Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
LEARNING ISSUE - Coggle Diagram
LEARNING ISSUE
SISTEM SARAF PUSAT
ORGAN SISTEM SARAF PUSAT
Enchephalon (Brain)
- Medulla Spinalis (Spinal Cord)
SISTEM SARAF TEPI
ORGAN SISTEM SARAF TEPI
Nervus Craniales
- Nervus Spinales
SEL SEL SARAF
Sel saraf (neuron) memiliki bentuk yang khas.
Sel saraf
terdiri dari bagian-bagian:
Badan sel saraf, serabut saraf dendrit dan serabut saraf
neurit (atau akson). Badan sel saraf terdiri dari sitoplasma,
butir-butir Nissl dan inti sel.
Serabut saraf dendrit berupa serabut saraf berukuran
pendek, berjumlah banyak dan bercabang banyak.
Sedangkan akson berukuran panjang, biasanya hanya
satu,diselimuti oleh selubung myelin berupa sel-sel
Schwan serta bercabang menuju sinapsis.. Di antara sel-sel
Schwan terdapat celah yang disebut nodus Ranvier
Bagian-bagian sel saraf memiliki fungsi yang berbeda, yaitu:
Serabut saraf dendrit: menghantarkan rangsang (impuls) dari
luar sel saraf menuju ke badan sel saraf.
Badan sel saraf: tempat metabolisme sel saraf.
Serabut saraf akson (=neurit): menghantarkan rangsang
(impuls) dari badan sel saraf menuju ke luar badan sel saraf.
Persambungan (sinapsis): tempat pertemuan ujung akson sel
saraf dengan ujung dendrit sel saraf lainnya,sehingga
merupakan tempat perpindahan impuls menuju
sel saraf lainnya.
PERKEMBANGAN SISTEM SARAF PADA JANIN
Perkembangan otak janin adalah proses kompleks selama masa kehamilan.pada usia kehamilan sekitar minggu ke-5 perkembangan otak janin sudah dimulai.
Pada minggu ke-6 atau minggu ke-7, tabung saraf menutup.
Tabung saraf adalah bagian tubuh janin yang akan menjadi otak dan sumsum tulang belakang (spinal).
Setelah itu,otak janin akan membentuk 5 bagian utama, yang masing-masing bertanggung jawab atas aspek berbeda hingga ia lahir nanti, yaitu:
Otak besar (cerebrum): bagian otak yang bertanggung jawab untuk berpikir, mengingat, dan merasakan apa yang terjadi di bagian otak ini.
Otak kecil (cerebellum): bagian otak ini bertanggung jawab untuk kontrol motorik, yang memungkinkan bayi untuk menggerakkan tangan dan kaki mereka.
Batang otak: memiliki peran utama untuk menjaga tubuh tetap hidup. Tugas itu termasuk terjadinya pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah.
Kelenjar pituitari: bertugas melepaskan sebagian besar hormon dalam tubuh yang mengarahkan metabolisme, ovulasi, pertumbuhan, dan banyak lagi.
Hipotalamus: bertugas mengatur suhu tubuh, isyarat lapar dan haus, tidur, dan emosi.