Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Dengue Haemorrhagic Fever - Coggle Diagram
Dengue Haemorrhagic Fever
Komplikasi, Prognosis dan Edukasi pencegahan
Komplikasi --> kerusakan hati, kardiomiopati, pneumonia, kejang, encefalopati, encefalitis, asidosis metabolik, perdarahan hebat, kegagalan multi organ, disfungsi ginjal
prognosis --> bergantung keadaan pasien saat datang ke faskes dan sangat berbahaya jika tidak terobati dengan baik
pencegahan --> pengendalian vektor (periksa dan berantas sarang nyamuk disekitar rumah), vaksin dengue secepatnya
Edukasi --> komunikasikan kepada keluarga pasien agar selalu memantau keadaan pasien jika terdapat keadaan warning sign, asupan cairan adekuat, edukasi obat
Diagnosis Banding
Diagnosis Banding Infeksi (Malaria, influenza, zika, chikungunya, measles, yellow fever, demam dengue, demam tifoid, dengue syock syndrome, campak, covid-19, meningitis, leptospirosis, roseola infantum, demam scarlet, demam ross river)
Diagnosis Banding non-infeksi (Leukemia akut dan keganasan lainnya, rheumatoid arthritis, efusi pleura, albuminemia)
Penegakkan Diagnosa
Pemeriksaan Penunjang
darah lengkap, test fungsi hati, serologis dengue IgM dan igG, analisa gas darah, albumin, ELISA, polymerasa chain reaction
Kriteria DHF
demam (onset akut, tinggi, 2-7 hari), manifestasi perdarahan diikuti tes torniquet positif, pembesaran hati, syok (takikardia, hipotensi), trombositopenia, hemokonsentrasi
Pemeriksaan Fisik
lakukan pemeriksaan fisik head to toe secara sistematis dan lakukan tes torniquet
Anamnesis
lakukan anamnesis singkat dan sistematis untuk menentukan diagnosa secara akurat dan tepat agar dapat di tatalaksana secepatnya
Patofisiologi Demam
patofisiologi --> sebagai respons terhadap rangsangan pirogenik, maka monosit, makrofag, dan sel sel kupffer akan mengeluarkan suatu zat kimia yang disebut sebagai zat pirogen endogen (IL-1, TNFa, IL-6, dan interferon) yang bekerja pada pusat thermoregulasi hipotalamus untuk meningkatkan patokan thermostat. menggigil merupakan respon meningkatnya produksi panas, sementara vasokonstriksi kulit untuk mengurangi pengeluaran panas --> pembentukan demam ini sebagai respons terhadap rangsangan pirogenik adalah suatu hal yang disengaja dan bukan disebabkan oleh kerusakan mekanisme termoregulasi
Tatalaksana DHF
pengobatan diberikan berdasarkan tingkat keparahan berdasarkan klinis pasien saat datang ke fasilitas kesehatan
pasien diberikan terapi cairan untuk menstabilkan hemodinamik pasien dan selalu monitoring keadaan pasien jangan sampai adanya warning sign selama proses pengobatan
Farmakoterapi --> untuk penurunan demam diberikan parasetamol saja dan tidak boleh diberikan aspiran maupun NSAID lainnya. anti virus tidak direkomendasikan
Klasifikasi Demam dan Derajat DHF
Derajat DHF (demam dengue --> tidak terdapat kebocoran plasma, DHF 1 --> test torniquet postif dan adanya kebocoran plasma, DHF 2 --> terdapat perdarahan spontan, DHF 3 --> kegagalan sirkulasi, DHF 4 --> pasien dalam keadaan syok dengan tekanan darah tidak terdeteksi dan nadi
Klasifikasi Demam (Demam Septik, demam remitten, demam intermitten, demam kontinyu, demam siklik)
Definisi, Etiologi, Faktor Risiko
penyebab infeksi dengue oleh karena nyamuk aedes aegypti dan aedes albopticus dengan serotive DENV 1-4
Faktor Risiko meliputi lingkungan dengan genangan air, ruangan yang tertutup, kualitas pencahayaan yang buruk, suhu diatas 18 C, pakaian tergantung, lingkungan padat
DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus
Patofisiologi DHF
patofisiologi --> respon hemokonsentrasi merupakan renjatan akibat kebocoran plasma karena proses imunologi --> terdapat 2 teori yaitu, teori virulensi dan hipotesis infeksi sekunder. teori virulensi (ekpresi fenotipik dari perubahan genetik dalam genom virus akan menyebabkan peningkatan replikasi virus dan viremia, peningkatan virulensi dan mempunyai potensi untuk menimbulkan wabah) teori infeksi sekunder (antibodi spesifik terhadap jenis virus tertentu maka antibodi akan dapat mencegah penyakit, namun responnya akan terbalik jika terjadi dalam tubuh)