Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Vertigo ec Menier Disease - Coggle Diagram
Vertigo ec Menier Disease
Anatomi sistem vestibular
Sistem Syaraf Pusat
Central Systema Nervosum
Central Nervous System
Organ pada Sistem Syaraf Pusat, yaitu
Enchephalon = Brain
Medulla Spinalis = Spinal Cord
Sistem Syaraf Tepi
Peripheral Systema Nervosum
Peripheral Nervous System
Organ pada Sistem Syaraf Tepi, yaitu :
Nervus Craniales
Nervus Spinales
Patofisiologi vertigo ec menier disease
Gejala klinis penyakit Meniere disebabkan oleh adanya hidrops endolimfa (peningkatan endolimfa yang menyebabkan labirin membranosa berdilatasi) pada Kokhlea dan vestibulum.
Hidrops yang terjadi dan hilang timbul diduga disebabkan oleh meningkatnya tekanan hidrostatik pada ujung arteri, menurunnya tekanan osmotik dalam kapiler, meningkatnya tekananosmotik ruang ekstrakapiler, jalan keluar sakus endolimfatikus tersumbat (akibat jaringan parut atau karena defek dari sejak lahir).
Hidrops endolimfa ini lama kelamaan menyebabkan penekanan yang bila mencapai dilatasi maksimal akan terjadi ruptur labirin membran dan endolimfa akan bercampur dengan perilimfa.
Pencampuran ini menyebabkan potensial aksi di telinga dalam sehingga menimbulkan gejala vertigo, tinnitus, dan gangguan pendengaran serta rasa penuh di telinga.
Ketika tekanan sudah sama, maka membran akan sembuh dengan sendirinya dan cairan perilimfe dan endolimfe tidak bercampur kembali.
Fisiologi Keseimbangan
Fisiologi keseimbangan merupakan integrasi yang kompleks dari sistem somatosensorik(visual, vestibular, dan propioceptive) dan motorik (musculoskeletal, oto sendi jaringan lunak yang keseluruhan kerjanya diatur oleh otak terhadap respon atau pengaruh internal dan eksternal tubuh
Definisi etiologi faktor resiko vertigo & menier disease
Vertigo
Etiologi
Keadaan lingkungan: mabuk darat, mabuk laut
Obat-obatan: alkohol, gentamisin
Kelainan telinga: endapan kalsium pada salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam yang menyebabkan benign paroxysmal positional
Vertigo, infeksi telinga bagian dalam karena bakteri, labirinitis, meniere disease
Peradangan saraf vestibular, herpes zoster
Kelainan neurologis: tumor otak, tumor yang menekan saraf vestibularis, sklerosis multipel dan patah tulang otak yang disertai cedera pada labirin, persarafannya atau keduanya
Kelainan sirkularis: gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak (transient ischemic attack) pada arteri vertebral dan arteri basiler
Etiologi
Usia, orang yang lebih tua memiliki masalah kesehatan seperti pusing yang memiliki risiko lebih tinggi secara signifikan kecelakaan jatuh dan cedera
Jenis kelamin, dominan perempuan (rasio 1:2,7)
Riwayat keluarga
Status gizi
Tekanan darah, kurangnya darah ke otak menyebabkan pusing
Definisi
Vertigo → sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh seperti rotasi (memutar) tanpa sensasi peputaran yang sebenarnya, dapat sekelilingnya terasa berputar atau badan yang berputar
derajat vertigo : dizziness, giddiness, undsteadiness
Meniere → kelainan pada telinga bagian dalam yang dapat menyebabkan vertigo dan penurunan pendengaran
Menier Disease
Etiologi
Kumpulan gejala (vertigo episodic, penurunan pendengaran, tinnitus dam rasa penuh pada telinga) yang disebabkan oleh trauma (trauma kepala atau operasi telinga, infeksi virus, (campak dan mumps), sifilis, otosklerosis atau kelainan autoimun.
Faktor resiko
Memiliki riwayat alergi
-Merokok
-Stress
-Kelelahan
Penggunaan alkohol
Definisi
suatu kelaian pada telinga dalam dimana sistem endolimfatik mengalami distensi disebut hidroksendolimfe.
