Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Benjolan dan Nyeri selangkangan - Coggle Diagram
Benjolan dan Nyeri selangkangan
Anatomi regio inguinal
fasia superfisialis
ligamentum inguinale
aponeurosis muskulus obliqus ekstemus
ligamentum lakunare (gimbernat)
ligamentum pektinea (cooper)
konjoin tendon
fasia transversalis
segitiga hasselbach
Definisi, etiologi, faktor risiko LGV
definisi:
Limfogranuloma venereum (LGV) merupakan suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis
faktor risiko:
Melakukan seks yang tidak aman (tidak menggunakan kondom, berganti-ganti pasangan, berhubungan seks dengan orang yang riwayat seksualnya tidak jelas)
Memiliki penyakit menular seksual lainnya
Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Mengidap infeksi HIV.
etiologi:
Chlamydia trachomatis, Bakteri gram negatif, bakteri obligat intraseluler, siklus perkembangannya -> 24-48 jam,
Patofisiologi LGV
organisme masuk ke pemb darah limfatik melalui mikrotrauma pada kulit atau sel epitel membran mukosa, kemudian kuman patogen menginfeksi
Stadium LGV
stadium primer
stadium sekunder
stadium tersier
CMD LGV
manifestasi klinis berdasarkan stadium
stadium dini:
lesi primer genital: bentuk ulkus dangkal, papul berkelompok
sindrom inguinal: timbul limfadenitis inguinal unilateral, gejala sistemik, demam mengggil, nausea, anoreksia
stadium lanjut:
sindrom anorectal: perdarahan anus yang diikuti duh anal yang purulent, dysuria, sakit perut bawah, konstipasi, diare
sindrom genital:
edem akibat peradangan kronis
pem. fisik:
terdapat cairan yang keluar di sekitar rektum
nyeri genitalia, inguinal lymphadenopathy
pembengkakan vulva atau labia pada wanita
pem. penunjang:
tes frei
pem, mikroskopis
kultur jaringan
polymerase chain reaction (PCR)
biopsi histopatologi
Tatalaksana LGV
terapi antibiotik sistemik:
doksisiklin tab 100 mg 2 kali sehari (21 hari)
eritromycin tab 500 mg 4 kali sehari (21 hari)
azitromisin tab 500 mg 1 kali sehari (3 minggu)
DD LGV
sifilis
chancroid ( ulkus mole)
Komplikasi dan prognosis
komplikasi:
Dapat terjadi ruptur bubonuli sehingga terbentuk sinus dan fistel
Pada komplikasi jangka panjang dapat terjadi fibrosis dan jaringan parut pada penis
Pada wanita dapat terjadi servitis, perimetritis, dan salpingitis
prognosis: Jika diobati secara dini, prognosisnya baik, tetapi jika terjadi komplikasi lanjut dapat menyebabkan kematian.
Edukasi dan pencegahan
jaga kebersihan daerah genitalia
Menggunakan kondom secara konsisten dan tepat saat melakukan hubungan seksual
Menghindari penggunaan sex toys karena dapat meningkatkan risiko penularan infeksi menular seksual
Orang yang aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan seksualnya secara rutin