Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Rheumatoid Arthritis - Coggle Diagram
Rheumatoid Arthritis
-
Defenisi
peradangan kronis pada sendi yang menyebabkan rasa sakit, bengkak dan kaku pada persendian, seperti otot, ligamen dan tendon.
Faktor Resiko
Usia, khususnya usia 40 tahun ke atas.
-
-
Jenis kelamin. Pria lebih jarang terkena penyakit rheumatoid arthritis, jika dibandingkan dengan wanita.
-
-
Penyebab
Rheumatoid arthritis atau rematik adalah salah satu penyakit autoimun. Artinya, penyakit ini disebabkan oleh sistem imun atau kekebalan yang menyerang jaringan tubuh yang sehat.
Pada penderita rematik, sistem imun menyerang sinovium, yaitu lapisan selaput yang mengeliling persendian. Kondisi ini menyebabkan sendi meradang dan bengkak, hingga menimbulkan rasa nyeri.
Pengobatan
Obat NSAID, seperti naproxen dan ibuprofen untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
Obat disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs), seperti methotrexate, leflunomide, hydroxychloroquine, dan sulfasalazine, untuk memperlambat perkembangan penyakit serta melindungi sendi dari kerusakan permanen.
Obat kortikosteroid, seperti prednisone, untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit, serta memperlambat kerusakan sendi.
-
Operasi atau pembedahan, terutama pada kasus yang lebih parah. Prosedur pembedahan untuk rematik umumnya bisa berupa synovectomy, penggantian sendi, perbaikan tendon di sekitar sendi, atau penggabungan (fusi) sendi
Pencegahan
Rutin olahraga ringan untuk membantu memperkuat otot di sekitar sendi, seperti berjalan kaki.
-
-
Mengonsumsi makanan yang dianjurkan serta menghindari yang menjadi pantangan, seperti makanan mengandung omega-3 dan makanan untuk rematik lainnya.
Terapi atau cara alami untuk mengobati rheumatoid arthritis, seperti akupunktur, pijat, tai chi, atau obat herbal rematik.
Patofisiologi
Patofisiologi rheumatoid arthritis ditandai dengan adanya peradangan dan hiperplasia sinovial, produksi autoantibodi (faktor rheumatoid dan antibodi protein anti-citrullinated [ACPA]), serta kerusakan tulang dan/atau tulang rawan serta tampilan sistemik yang dapat menimbulkan gangguan kardiovaskular, paru, psikologis, dan skeletal