Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Sejarah Partai Indonesia Partindo, Christopher Axel / XI IPS 2 / 13 -…
Sejarah Partai Indonesia Partindo
Hal-Hal yang menyebabkan Partindo berkembang
Diangkatnya Soekarno sebagai ketua cabang Bandung
Mempunyai asas dan tujuan yang tertuju pada Indonesia Merderka
Bergabungan Soekarno setelah keluar dari Penjara
Partindo aktif dalam melakukan propaganda dalam rapat-rapat terbuka
Mempunyai 71 cabang dengan anggota yang berjumlah 3.762 orang
Melakukan gerakan yang bertujuan membangun kebanggaan nasional
Penyebab Kemuduran Partindo
gubernur Jendral De Jonge memerintahkan untuk membuang Soekarno ke Ende, Flores pada tahun 1934
Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda adalah melarang para pegawai negeri untuk bergabung ke dalam Partindo
Dalam berbagai rapat terbuka yang diadakan Partindo, sering dibubarkan oleh polisi
Latar Belakang
Kepepimpinan kursi yang diambil alih oleh Sartono dan Anwari yang berusaha membuat partai baru
Soekarno diputuskan untuk dipenjara selama 4 tahun oleh Landraad Bandung
Penangkapan Tokoh-tokoh PNI yang menyebabkan kekosongan Kursi Kepepimpinan PNI
Keinginan untuk PNI dibubarkan digantikan partai yang baru
Sejarah Singkat Pendiran Partai Indonesia
Setelah Soekarno dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun penjara, maka kursi kepepimpinan yang diduduki oleh Sartono ingin membubarkan partai Baru. Keinginan tersebut diwujudkan dengan diadakan kongres luar biasa yang dihadiri berbagai cabang PNI. Dimana terjadi keputusan bahwa PNI dibubarkan dan dibentuk partai baru bernama Partai Indonesia pada tanggal 29 April 1931
Kongres-Kongres yang diadakan PNI
Kongres Pertama
Tanggal: 15-17 Mei 1932
Hasil:
munculnya slogan-slogan seperti “Indonesia Merdeka Sekarang”, “Imperialis-Menentang Kebangsaan”, dan lain-lain
Kongres Kedua
konsep marhaenisme dan menyampaikan konsep sosio-nasionalis dan sosio-demokratisnya.
Pada
Juli 1933
Hal-Hal penting selama Perkembangangan PNI
(Februari 1935) Partindo keluar dari PPPKI karena keikutsertaanya dalam PPPKI menyebabkan larangan pemerintah untuk mengadakan konggres Indonesia Raya
(Mei 1933), Partindo menggabungkan diri dengan PPPKI dan mengadakan konggres Indonesia Raya tanggal 22-25 Desember di Surakarta
Hal-Hal yang menyebabkan terjadi pembubaran Partindo
Berkurangnya kegiatan di lapangan politik
terjadi pengasingan terhadap pemimpin-pemimpin Partindo
imbul suara-suara agar Partindo dan PNI-Baru dibubarkan dan sebagai gantinya didirikan partai baru. Hidup
Partindo memutuskan untuk membubarkan diri pada pertengahan November 1936.
Christopher Axel / XI IPS 2 / 13