Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Pencegahan cardiovaskular_suci wulandari_1908260103 - Coggle Diagram
Pencegahan cardiovaskular_suci wulandari_1908260103
DEFENISI PJK
kondisi ketika arteri koroner tersumbat oleh timbunan lemak. Penyakit ini menimbulkan keluhan berupa nyeri dada, sesak napas, dan gejala serangan jantung. Jika dibiarkan, penyakit jantung koroner dapat menyebabkan gagal jantung
KLASIFIKASI PJK
Silent Ischaemia
Angina Pectoris
Infark Miocard Akut (Serangan Jantung).
ETIOLOGI PJK
Penyakit jantung koroner disebabkan oleh kerusakan pada arteri koroner. Kerusakan tersebut terutama disebabkan oleh penumpukan ateroma di dinding arteri. Ateroma adalah senyawa yang terdiri dari kolesterol dan zat sisa hasil metabolisme tubuh.
Ateroma yang terus menumpuk dapat menyebabkan dinding arteri menyempit sehingga aliran darah ke jantung menjadi terhambat. Kondisi ini disebut dengan aterosklerosis.
FAKTOR RESIKO
Rokok
Diabetes
Trombosis
Tekanan darah tinggi
Kolesterol tinggi
obesitas
kurang aktivitas fisik
pola makan tidak sehat
SCORE
KLASIFIKASI PENCEGAHAN
PRETEST PROBABILITY
Ini didefinisikan sebagai kemungkinan orang yang diskrining memiliki penyakit
KOMPLIKASI
Angina atau nyeri dada, akibat menyempitnya arteri sehingga jantung tidak mendapatkan cukup darah
Serangan jantung, akibat arteri yang tersumbat sepenuhnya oleh tumpukan lemak atau gumpalan darah
Gagal jantung, akibat kondisi jantung yang tidak cukup kuat untuk memompa darah
Gangguan irama jantung (aritmia), akibat kurangnya suplai darah ke jantung atau kerusakan di jaringan jantung yang memengaruhi impuls listrik jantung.
PROGNOSIS PJK
Prognosis pasien dengan angina pektoris lebih buruk dibandingkan prognosis pasien nyeri dada non kardiak. Berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskuler juga turut memperburuk luaran klinis pada pasien angina pektoris. Data yang ada belum cukup mutakhir untuk menggambarkan prognosis pasien angina pektoris di komunitas sebab mayoritas data berasal dari register penelitian farmakologi dan intervensi koroner serta kurang heterogen dalam hal karakteristik etnis dan klinis pada populasi pasien.
EDUKASI
Edukasi pada pasien tentang manajemen faktor risiko kardiovaskuler yang dapat dimodifikasi sama pentingnya dengan komponen terapi lainnya. Faktor risiko tersebut antara lain merokok, aktivitas fisik rendah, kegemukan, dislipidemia, hipertensi arterial, dan diabetes.
PENGENDALIAN RESIKO PADA INDIVIDU
diet, aktifitas fisik, BB ideal
berhenti merokok
pengendalian resiko pada populasi
kebijakan nutrisi
nikotin
aktifitas fisik
CMD PJK
anamnesis
pemeriksaan fisik
pemeriksaan penunjang