Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
NYERI SENDI - Coggle Diagram
NYERI SENDI
-
-
anatomi sendi
-
-
Sendi Fibrosa (sinaratodial),
merupakan sendi yang tidak dapat bergerak.
contohnya, sutura pada tengkorak
- Sendi Kartilaginosa (amfiartodial),
merupakan sendi yang dapat sedikit bergerak.
contohnya, diskus invertebralis
- Sendi Sinovia (diartrodial),
merupakan sendi yang dapat digerakan dengan bebas
contohnya, sendi genue, sendi glonuhumerale
-
yang terdapat pada sendi
Suplai Darah Sendi
Aliran darah ke sendi banyak yang menuju ke sinovium.
Pembuluh darah mulai masuk melalui tulang subkondral pada tingkat tepi kapsul.
Jaringan kapiler sangat tebal di bagian sinovium yg menempel langsung pada ruang sendi.
Inervasi Saraf
Saraf-saraf otonom dan sensorik tersebar luas pada ligament, kapsul sendi, dan sinovium.
Saraf-saraf ini berfungsi untuk memberikan sensitivitas posisi dan pergerakan.
CMD RA
Pada anamnesis, sering didapatkan adanya keluhan nyeri, bengkak, dan kaku pada sendi yang mengalami rematik. Juga bisa disertai dengan demam, kelelahan, penurunan berat badan, dan myalgia.
pemeriksaan fisik : Pada pemeriksaan fisik akan dijumpai beberapa manifestasi berupa manifestasi konstitusional, manifestasi articular, manifestasi ekstraartikular.
-
histologi sendi
Sel jenis A/M, yang berjumlah paling banyak, mirip makrofag dan di dalam sitoplasmanya mengandung banyak mitokondria dan vesikel mikropinositotik, lisosom dan suatu aparat golgi yang menonjol. Sel ini berdaya fagositosis aktif
Sel sinovial jenis B/F, organel-organel ini kurang berkembang tetapi sebaliknya sistem retikulum endoplasma granular sangat luas dan biasanya mempunyai ciri-ciri struktural menyerupai fibroblas
Membran sinovial sering kali menjulur ke dalam rongga sendi berupa lipatan kasar (vili sinovia) dan dapat menonjol ke luar menembus lapis luar simpai, diantara tendo dan otot berdekatan membentuk saku yang dikenal sebagai bursa.
Menbran sinovial menghasilkan cairan sinovia yang terbentuk dari hasil dialisis plasma darah dan limfa
Unsur musin dari cairan sinovial yang terdiri atas asam hialuronat dan secara kovalen terikat pada protein, dihasilkan oleh sel sinovial yang berfungsi sebagai pelumas dan nutritif untuk tulang rawan sendi
patofisiologi RA
secara makroskopis akan terlihat sinovium sangat edema dan menonjol ke ruang sendi dengan pembentukan vili. Secara mikroskopis terlihat hiperplasia dan hipertropi sel sinovia dan terlihat kumpulan residual bodies. Terlihat perubahan pembuluh darah fokal atau segmental berupa distensi vena, penyumbatan kapiler, daerah trombosis dan pendarahan perivaskuler.
RA kronis terjadi kerusakan menyeluruh dari tulang rawan, ligamen, tendon dan tulang. Kerusakan ini akibat dua efek yaitu kehancuran oleh cairan sendi yang mengandung zat penghancur dan akibat jaringan granulasi serta dipercepat karena adanya Pannus.
Pada keadaan awal terjadi kerusakan mikrovaskular, edema pada jaringan di bawah sinovium, poliferasi ringan dari sinovial, infiltrasi PMN, dan penyumbatan pembuluh darah oleh sel radang dan trombus.
definisi RA
Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun yang mengenai jaringan persendian, dan sering juga melibatkan organ tubuh lainnya yang di tandai dengan terdapatnya sinovitis erosif sistemik
etiologi RA
Etiologi masih belum bisa diketahui secara pasti.
Rheumatoid Arthritis ialah penyakit autoimun yang dapat dicetuskan oleh :
faktor luar (infeksi, cuaca)
faktor dalam (usia, jenis kelamin, keturunan, dan psikologis).
Diperkirakan infeksi virus dan bakteri sebagai pencetus awal Rheumatoid Arthritis
-
-
tatalaksana RA
tujuan terapi RA
-
Tujuan pengobatan tambahan
Mengendalikan aktivitas penyakit
- Mengurangi nyeri
- Memelihara aktivitas sehari-hari
- Memperbaiki kualitas hidup
- Memperlambat destruksi sendi
tatalaksana RA
farmakologi
- Obat antiinlamasi non steroid diberikan sejak
munculnya gejala inflamasi sendi, namun OAINS
tidak melindungi kerusakan sendi.
- DMARDs untuk mengontrol penyakit dan mengurangi
kerusakan sendi. Terapi dapat digunakan tunggal atau kombinasi.
- Sulfasalazine → menghambat respons sel B; angiogenesis, sebagai terapi lini pertama, Dosis 1 x 500 mg/hari per oral ditingkatkan setiap minggu sampai dosis 4 x 500 mg, waktu timbulnya respon 2-6 bulan.
edukasi RA
Memberikan edukasi berupa penjelasan secara mendetail
bagaimana perkembangan dan gambaran klinis kasus artritis rheumatoid
Memberikan edukasi mengenai cara pemakain,
indikasi dan kontraindikasi tatalaksana farmakoterapi terkhusus
pada jenis OAINS (obat anti inflamasi non steroid) dan DMARDS (Disease modifying antirheumatic drugs)
-
Memberikan terapi dengan pilihan terbaik sesuai dengan
algoritma tatalaksana kasus ini dengan sebaik baiknya sesuai dengan pertimbangan dokter
Memberikan konsep cara penggunaan alat bantu gerak/penopang dengan
baik agar pasien merasa nyaman dan dapat melakukan kegiatan sehari hari seperti sedia kala
pencegahan RA
Pada kasus ini biasanya tindakan yang paling efektif dalam menurunkan risiko
adalah dengan melakukan modifikasi gaya hidup
(olahraga, penurunan berat badan, diet rendah kalori/makan gizi seimbang, berhenti merokok
Olahraga sangat berperan penting untuk memperkuat otot dan sendi, dan meningkatkan fleksibilitas tubuh
Penurunan berat badan sangat berperan karena merupakan salah satu faktor pencetus pada kasus ini,
oleh karena itu marilah hendaknya kita menjaga berat badan tetap ideal
Merokok merupakan salah satu faktor pencetusnya juga namun belum terbukti dalam penelitian secara ilmiah saat ini
Gizi merupakan salah satu faktor penting dalam menurunkan angka kejadian pada kasus ini,
dimana asupan gizi yang seimbang seperti vitamin,
kalsium dan protein dapat meningkatkan kesehatan tulang dan sendi,
dan juga perlu harus membatasi asupan lemak dan garam yang berlebihan