Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
NYERI SENDI - Coggle Diagram
NYERI SENDI
Rheumatoid Arthritis
Definisi : penyakit inflamasi kronik yang mengenai sendi dan termasuk penyakit autoimun.
Prevalensinya di Indonesia < 0.4 %
Etiologi
Faktor Genetik : HLA DR4
Hormon Sex : Wanita > pria
Infeksi virus : Perubahan reson sel T
Protein heat shock : antibodi dan sel T mengenali HSP sehingga terjadi reaksi imunologis
Klasifikasi ACR 1987 untuk Artritis Reumatoid (dibutuhkan 4 dari 7 kriteria):
kekakuan pagi hari hari
artritis pada 3 sendi atau lebij
artrtis pada sendi-sendi tangan
artritis simetrik
nodul- nodul reumatoid
faltor reumatoid serum
kelainan gambaran radiologis
Faktor Risiko
Jenis kelamin perempuan (prevalensi 3 : 1 dengan pria)
Riwayat keluarga
umur lebih tua
paparan salisilat dan merokok
konsumsi kopi lebih dari tiga cangkir
Penurunan Risiko
Makanan tinggi vit. D
Kontrasepsi oral
Patogenesis
Reaksi autoimun
proliferasi makrofag dan fibroblas sinovial
proliferasi sel sel endotel
pertumbuhan ireguler pada jaringan sinovia
terbentuk pannus
kerusakan rawan sendi dan tulang
Gejala Klinis
Gejala sistemik
rasa lelah
nyeri muskuloskeletal difus
Artikuler
poliartritis, sendi perifer (tangan/kaki)
Sinovitis
Ekstra artikuler
vaskulitis
felty sindrom
caplans sindrom
keratokonujungtivitis sicca
Tanda klinik lokal
nyeri tekan sendi
pembengkakan sendi
panas, kemerahan
gerak sendi terbatas
nodul subkutan
kronik : deformitas, atrofi otot
Patofisiologi RA
Autoimun
CD4 Sel T
Sitokin
mengaktivasi sel B
terbentuk rheumatoid factor (autoantibodi)
membentuk deposit komplex imun di sendi
memicu reaki peradangan adanya proliferasi makrofag dan fibrosis sinovial proliferasi pembuluh darah
2 more items...
memicu terbnetuknya fibroblast
melepaskan collagenase stromelysin, PGE2
Destruksi tulang, kartilago, fibrosis
swan neck deformity
Penegakan diagnosis
menggunakan kriteria klasifikasi RA menurut American College of Rheumatology (ACR) dan Europan League Against Rheumatism (EULAR) 2010 => skor >6 memnuhi kriteria definit RA
kriteria dipakai untuk pasien dengan paling sedikit satu sendi dengan tampakan sinovitis yang tidak dapat dijelaskan dengan penyakit lain.
Pemeriksaan Lab
serum RF : pada 75% pasien dengan RA, sering negatif pada awal penyakit
Anticyclic citrullinated peptide antibody => lebih sensitif
analisis cairan sinovial => 5000-50000 ; Nilai normal <2000 WBC
Pemeriksaan radiologi
untuk diagnosis da menilai progresif dan kerusakan sendi.
foto polos sendi => osteopenia juxtraartikular, pembengkakan jaringan lunak, joint space loss simetris, dan erosi subchondral
Ilmu Dasar
Anatomi
Atrologi adalah ilmu yang mempelajari persendian.
sendi adalah tempat perhubungan antara 2 tulang, atau lebih antara tulang dengan tulang rawan.
Sendi memfasilitaskan pelekatan diantara sendi
Pembagian Jneis Sendi
Berdasarkan Struktur
Sendi Fibrosa : sendi yang jaringan penghubungnya adalah jaringa finrosa
sendi kartilaginosa : sendi yang jaringan penghubungnya adalah jaringan kartilago hyalin
sendi sinovial : sendi yang memiliki komponene persendian yang komplex.
Berdasarkan Kemampuan Geraknya
Sendi Synarthosis : sendi yang tidak bisa bergerak
Sendi Amphiarthrosis : sendi yang sedikit bergerah
sendi Diarthrosis : sendi yang dapat bebas bergerak
Histologi
Sinartrosis : sendi mati ( jaringan ikat, tulang rawan, tulang). Persendian ini menyatukan iga I ke sternum dan menghubungkan tulang tulang tengkorak datu dengan yang lain
Diartrosis : dikelilingi dua kapsul, membungku rongga sendi berisi cairan synovial, yaitu cairan kental tidak berwarna, dan kaya akan asam hialuronat & protein
Lapisan kapsul luar : terdidi dari jaringan ikat padat fibrous yang kuat
Bagian luar tulanh rawan hialin tidak ditutupi
Fisiologi
Struktur Sendi
Sinartrosis : sendi yang tidak memungkinkan tulang-tulang yang berhubungan dapat bergerak.
Diartrosis : sambungan antara 2 tulang atau lebih yang memungkinkan tulang-tulangbergerak.
