Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
MODEL-MODEL EVALUASI YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN…
MODEL-MODEL EVALUASI YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Model Evaluasi Goal Attainment
Tyler menganggap bahwa evaluasi merupakan proses membandingkan antara tujuan yang ditetapkan dengan tujuan yang dapat dicapai
6 kategori dari tujuan pendidikan di Amerika
1) Tambahan informasi
2) Perkembangan dari kebiasaan kerja dan kemampuan belajar
3) Perkembangan cara berpikir yang efektif
4) Internalisasi sikap, minat, apresiasi, dan sensitivitas sosial
5) Pemeliharaan kesehatan fisik
6) Perkembangan filosofi hidup
Langkah-Langkah Evaluasi
1) Menentukan tujuan seluas-luasnya atau sasaran-sasaran
2) Mengklasifikasikan tujuan-tujuan atau sasaran-sasaran
3) Menegaskan sasaran dalam bentuk perilaku
4) Menemukan situasi-situasi dalam pencapaian tujuan yang dapat dilihat
5) Mengembangkan atau memilih teknik pengukuran
6) Mengumpulkan hasil data
7) Membandingkan hasil data dengan perilaku berdasarkan tujuan
Kelebihan
1) Penekanan evaluasi hanya pada aspek hasil saja membuat evaluasi lebih mudah dipahami, diikuti dan diimplementasikan
2) Literatur evaluasi berorientasi tujuan banyak, serta diisi dengan ide kreatif untuk mengaplikasikan pendekatan ini
3) Cara-cara melakukan pengukuran bervariasi
4) Adanya pengembangan berbagai instrumen
Kekurangan
1) Mengabaikan aspek perencanaan dan proses pada proses
pembelajaran
2) Banyak kekurangan standar penilaian yang penting untuk diobservasi
3) Ketidak sesuaiannya antara tingkat tujuan dan pelaksanaannya
4) Pengabaian nilai tujuan pendekatan evaluasi itu sendiri
5) Mengabaikan alternatif-altematif penting yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan program
6) Melalaikan konteks yang mengambil wewenang evaluasi
7) Mengabaikan hasil penting lainnya yang ditutupi oleh tujuan (hasil yang sengaja didapatkan dari kegiatan)
8) Mengabaikan fakta-fakta dari nilai program yang tidak dapat
digambarkan dengan tujuan itu sendiri
Model Evaluasi Formative
Scriven (1991) mendefisikan evaluasi formatif sebagai suatu evaluasi yang biasanya dilakukan ketika suatu produk atau program tertentu sedang dikembangkan dan biasanya dilakukan lebih dari sekali dengan tujuan untuk melakukan perbaikan
Tujuan evaluasi formatif adalah untuk memastikan tujuan yang diharapkan dapat tercapai dan untuk melakukan perbaikan suatu produk atau program
Baker (1978) mengatakan ada dua faktor yang mempengaruhi kegunaan evaluasi formatif, yaitu kontrol dan waktu
Menurut Martin Tessmer (1996) evaluasi formatif dapat dilakukan sebagai berikut
1) Review ahli (Expert Review)
2) Evaluasi orang per orang (One-To-One Evaluation)
3) Evaluasi kelompok kecil (small group)
4) Uji lapangan (field test)
Model Evaluasi Sumatif
Evaluasi sumatif merupakan evaluasi yang menilai hasil program atau akibatnya
Bebarapa keuntungan dari evaluasi sumatif meliputi:
1) Mereka bisa, jika dirancang dengan tepat, menyediakan bukti untuk sebuah
hubungan sebab - akibat
2) Menilai efek jangka panjang
3) Menyediakan data mengenai dampak program