase inspirasi
dimulai inspirasi singkat & cepat dr sejumlah udara, secara otomatis (reflek) glotis sudah terbuka dan udara masuk ke paru
fase kompresi
glotis akan tertutup selama 0,2 s, tekanan di paru & abdomen akan meningkat cepat dan otot interkostal serta abdominal berkontraksi kuat
fase ekspirasi
glotis membuka sedikit tiba2, udara keluar menggetarkan jaringan saluran nafas serta udara shg timbul suara
patofisiologi keringat malam
respon tubuh melawan bakteri dg memperbanyak pembentukan makrofag dari monosit
Makrofag akan memproduksi suatu molekul kimiawi TNF-alfa (tumor necrosis factor-alfa)
TNF-α yang dikeluarkan secara berlebihan sebagai respon imun ini akan memberi signal ke otak untuk meningkatkan set point termoregulator di hipotalamus
tubuh akan terpicu u/ meningkatkan suhu tubuh dg vasokontriksi -> agar tidak kehilangan panas berlebih dan merespon untuk menggigil
setelah set point tercapai tubuh akan mengeluarkan kelebihan panas dg cara berkeringat
anatomi dan histologi sistem respirasi
bag. konduksi
anatomi
cavum nasi
vaskularisasi
a. carotis interna & eksterna
insersi
n. olfaktorius
n. opthalmicus dan maxillaris
n. facialis
pharynx
3 regio
pars nasalis pharyngis/nasopharynx
Pars oralis pharyngis/oropharynx
Pars laryngea pharyngis/laryngopharynx
otot
Musculi constrictores pharyngis
superior
medius
inferior
Musculi longitudinalis
Stylopharyngeus
Salpingopharyngeus
Palatopharyngeus
larynx
vaskularisasi
Arteri laryngea superior dan inferior
insersi
n vagus
motorik & sensorik
trachea
Pipa fleksibel dari vertebra cervicalis 6-
vertebra torakalis 4/5
Bercabang menjadi bronchus principalis
dextra dan sinistra
Bagian bawah memiliki struktur seperti mata
kail: carina
bronchus
Bronchus principalis dextra dan sinistra
Setiap bronchus principalis memasuki radix pulmonalis dan melewati hilum pulmonalis ke dalam pulmo
histologi
rongga hidung
Daerah respirasi
Dibatasi epitel silindris bertingkat + silia + sel
goblet
Jaringat ikat subepitel
Mengandung PD dan kelenjar seromukosa
Daerah olfaktorius
Dibatasi epitel silindris bertingkat + silia + sel
goblet
sel basal
Sel sustentakular
sel olfaktori
menerima sensorik
lamina propia
Mengandung PD dan kelenjar Bowman
(mukus encer)
laring
Punya tulang rawan, muskulus ekstrinsik dan
intrinsik, kelenjar mukosa dan seromukosa
trakea
mukosa
Epitel respiratoris + sel goblet
Lamina propria
Lamina elastika
submukosa
Kelenjar mukosa dan seromukosa
adventitia
Ditempati cincin C dan tulang rawan hialin/
jaringan ikat tebal antar cincin-cincin
bronchus ekstrapulmonal
menyerupai trakea
bronchus intrapulmonal
Mukosa
Epitel respiratorik + sel goblet
Jaringan ikat subepitel tak dibatasi lamina
elastika
otot
Dua pita otot polos tersusun serong di
sekitar mukosa
Tulang rawan hialin tak beraturan melingkari
otot polos
Kelenjar seromukosa
bronkiolus
Epitel selapis silindris + silia-epitel selapis
kubis
Sel clara tak bersilia
Lamina propria dikelilingi otot polos
bronkiolus terminalis
Epitel selapis kubis + silia dengan sel clara
jaringan ikat dan otot polos sedikit
bag. respirasi
anatomi
pulmo
terbungkus pleura
parietalis
viceralis
terbagi 2
dextra
sinistra
vaskularisasi
a. pulmonalis dextra & sinistra
histologi
bronkiolus respiratorius
Punya kantong-kantong yang menonjol
keluar (alveoli) pada dindingnya
duktus alveolaris
Berupa tabung lurus, panjang dibatasi epitel
selapis pipih
sakus alveolaris
Terdiri dari sekelompok alveoli mngelilingi
ruang udara
epitel
pneumosit tipe 1
penyusun dinding
pneumosit tipe 2
membentuk surfaktan
alveolus
Dibatasi sel pneumosit tipe 1 dan tipe 2
Setiap alveoli dipisahkan oleh septa
interalveolaris
Tampak makrofag, fibroblas, dan jaringan
ikat lain
sawar-sawar udara
Terdiri dari surfaktan, sel endotel kapiler kontinyu, pneumosit tipe 1 dan di antaranya lamina basalis
fisiologi sistem respirasi
perfusi/transport
proses transport dari gas tsb
O2
secara fisik larut
1,5
berikatan dg Hb
98,5
CO2
scr fisik larut
10
berikatan dg Hb
30
sebagai bikarbonat (HCO3)
60
ventilasi paru
ekspirasi
otot inspirasi melemas
diafragma ke posisi semula
ketika otot interkostalis melemas, sangkar iga yang awalnya terangkat jadi menurun karena gravitasi
rongga dada mengecil
paru mengecil
tekanan intra-alveolus lebih besar dr tekanan luar
udara keluar dari paru
inspirasi
kontraksi otot interkostalis eksternal
rongga dada membesar
paru mengembang
tekanan intra-alveolus jd lebih rendah dr tekanan luar
udara masuk ke paru-paru
gradien tekanan
tekanan atmosfer
ditimbulkan o/ berat udara di atmosfer pd benda permukaan bumi
tekanan intra alveolus
dalam alveolus
tekanan intrapleura
di dalam kantong pleura
difusi
pertukaran gas antara alveoli dan darah kapiler
faktor yang memengaruhi
gradien tekanan parsial O2 dan CO2
luas permukaan membran alveolus-kapiler
ketebalan membran alveolus kapiler
konstanta difusi
etiologi batuk
reaksi alergi
rangsangan kimiawi & mekanis
perubahan suhu
peradangan atau infeksi
klasifikasi batuk
waktu
akut
< 3 minggu
sub akut
3-8 minggu
kronis
lebih dari 8minggu
sebab
batuk berdahak
paparan debu, lembab berlebihan, alergi
batuk kering
tenggorokan gatal
khas
rejan
TBC
berbulan-bulan, batuk kecil2 timbul sesekali, disertai darah segar
asma
jantung lemah
Fadilah Nisa P 6130019060