Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) - Coggle Diagram
PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis)
Jenis
Bronkitis Obstruktif Kronik
Adanya peningkatan
produksi mucus
dan
sumbatan saluran
napas kecil (alveoli da
bronkioli0 dan batuk
produktif yang kronis
Penyebab
Memiliki kebiasaan merokok atau (perokok pasif)
Terpapar polusi udara
Menderita penyakit asma, tuberkulosis, infeksi HIV, dan kelainan genetik yang menyebabkan kekurangan protein alpha1antitrypsin(AAt)
Memiliki keluarga dengan riwayat PPOK
Berusia 40 tahun ke atas
Berjenis kelamin wanita
Emfisema
Dengan adanya
pelebaran rongga udara
dan kerusakan jaringan
paru
Penyebab
Asap rokok
Polusi udara
Asap atau debu bahan kimia dari lingkungan
Mekanisme
Peradangan dan fibrosis pada
dinding bronkus
Sekresi mucus berlebih yang menghambat aliran napas dan
menyebabkan gangguan (mismatch) ventilasi dan perfusi.
Hipertrofi kelenjar submukosa dan hipersekresi mucus dan kehilangan serat paru elastis dan jaringan alveolar
Kerusakan jaringan alveolar
menurunkan luas permukaan
pertukaran gas
Hilangnya serat yang elastis mengganggu aliran
ekspirasi, meningkatkan jumlah udara yang terjebak, serta memungkinkan rusak dan hancurnya saluran napas
Gejala
Kelelahan
Ketidakmampuan berolahraga
Batuk
Produksi dahak atau sesak napas
Batuk yang produktif saat pagi hari
Sering terjadi proseseksaserbasi
infeksi disertai ketidakcukupan pernapasan
Pemeriksaan
Tes fungsi paru-paru (spirometri)
untuk mengukur volume udara yang dihirup dan dikeluarkan oleh pasien
Tes darah
untuk mengukur kadar protein alpha-1-antitrypsin dalam darah
Analisis gas darah arteri,
Untuk mengukur kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah
Pemindaian dengan foto Rontgen dan CT scan
untuk mendeteksi emfisema atau gangguan lain di paru-paru
Elektrokardiogram (EKG) dan ekokardiogram
untuk mengetahui kondisi jantung
Pemeriksaan sampel dahak
untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi bakteri atau jamur
Faktor risiko
Memiliki kebiasaan merokok atau sering terpapar asap rokok (perokok pasif)
Menetap atau bekerja di lingkungan yang mudah terpapar polusi udara, seperti lingkungan pabrik atau industri
Berusia 40 tahun ke atas
Memiliki riwayat defisiensi alfa-1 antitripsin atau penyakit paru obstruktif (PPOK) dalam keluarga
Pengobatan
Obat yang dapat diberikan antara lain:
Teofilin, untuk mengurangi pembengkakan di saluran napas.
Mukolitik, untuk mengencerkan dahak atau lendir
Penghambat enzim fosfodiesterase-4, untuk melegakan saluran napas
Kortikosteroid, untuk mengurangi peradangan saluran pernapasan
Antibiotik, jika terjadi tanda-tanda infeksi paru
Terapi oksigen
Rehabilitasi paru
Rehabilitasi paru-paru atau fisioterapi dada bertujuan untuk mengajarkan pasien terapi fisik yang sesuai dengan kondisinya
Alat bantu napas
Jika gejalanya cukup serius, pasien harus menggunakan alat bantu napas yaitu mesin ventilator.
Ventilator
adalah mesin pemompa udara yang akan membantu pasien bernapas.
Operasi:
Operasi pengurangan volume paru-paru
Operasi ini bertujuan untuk mengangkat bagian paru-paru yang sudah rusak, sehingga jaringan paru-paru yang sehat bisa berkembang.
Transplantasi paru-paru
Transplantasi paru-paru adalah operasi pengangkatan paru-paru yang rusak untuk diganti dengan paru-paru sehat dari pendonor.
Bullektomi
Bullektomi adalah operasi untuk mengangkat kantong udara (bullae) yang terbentuk akibat rusaknya alveolus, agar aliran udara menjadi lebih baik.