Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Sistem Koordinasi, Daffa ryanza harahap 2208260043 - Coggle Diagram
Sistem Koordinasi
Sumber energi kontraksi otot
ATP
ATP kemudian dipecah menjadi ADP+P+E agar bisa menggerakkan kepala miosin untuk menarik aktin ke garis M
fosfokeratin
dapat langsung digunakan oleh otot
penggunaan energi cepat habis (5-8 detik)
mengandung banyak ATP
asam piruvat dan asam laktat
otot mudah mengalami kelelehan dalam beberapa menit
dibentuk dari proses glikolisis glikogen
fosforilasi oksidatif
membutuhkan waktu yang lama untuk menghasilkan energi
umumnya 95% energi otot berasal dari energi ini
kombinasi antara oksigen dan produk glikolisis
proses penghantaran impuls
perjalanan impuls
saltatory conduction
refractory period
absolute
relative
contiguous conduction
penghantaran impuls melawati sinaps
penghantaran impuls melawati sel saraf
Sinaps dan neuromuscular juntion
neuromuscular juntion
sinaps
berdasarkan penghubungnya
sinaps aksodenetrik
sinaps aksoaksonik
sinaps aksosomatik
jenis sinaps
Sinaps kimiawi
Sinaps listrik
Sistem saraf afferent dan efferent
Sistem saraf afferent
Menghantarkan impuls dari SST ke SSP
Bekerja secara ascending
reseptor
penciuman
perasa
pendengaran
penglihatan
peraba
Sistem saraf efferent
Menghantarkan impuls dari SSP ke SST
Bekerja secara descending
Efektor
Somatik
bersifat volunter
contoh: menggerakan tangan dan kaki
Berperan dalam pergerakan organ atau anggota tubuh
Otonom
mengatur organ-organ dan kelenjar bekerja
bekerja tanpa harus diperintah, dan tidak disadari pergerakannya
contoh: detak jantung, gerakan saluran pencernaan
Simpatik dan Parasimpatik
Simpatik
Bekerja saat terjadi atar adaya ancaman
Parasimpatik
Mengontrol homeostasis tubuh pada saat istirahat, antar proses santai setelah saraf simpatik bekerja
Perbedaan kontraksi otot cepat dan lambat
Serat otot lambat (Slow Twitch)
mempunyai mitokondria dan mioglobin yang banyak
serabut aerobik
miosin ATP-ase yang lambat
Serat otot cepat (serat otot cepat)
mempunayai mitokondria dan mioglobin yang sedikit
serabut anaerobi
miosin ATP-ase yang cepat
Kecepatan kontraksi 5-6 kali lebih cepat dan slow switch
Datangnya stimulus
potensial aksi
repolarisasi
hyperpolarisasi
depolarisasi
potensial aksi merambat menuju retikuum sarkoplasma melalui tubulus T
ion Ca berikatan dengan troponin
troponin membebaskan tropomiosin dan kepala miosin bisa berikatan dengan aktin pada binding site
Canal ion Ca terbuka dan melepaskan ion Ca
terjadi proses sliding filament dan kontraksi terbentuk
Daffa ryanza harahap 2208260043