Leptospirosis
(Demam Tinggi & Menggigil)
Mekanisme Demam
Proses terjadinya demam dimulai dari stimulasi sel-sel darah putih (monosit,limfosit, dan neutrofil) oleh pirogen eksogen baik berupa toksin, mediator inflamasi, atau reaksi imun. Sel-sel darah putih tersebut akan mnegeluarkan zat kimia yang dikenal dengan pirogen endogen (IL-1, IL-6, TNF-α, dan IFN11).Pirogen eksogen endotelium hipotalamus untuk membentuk prostaglandin.Prostaglandin yang terbentuk kemudian akan meningkatkan patokan termostat di pusat termoregulasi hipotalamus. Hipotalamus akan menganggap suhu sekarang lebih rendah dari suhu patokan yang baru sehingga ini memicu mekanismemekanisme untuk meningkatkan panas antara lain menggigil, vasokontriksi kulit dan mekanisme volunter seperti memakai selimut. Sehingga akan terjadipeningkatan produksi panas dan penurunan pengurangan panas.
Definisi & Etiologi Leptospirosis
Definisi
Penyakit zoonosis akut disebabkan oleh bakteri Leptospira dengan spektrum penyakit yang luas dan dapat menyebabkan
kematian
Etiologi
Bakteri Leptospira sp. Bakteri ini merupakan bakteri gram negatif spirochete yang bisa menginfeksi manusia dan hewan dengan cara menginvasi kulit yang terluka maupun mukosa.
Morfologi & Siklus Hidup Leptospira
Morfologi
Bakteri ini merupakan bakteri gram negatif, berbentuk pegas, lansing, lentur, tumbuh lambat pada kondisi aerob, tumbuh. optimum pada suhu 28 C-30°C, dengan ukuran panjang 5-25 μm, diameter 0,1-0,3 μm, dan panjang gelombang 0,5 μm. Bakteri Leptospira memiliki flagella internal yang khas, sehingga dapat masuk ke dalam jaringan.
Siklus Hidup
Leptospira dapat hidup beberapa waktu dalam air dan alam terbuka. Iklim yang sesuai untuk perkembangan leptospira ialah udara hangat (25oC), tanah basah/ lembab,dan pH tanah 6,2-8. Leptospira dapat bertahan hidup di tanah yang sesuai sampai 43 hari dan di dalam air dapat hidup berminggu-minggu lamanya
Faktor Resiko Leptospirosis
- Orang yang bekerja di luar ruangan atau dengan binatang, seperti petani, dokter hewan, tukang daging, pekerja selokan, pekerja rumah potong hewan, dan lain-lain.
- Orang yang berkemah.
- Tentara.
- Pekerja tambang
- Orang yang mandi di danau, sungai, atau kanal air tawar.
Patofisiologi Leptospirosis
Diawali dengan masuknya bakteri Leptospira melalui kulit yang terluka, membran mukosa, atau konjungtiva. Manusia umumnya tertular lewat paparan dengan cairan tubuh hewan, terutama urine. Paparan dapat terjadi secara langsung maupun secara tidak langsung lewat kontak dengan air dan tanah yang telah terkontaminasi cairan tubuh hewan.
Diagnosis Banding Demam Disertai Menggigil
- Demam berdarah dengue
- Malaria
- Leptospirosis
- Demam Tipoid
- Demam Cikungunya
- Demam Dengue
Diagnosis Banding Leptospirosis
- Influenza
- Demam berdarah dengue
- Yellow fever
- Pielonefritis
- Toksoplasmosis
- Rickettsiosis
- Malaria
- Meningitis Aseptik
- Demam tifoid
- Hepatitis
Cara Menegakkan Diagnosis Leptospirosis
Gejala
- Demam tinggi hingga menggigil
- Nyeri kepala
- Nyeri otot khususnya di daerah betis
- Sakit tenggorokan disertai batuk kering
- Mata merah dan kulit menguning
- Muntah-muntah dan diserai diare
Pemeriksaan Fisik
- Conjuctival suffusion
- Nyeri tekan di daerah betis
- Limfadenopati
- Splenogemali
- Hepatomegali
- Rash makulopapular bisa ditemukan meskipun jarang
- Kelainan mata: uveitis, iridosklitis
Pemeriksaan Penunjang
- Tes urine, untuk melihat keberadaaan bakteri leptospira dalam urine
- Tes darah, untuk melihat adanya bakteri dalam aliran darah, dan antibodi dalam tubuh. Pemeriksaan antibodi dalam darah perlu diulang lagi dalam waktu satu minggu untuk memastikan hasilnya, karena hasil positif bisa saja ditunjukkan dari infeksi lain yang terjadi sebelumnya.
- Pemeriksaan fungsi ginjal, untuk melihat kondisi ginjal dan infeksi bakteri ini pada ginjal.
- Pemeriksaan fungsi hati.
- Foto Rontgen paru, untuk melihat apakah infeksi sudah menyebar hingga ke organ paru-paru.
Komplikasi Leptospirosis
- Gagal ginjal akut (95% dari kasus)
- Gagal hepar akut (72% dari kasus)
- Gangguan respirasi akut (38% dari kasus)
- Gangguan kardiovaskuler akut (33% dari kasus)
- Pankreatitis akut (25% dari kasus)
Tatalaksana Leptospirosis
Terapi untuk khusus Leptospirosis ringan
Doksisiklin 2X100 mg selama 7 (tujuh) hari 1. Amoksisilin 3X500mg/hari pada orang dewasa;
Alternatif
- Amoksisilin 3X500mg/hari pada orang dewasa;
- Atau 10-20mg/kgBB per8 jam pada anak selama 7 hari;
- Bila alergi Amoksisilin dapat diberikan Makrolid
Terapi kasus leptospirosis berat
- Ceftriaxon 1-2 gram iv selama 7 (tujuh) hari ;
- Penisilin Prokalin 1.5 juta unit im per 6 jam selama 7 (tujuh) hari
- Ampisilin 4 X 1 gram iv per hari selama 7 (tujuh) hari;
Apabila menunjukan gejala Leptospirosis berat yaitu kasus suspek dan kasus probable yang di Sertai gejala/tanda klinis ikterus, manifestasi pendarahan, anuria/ oliguria, sesak nafas atau aritmia jantung.Leptospirosis berat harus dirawat/dirujuk di Rumah sakit
Edukasi dan Prognosis Leptospirosis
Edukasi
Mencuci tangan dan kaki dengan sabun bila terpapar air atau tanah kotor, menyimpan makanan dan minuman dengan aman, menggunakan alas kaki, membersihkan lingkungan sekitar, dan tidak membuang sampah sembarangan untuk mencegah banjir.
Prognosis
Prognosis leptospirosis atau Weil’s disease tergantung pada status imunologis tubuh penderita, usia penderita, status gizi pasien, penyakit penyerta, serta kecepatan dan ketepatan tata laksana. Sebagian besar kasus leptospirosis adalah kasus yang ringan. Namun, orang usia tua, pasien dengan keadaan gizi yang buruk, pasien yang memiliki gangguan imunitas, dan pasien yang memiliki penyakit penyerta seperti gagal ginjal umumnya memiliki risiko mortalitas yang tinggi.
Teuku Baihaqi Septiady
2108260075
SGD 9