Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
PPOK - Coggle Diagram
PPOK
Rokok
Kandungan
Nikotin
Aseton
amonia
Arsenik
kadmium
Formaldehida
Tar
karbon monoksida
Benzena
Hidrogen Sianida
Efek
asma, infeksi paru-paru, kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker paru-paru, serangan jantung, stroke, dan demensia, disfungsi ereksi (impoten).
Jenis
Rokok kretek
Rokok putih
Kawung
sigaret
Cerutu
klobot
Rokok filter
non filter
Sigaret kretek tangan
sigaret kretek mesin
DMC PPOK
Anamnesis
Menanyakan keluhan utama,OLDCART,keluhan tambahan serta riwayat2 yg lain .pada PPOK biasanya yang muncul sesak nafas
Manifestasi klinis
Sesak napas akut
Progresif (sesak bertambah berat seiring berjalannya waktu)
Bertambah berat dengan aktivitas, berkurang saat istirahat
Persisten (menetap sepanjang hari)/terus-menerus
Pasien mengeluh “Perlu usaha untuk bernafas”
Berat, sukar bernapas, terengah-engah
• Kadang-kadang disertai mengi
• Batuk kering atau dengan dahak yang produktif
Batuk kronik : hilang timbul dan mungkin tidak berdahak
Batuk kronik berdahak : (+) PPOK
• Rasa berat di dada
• Usia tua/lanjut
• Perokok
• Terpapar asap rokok
• Tepapar debu dan polusi udara
• Tepapar bahan kimia di tempat kerja
• Infeksi paru
• Status sosial-ekonomi yang buruk
• Nutrisi yang buruk
Pemeriksaan fisik
Inspeksi :
Pursed lips breathing (+)
Dada emfisematous
Dapat juga barrel chest
Ekstremitas atas : nicotin staining (+/+), clubbing finger (+/+)
Ekstremitas bawah : clubbing finger (+/+)
Hiperinflasi paru, iga horizontal
Abdomen menonjol keluar
Hemidiafragma mendatar
Penggunaan oto bantu nafas
Bila terjadi gagal jantung kanan, terlihat denyut vena jugularis di leher dan edema tungkai.
Hipertropi otot bantu napas
Pelebaran sela iga
Penampilan pink puffer (Emfisema)
-Penderita kurus, kulit kemerahan dan pernapasan
pursed lips breathing .
Penampilan blue bloater (Bronkitis Kronik)
-Penderita gemuk sianosis, edema tungkai, ronki
basah di basal paru
• Palpasi :
Stem fremitus kiri dan kanan melemah
Sela iga melebar
• Perkusi :
Hipersonor kiri dan kanan
Batas jantung mengecil
Letak diafragma rendah
Hepar terdorong ke bawah
• Auskultasi :
Suara vesikuler normal atau melemah
Dapat dijumpai mengi
Bisa terdapat ronki basah kasar
Bisa terdapat wheezing pada kedua lapangan bparu
Bunyi jantung terdengar lebih keras di xiphoideus
Patogenesis PPOK
ventilasi, difusi dan perfusi.
Ventilasi adalah proses masuk dan keluarnya udara dari dalam paru. Difusi adalah peristiwa pertukaran gas antara alveolus dan pembuluh darah, sedangkan perfusi adalah distribusi darah yang sudah teroksigenasi. Gangguan ventilasi terdiri dari gangguan restriksi yaitu gangguan pengembangan par
Definisi
PPOK adalah penyakit paru obstruksi kronik yang ditandai oleh hambatan aliran udara di saluran napas yang bersifat progressif nonreversibel atau reversibel parsial.
Klasifikasi
Klasifikasi berdasarkan derajat
Derajat 0
Derajat 1
Derajat 2
Derajat 3
Derajat 4
Patofisiologi sesak nafas
Sesak nafas terjadi karena tubuh membutuhkan oksigen lebih banyak dari sebelumnya. Hal itu menyebabkan Anda bernafas lebih cepat untuk mencoba meningkatkan aliran udara yang kaya oksigen ke paru-paru. Dari paru-paru, oksigen masuk ke aliran darah dan oleh jantung dipompa ke seluruh tubuh.
Etiologi
Merokok, baik aktif maupun pasif, merupakan penyebab utama PPOK. Diperkirakan sekitar 80–90% kasus PPOK disebabkan oleh kebiasaan merokok atau menghirup asap rokok dalam jangka panjang.
Faktor resiko
faktor pejamu, faktor perilaku merokok, dan faktor lingkungan. Faktor risiko utama dari PPOK adalah merokok
Pandangan Islam terhadap rokok
Para ulama menegaskan haramnya merokok berdasarkan kesepakatan para dokter di masa itu, yang menyatakan bahwa rokok sangat berbahaya terhadap kesehatan tubuh. Ia dapat merusak jantung, penyebab batuk kronis, mempersempit aliran darah yang menyebabkan tidak lancarnya darah dan berakhir dengan kematian mendadak.
Diagnosa banding PPOK
Asma
• SOPT (Sindroma Obstruksi Pascatuberculosis)
• Pneumotoraks
• Gagal jantung kronik
• Cor Pulmonale Chronicum
• Bronkitis akut
• Bronkiektasis
PPOK Stabil
Tatalaksana awal
Pemberian Oksigen nasal kanul 3-4 l/i
• Menyiapkan set nebulizer
• Menuangkan obat Salbutamol ke dalam tempat obat nebulizer
• Menuangkan obat Salbutamol + Ipatropium bromide ke dalam tempat obat nebulizer
• Melakukan injeksi Dexamethasone 5 mg iv jika perlu (serangan sedang-berat) dan nebul kedua 20 menit kemudian
Komplikasi dan prognosis
Prognosis dari PPOK cukup buruk, karena PPOK tidak dapat disembuhkan secara permanen, 30% penderita dengan sumbatan yang berat akan meninggal dalam waktu satu tahun, 95% meninggal dalam waktu 10 tahun. Ini terjadi oleh karena kegagalan napas, pneumonia, aritmia jantung atau emboli paru
Pencegahan dan edukasi
Para ulama menegaskan haramnya merokok berdasarkan kesepakatan para dokter di masa itu, yang menyatakan bahwa rokok sangat berbahaya terhadap kesehatan tubuh. Ia dapat merusak jantung, penyebab batuk kronis, mempersempit aliran darah yang menyebabkan tidak lancarnya darah dan berakhir dengan kematian mendadak.
Pemeriksaan penunjang
Tes Faal Paru
Radiologi (foto toraks)
Analisa gas darah