Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Krisis Adrenal - Coggle Diagram
Krisis Adrenal
Tatalaksana
Cairan isotonik seperti NaCl 9%
cairan dextrose 50%
Steroid IV
Obati penyakit dasarnya
Terapi pengganti mineralokortikoid dengan fludricortisone
Diagnosis
Anamnesis
Pemfis
Pemeriksaan Penunjang
sinkop, anoreksia, mual, dan muntah. Selain itu, nyeri abdomen yang menyerupai akut abdomen, nyeri punggung, nyeri dada bawah, kebingungan, letargi, dan disorientasi dapat terjadi.
Patofisiologi
muncul akibat ketidakserasian antara kebutuhan dan penggunaan kortisol. Peningkatan kadar kortisol saat stress akibat stimulasi hypothalamic–pituitary-adrenal axis (HPA axis) menyebabkan peningkatan produksi adrenocorticotropin hormone (ACTH), yang memiliki fungsi utama menstimulasi pelepasan kortisol dan aldosteron.
Epidemiologi
Data mengenai penyakit ini di Indonesia pun masih terbatas. Prevalensi insufisiensi adrenal primer diperkirakan sebesar 82-144 kasus/1.000.000 jiwa.
Etiologi
kegagalan kelenjar adrenal memproduksi hormon
Manifestasi Klinis
Sinkop, anoreksia, mual, dan muntah. Selain itu, nyeri abdomen yang menyerupai akut abdomen, nyeri punggung, nyeri dada bawah, kebingungan, letargi, dan disorientasi dapat terjadi.
Prognosis
Pada keadaan tidak didapatkan perdarahan adrenal bilateral, kemungkinan hidup dari penderita dengan krisis adrenal akut yang didiagnosa secara cepat dan ditangani secara baik