Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Pelayaran Hongi - Coggle Diagram
Pelayaran Hongi
Nilai-Nilai
Muncul rasa persatuan dan persaudaraan antara penduduk Nusantara atas kesamaan rasa kebencian akan pasukan VOC
-
Pengertian
Sebuah pelayaran yang dilakukan oleh Belanda untuk mengambil alih produksi rempah-rempah di sekitar daerah Nusantara
Terjadi pada tahun 1620-an, terutama di daerah penghasil rempah-rempah seperti Maluku, Banda, dan lainnya
Kebijakan Hangi-Tochten yang mengontrol dan meregulasi siapa saja yang dapat menanam dan menjual rempah
-
Latar Belakang
-
Kedudukan Cengkeh dan Pala sebagai komoditas yang unik. Dimana, jika dijual dapat mendapatkan keuntungan yang besar
Cengkeh dan Pala diproduksi di daerah Maluku, terutama di Ambon dan pulau-pulau disekitarnya
Dampak
Indonesia
-
-
Timbulnya rasa persatuan dan persaudaraan antara Masyarakat. Dimana, bersatu akan persamaan kebencian akan VOC
-
Proses
Tahun 1621, Gubernur Jendral Jan Pieterzoon Coen mengirim pasukan armada dari Batavia ke Banda untuk menghancurkan masyarakat
Terdiri dari sekitar 1700 pasukan, ditambah dengan 250 garison di Banda. dan sekitar 300 orang Jawa sebagai pengayuh kapal
Pemerintah Banda dikalahkan, sekitar 900 orang Banda dibawa kembali ke Batavia
Tahun 1623, pedagang Inggris dibantai oleh pasukan VOC.
Tahun 1651-1656, terjadi sebuah pemberontakan menghadapi Sultan yang Pro-Belanda, Sultan Mandar Syah
Pemberontakan dikalahkan, Sultan mengakui kekuasan VOC. Terjadi perjanjian dimana VOC melarang perkebunan cengkeh diluar Ambon. Terjadinya Hongi-Tochten yang merupakan patroli daerah rempah
-