Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
DIFTERI SUCI WULANDARI_1908260103, SUCI WULANDARI 1908260103 - Coggle…
DIFTERI
SUCI WULANDARI_1908260103
Definisi
Difteri adalah infeksi bakteri pada hidung dan tenggorokan
Etiologi
Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria, yang dapat menyebar dari orang ke orang.
Faktor risiko
Tinggal di area padat penduduk atau buruk kebersihannya
Bepergian ke wilayah yang sedang terjadi wabah difteri
Memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya karena menderita AIDS
Manifestasi klinis
Batuk
Pilek
Demam
Menggigil
Lemas
Sakit tenggorokan
Suara serak
Komplikasi
Radang otot jantung (miokarditis)
Pneumonia atau infeksi paru-paru
Gagal ginjal
Kerusakan saraf
Kelumpuhan
Pencegahan & edukasi
Melakukan vaksin
Imunisasi tambahan
Menghentikan transmisi difteri dengan pemberian prophilaksis terhadap kontak dan karie
Melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) di daerah KLB difteri
Penguatan imunisasi rutin difteri sesuai dengan program imunisasi nasional
Patofisiologi
Corynebacterium diphteriae masuk ke saluran pernapasan Menempel pada lapisan superticial lesi kulit atau mukosa pernapasan Membentuk pseudomembran dan melepaskan eksotoksin polipeptida 62 KD kuat dan menginduksi reaksi radang local Kelenjar getah bening membengkak dan mengandung toksin. Terjadi nekrosis jaringan lokal Infeksi saluran pernapasan
Klasifikasi
Berdasarkan berat ringan penyakit
Ringan
pseudomembran terbatas pada mukosa hidung dengan gejala hanya nyeri menelan
Sedang
pseudomembran menyebar lebih luas sampai dinding post faring dg edema laring. Dapat diatasi da pengobatan konservatit
Berat
ada sumbatan jalan nafas, dapat disertai gejala komplikasi miokarditis/paralisis. Hanya dapat diatasi dg trakeostomi
Berdasarkan letak
Difteri hidung
gejala awal: pilek. Bisa epistaksis. Terdapat membrane putih pd septum nasi
Tonsil laring
→timbul pseudomembran di daerah tonsil dan dinding faring, meluas ke uvula dan pallatum molle.
CMD
Anamnesis
RPK
RPT
Keluhan utama
Riw gizi
Identitas pribadi
Riw. Lingkungan & kebiasaan
Pemfis
Vital sign
Tekanan darah menurun
Suhu <38°C
RR meningkat
Nadi meningkat
Auskultasi : nafas cepat dan dangkal
Inspeksi: anoreksia, dijumpai pseudomembaran, lidah kotor
Pem penunjang
EKG
Schick tes
Cairan serebrospinalis
Tatalaksana
Pengobatan umum
⚫Pasien diisolasi sampai masa akut terlampaui dan biakan hapusan tenggorok negative 2 kali berturut-turut
Istirahat tirah baring selama kurang lebih 2-3 minggu. pemberian cairan serta diet yang adekuat, makanan lunak yang mudah dicerna, cukup mengandung protein dan kalori
-Khusus pada difteri laring dijaga agar nafas tetap bebas serta dijaga kelembaban udara dengan menggunakan nebulizer
Pengobatan khusus
Antitoksin : Anti Diptheria Serum (ADS)
Uji kulit
Uji mata
Antibiotik
Prognosis tergantung pada
Umur pasien
Perjalanan penyakit
Letak lesi difteria
Keadaan umum pasien
Komplikasi miokarditis
Pengobatan terlambat pemberian ADS
Diagnosis banding
Epiglotis
Faringitis
Mononukleus infeksius
SUCI WULANDARI
1908260103