Tatalaksana dan Edukasi
Diuretik : indapamide tabl 1.5mg perhari
Vasodilator : Betahistine tab 3x8-16mg perhari
Penekan labirin : meclizine tab 25mg (selama serangan akut dan diulang jiga serangan tidak mereda selama 4-6 jam)
Jika episode vertigo resisten terhadap terapi medis → steroid inj atau gentamisin intratimpani
inj gentamisin intra timpani : efek samping gangguan pendengaran sensorineural karena sejmlah toksisitas terhadap sel koklea
Pembedahan → bagian saraf vestibular atau labirinektomi
Edukasi
Menghindari faktor resiko (stress, merokok, garam berlebih, alkohol, kafein) : mengurangi asupan natrium berhenti merokok mengurangi stress mengurangi konsumsi coklat dan kafein
Cara Menegakkan Diagnosa
Pemeriksaan Fisik
•Hasil pemeriksaan bervariasi, tergantung dari fase penyakitnya. •Selama serangan akut, pasien mengalami vertigo yang parah. Pasien sering mengalami tekanan yang signifikan. Banyak yang hadir ke kantor dokter sambil memegangi ember dan handuk dengan tanda-tanda muntah baru-baru ini. Pasien terkadang berkeringat dan pucat. Tanda-tanda vital mungkin menunjukkan peningkatan tekanan darah, denyut nadi, dan pernapasan. Nistagmus spontan yang signifikan dapat ditemukan.
•Tes Romberg dan pengujian gaya berjalan mungkin menunjukkan beberapa ketidakstabilan. Tes langkah pawai Fukuda mungkin menunjukkan penyimpangan yang signifikan •Pemeriksaan neurologis lengkap diperlukan untuk membedakan penyakit Ménière dari kondisi lain. Vertigo onset baru mungkin merupakan tanda awal stroke, migrain, atau kompresi batang otak yang mungkin memerlukan evaluasi dan perawatan segera.
Anamnesis
Kriteria diagnosis menurut guidelines of the American Academy of Otolaryngolobgy-Head and Neck Surgery (AAO-HNS), penyakit Meniere ditandai empat gejala yaitu:
Vertigo: rasa berputar, episodic, derajat ringan sampai berat, rotasinal, dengan durasi minimal 20 menit setiap episode serangan, tidak pernah lebih dari 24 jam.
Pendengaran menurun: berfluktuasi, tuli sensoris frekuensi rendah, yang memberat saat serangan, makin lama dapat semakin memberat.
Tinnitus: khas seperti dering bernada rendah.
Rasa penuh dalam telinga.
•Pada anamnesis biasa dijumpai dengan adanya riwayat serangan episodic dari vertigo berputar, yang biasanya didahului oleh sensasi tekanan dan kepenuhan telinga yang bervariasi, penurunan pendengaran dan tone rendah pada tinnitus. •Kurang dari sepertiga pasien yang datang dengan komponen diagnostic penyakit saat onset. Vertigo adalah komponen awal yang paling umum, dengan komponen tambahan muncul setelah penundaan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun
Penunjang
•Pemeriksaan garfu tala - Penilaian pemeriksaan ini akan memberikan hasil pendengaran berkurang, Rinne negatif dan Weber berlateralisasi ke telinga yang tuli bagi tuli saraf.
•Untuk pemeriksaan penunjang dapat juga dilakukan pemeriksaan lab seperti pemeriksaan darah lengkap, tes immunologi dan tes elektrolit. Pemeriksaan radiologi seperti ct scan juga dapat dilakukan untuk menegakkan lagi diagnosis.
Diagnosa Banding
Neuroma akustik
Labirintitis
BPPV (benign paroxysmal positional vertigo)
Ototoksisitas
Fistula perilympha
Otitis media kronis
Trauma kepala
Komplikasi dan Prognosis
Komplikasi
Setelah 10 hingga 20 tahun jika tidak ditangani dgn baik vertigo dan ketulian yg terjadi menjadi tuli berat. Pada meniere tuli yg terjadi biasanya unilateral, namun 25%-45% pasin ketulian dapat berkembang ke telingan kontralateral.
Tanpa penanganan dan pengawasan yg tepat, dapat terjadi komplikasi berupa
Cidera akibat trauma jatuh
Kecemasan akibat gejala yg dialami
Kecelakaan
Tunnitus yg kronis ( tidak bisa tertanganin lagi )
Mengalami penurunan fungsi keseimbangan
Tuli permanen
Penurunan kesadaran akibat vertigo
Prognosis
Cara penyakit miniere mempengaruhi org dapat sangat bervariasi. Awal penyakit, tidak mungkin unt memprediksi seberapa parah itu akan mempengaruhi individu dlm tahun2 mendatang. Namun, pengobatan yg dapat mengurangi gejala membaik dlm beberapa tahun terakhir.
Penderita lebih banyak merasakan serangan yg berat di tahun pertama dan berkurang seiring waktu dengan penanganan.
Kehilangan pendengaran paling tinggi terjadi di awal tahun penyakit dan akan berkurang dan stabil di tahun berikutnya.
Tuli yang dialami pasien tidak akan pulih.