Amfiartrosis : sendi yang memungkinkan bergerak secara terbatas
Membran Sinovial
Rawan sendi : berfungsi mengurangi gesekan , memfasilitasi gerakan dan dapat meyesuaikan dengan tekanan
Kapsul Sendi : jarinagn ikat yang menutupi ujung tulang mana mereka bertemu di sendi.
Cairan Sinovial : cairan dari pembuluh darah . Melumasi sendi dan memelihara kartilago artikukar
Meniskus : menahan tekanan dan memperluas area kontak antar 2 tulang.
Kapsul & Ligamen : Ligamen menyatu pada ke dalam kapsul sendi tapi pada ke dalam kapsul sendi lain dipisahkan proses dan lapisan areolar
Rongga sendi : rongga sempit yang menyerupai celah yang mengandung cairan sinovium
Sendi planus : pergeseran antara tulang sattu dengna lai.,
sendi engsel :menyerupai engsel pintu memberikan gerakan fleksi ekstensi
sendi pelana : mirip dengan pelana kuda
sendi kisar : gerakan rotasi
sendi peluru : persendian yang dapat digerakkan ke segala arah
sendi telur : gerakan ynang mungkindilakukan fleksi,ekstensi,abduksi, dan sedikit rotasi.
Penyebab Nyeri Sendi
Kartilago meipis secara progresif
kerusakan integritas struktur tulang
Mekanisme imunitas
perubahan biomekanikal dan biokimia
Faktor Risiko Nyeri Sendi
Usia tua
Riwayat penyakit
Beban sendi yang berlebihan dan berulang
obesitas
merokok
DM
Kecemasan
Reaksi Autoimun - jaringan sinovial - panus - Diaktifkan sitokin (IL 1 & TNF) - Mengeluarkan enzim proteolitik - Destruksi sendi
tatalaksana rheumatoid arthritis
pencegahan
Membiasakan berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk mengurangi risiko peradangan oleh RA. Oleh penelitian Nurses Health Study AS yang menggunakan 1.314 wanita penderita RA didapatkan mengalami perbaikan klinis setelah rutin berjemur di bawah sinar UV-B.
Melakukan peregangan setiap pagi untuk memperkuat otot sendi. Gerakan-gerakan yang dapat dilakukan antara lain, jongkok-bangun, menarik kaki ke belakang pantat, ataupun gerakan untuk melatih otot lainnya. Bila mungkin, aerobik juga dapat dilakukan atau senam taichi.
Menjaga berat badan. Jika orang semakin gemuk, lutut akan bekerja lebih berat untuk menyangga tubuh. Mengontrol berat badan dengan diet makanan dan olahraga dapat mengurang risiko terjadinya radang pada sendi.
Mengonsumsi makanan kaya kalsium seperti almond, kacang polong, jeruk, bayam, buncis, sarden, yoghurt, dan susu skim. Selain itu vitamin A,C, D, E juga sebagai antioksidan yang mampu mencegah inflamasi akibat radikal bebas.
Memenuhi kebutuhan air tubuh. Cairan synovial atau cairan pelumas pada sendi juga terdiri dari air. Dengan demikian diharapkan mengkonsumsi air dalam jumlah yang cukup dapat memaksimalkan sisem bantalan sendiyang melumasi antar sendi, sehingga gesekan bisa terhindarkan.
Konsumsi air yang disrankan adalah 8 gelas setiap hari.
Berdasarkan sejumlah penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa merokok merupakan faktor risiko terjadinya RA. Sehingga salah satu upaya pencegahan RA yang bisa dilakukan masyarakat ialah tidak menjadi perokok akif maupun pasif.
farmakology
Kortikosteroid
DMARD (Disease-Modifying Antirheumatic Drug)
Sulfasalazin
Metotreksat
Hidroksiklorokuin
Asatioprin
D-penisilamin
NSAID (Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drug)
Rehabilitasi
Pembedahan
diagnosis banding
osteoarthritis
kerusakan sendi --> hilangnya kartilago hialin secara vokal dan biasanya uniform
prevalensi: > 60 thn, wanita >>>
patogenesis
jejas mekanis dan kimiawi --> terbentuk molekul abnormal dan produk degradasi kartilago di dalam cairan sinovial sendi --> inflamasi sendi, kerusakan kondrosit dan nyeri
kombinasi degradasi rawan sendi, remodelling tulang, dan inflamasi cairan sendi
faktor resiko
usia tua
gender perempuan
faktor etnis
faktor nutrisi
faktor genetik
penyakit terdahulu; meniscectomy
obesitas
trauma aktivitas fisik
diagnosis
nyeri sendi, hambatan gerakan sendi, kaku pagi, krepitasi, pembesaran sendi (deformitas), perubahan gaya berjalan
tatalaksana
non-farmakologis: edukasi, terapi fisik, penurunan berat badan
farmakologi: analgesik oral non-opiat,analgesic topikal, NSAID, kondroprotektif, steroid intra-artikuler
terapi bedah: mal alignment, arthroscopic debridement, osteotomi, dan artroplasti sendi total