Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Otiis media supuratif kronik - Coggle Diagram
Otiis media supuratif kronik
definisi
Otitis media supuratif kronik (OMSK) adalah suatu keadaan peradangan kronik pada telinga bagian tengah dengan perforasi membran timpani dan riwayat keluarnya sekret dari liang telinga lebih dari 2 bulan.
faktor resiko
Anak-anak di usia 6 bulan sampai 2 tahun rentan terhadap infeksi telinga, karena ukuran dan bentuk tuba eustachius dan sistem imun yang masih berkembang.
Anak-anak yang ditempatkan di penitipan anak. Mereka di kategori ini lebih rentan terserang pilek dan infeksi telinga daripada anak-anak yang tinggal di rumah.
Pemberian makan bayi. Si Kecil yang minum dari botol, terutama saat berbaring, cenderung rentan terhadap infeksi telinga daripada bayi yang disusui oleh ibunya (dengan payudara).
Kebiasaan merokok atau paparan asap rokok.
Bekerja di tempat dengan banyak polusi.
gejala
Otalgia atau nyeri telinga.
Otorrhea atau keluarnya cairan dari telinga.
Nyeri kepala.
Turunnya nafsu makan.
anatomi telinga
fisiologi pendengaran
Proses pendengaran terjadi mengikuti alur sebagai berikut: gelombang suara mencapai membran tympani, membran tympani bergetar menyebabkan tulang-tulang pendengaran bergetar. Tulang stapes yang bergetar masuk-keluar dari tingkat oval menimbulkan getaran pada perilymph di scala vestibuli
histologi
etiologi
a. Infeksi hidung dan tenggorok yang kronik atau berulang.
b. Obstruksi anatomik tuba eustakhius parsial atau total.
Gangguan fungsi tuba eustakhius yang kronik akibat
patofisiologi
OMSK berawal dari infeksi akut terlebih dahulu. Patofisiologi dari OMSK yaitu karena adanya iritasi dan inflamasi mukosa telinga tengah yang disebabkan oleh multifaktorial, diantaranya infeksi karena virus atau bakteri, gangguan fungsi tuba, alergi, sistem imun tubuh turun, lingkungan dan sosial ekonomi
klasifikasi OMSK
OMSK dapat dibagi menjadi 2 tipe yaitu tipe tubotimpani (tipe jinak) dan tipe antikoantral (tipe ganas). Tipe tubotimpani ditandai perforasi sentral atau pars tensa dan terbatas pada mukosa saja, biasanya tidak terkena tulang
cara menegakkan diagnosa
tatalaksana