Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Penurunan Kesadaran ec Toxoplasmosis Cerebri - Coggle Diagram
Penurunan Kesadaran
ec Toxoplasmosis Cerebri
Fisiologi
Terkoordinasi di korteks untuk memberikan informasi melewati
saluran khusus (sensorik)
Kesadaran normal -> keadaan terjaga & tidur. Keadaan yg
ditandai oleh aktivitas gelombang otak yg berbeda seperti
direkan electroensefalogram
ARAS -> konsep fungsional yg terdiri dari formatio retikularis
batang otak, subthalamus, hipothalamus & thalamus medialis
Jaras kesadarannya : masukan implus dari pusat sensorik
pada korteks cerebri menuju ARAS -> diproyeksikan kembali
ke korteks cerebri -> terjadi peningkafan aktivitas korteks &
kesadaran
DD
Enselopati
Koma
Meningitis
CMD
. Manifestasi klinis toxsoplasmosis kongenital
Mikrosefalus
Korioretinitis
Hidrosefalum
Strabismus
Epilepsi
Trias klasik yaitu : korioretinitis, hidrosefalus dan kalsifikasi serebral sangat jarang.
Kebutaan
Pemfis
Pem.fisik umum
Pemeriksaan neurologis
Pem.kesadaran
Pem.penunjang
pemeriksaan antibodi ( serologis )
Pemeriksaan darah lengkap
CT SCAN/MRI
Tatalaksana
Farmako
Primetamin dosis awal (200 mg/hari) kemudian diturunkanhingga (50-75 mg/hari)
Sulfadiazine dosis awal (4-8 gr/hari)
Keduanya diberikan selama 2 minggu
Non Farmako
Pembedahan
Patofisiologi
ada penurunan kesadaran, gangguan terbagi menjadi dua, yakni gangguan derajat (kuantitas, arousal, wakefulness) kesadaran dan gangguan isi (kualitas, awareness, alertness) kesadaran.
Adanya lesi yang dapat mengganggu interaksi ARAS dengan korteks serebri, apakah lesi supratentorial, subtentorial dan metabolik akan mengakibatkan menurunnya kesadaran.
Untuk menjelaskan level kesadaran adalah analogi “tombol on- off lampu”. Perilaku (yang dikontrol oleh hemisfer otak) sebagai Bohlam Lampu dan Komponen kesadaran (dikontrol oleh ARAS) adalah tombol untuk menyalakan lampu. Untuk menyalakan lampu (kondisi seseorang menjadi Sadar), Lampu harus berfungsi dan menyala.
Definisi
Toxoplomosis disebebkan oleh parasit toxiplasma gondhu, protozoa intraseluler obligat dan merupakan patogen yg dapat menginfeksi sistem saraf pusat
Toxoplasma cerebri : penyebab paling umum dari lesi otak ekspansif pada psien HIV/AIDS dan terus menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi
Etiologi
Daging yang dimasak denga tidak benar (kurang matang)
Makanan yang terkontaminasi dengan kotoran kucing
Memasukkan tangan yang terkontaminasi tanah atau kotoran kucing ke mulut
Menggunakan peralatan yang telah terkontaminasi dengan daging hewan yang terinfeksi, seperti pisau, gunting, dan talenan bekas daging mentah terinfeksi.
Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang tidak dicuci atau minum air yang terkontaminasi kotoran kucing.
Faktor Risiko
Mengonsumsi obat kortikosteroid atau imunosupresif jangka panjang.
Menderita HIV/AIDS.
Sedang menjalani kemoterapi.
Edukasi&pencegahan
Memasak makanan hingga suhu aman atau daging beku selama beberapa hari pada suhu di bawah nol sebelum dimasak.
Cuci atau kupas semua buah dan sayuran hingga bersih.
Cuci bersih permukaan yang bersentuhan dengan daging mentah, unggas, makanan laut, dan buah atau sayuran yang tidak dicuci.
Hindari susu kambing yang tidak dipasteurisasi (dipanaskan).
Mengenakan sarung tangan dan membersihkan tangan dengan benar setelah menyentuh kotoran, pasir atau tanah yang mungkin telah bersentuhan dengan kotoran kucing.
Komplikasi
Kerusakan jaringan otak
Meningitis
Epilepsi
Prognosis
Menyerang sistem saraf di otak akan memiliki komplikasi baik eurologis fokal, multifokal maupun menyeluruh (difusa) tergantung pada lokasi infeksinya di otak.