Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
URETEROLITHIASIS, SITI AMNAH REZEKI NST (2008260245) - Coggle Diagram
URETEROLITHIASIS
Definisi, etiologi, faktor risiko ureterolithiasis
Urolithiasis adalah suatu kondisi dimana dalam saluran kemih individu terbentuk batu berupa kristal yang mengendap dari urin
Penyebab terjadinya urolithiasis karena adanya kelainan bawaan pada pelvikalis (stenosis uretro-pelvis), divertikel, obstruksi intravesiko kronik, seperti Benign Prostate Hyperplasia (BPH), striktur dan buli-buli neurogenik merupakan keadaan keadaan yang memudahkan terjadinya pembentukan batu
Faktor yang beresiko: Jenis kelamin, umur, riwayat keluarga, obesitas, lingkungan, pekerjaan, dan asupan cairan.
Patofisiologi ureterolithiasis
Patofisiologi urolithiasis melibatkan proses nukleasi, pertumbuhan, agregasi, dan retensi kristal. Proses pembentukan batu bergantung pada volume urin, konsentrasi ion kalsium, fosfat, oksalat, dan natrium. Tingkat ion yang tinggi, volume urin yang rendah, pH rendah, dan kadar sitrat yang rendah menyebabkan pembentukan urolithiasis.
Nukleasi merupakan pembentukan kristal padat dalam larutan. Fase nukleasi kristal menjadi langkah pertama pembentukan batu dengan terbentuknya kristal batu yang tersusun dari supersaturasi urin yang berada dalam konsentrasi tinggi dan mengkristal dalam parenkim ginjal.
Komplikasi & prognosis ureterolithiasis
Komplikasi serius yang dapat terjadi pada urolithiasis, antara lain pembentukan abses,hidronefrosis terinfeksi, infeksi renal, pembentukan fistula saluran kemih, jaringan parut dan stenosis ureter, perforasi ureter, ekstravasasi, urosepsis, serta tidak berfungsinya renal akibat obstruksi lama.
Prognosis urolithiasis baik, di mana sekitar 80-85% batu dapat keluar secara spontan. Adanya komplikasi, seperti obstruksi traktus urinarius dan infeksi saluran kemih bagian atas, dapat meningkatkan morbiditas sehingga memerlukan intervensi segera.
Perbedaan nyeri kolik & non kolik
Nyeri kolik terjadi karena adanya stagnansi batu pada saluran kemih sehingga terjadi resistensi dan iritabilitas pada jaringan di sekitar. Sedangkan Nyeri kolik juga karena adanya aktivitas peristaltik otot polos sistem kalises ataupun ureter meningkat dalam usaha untuk mengeluarkan batu pada saluran kemih.
Jenis - jenis batu saluran kemih
Batu asam urat, batu kalsium, batu struvit (batu infeksi karena infeksi saluran kemih)
Tanda & gejala ureterolithiasis
Nyeri kolik, hematuria, demam (jika ada infeksi), mual muntah, retensi urin, anuria, nyeri ketok sudut costovebral angel.
Diagnosa banding ureterolithiasis
Batu ureter, batu buli, batu uretra, batu saluran kemih.
Tatalaksana farmakologi awal ureterolithiasis
Atasi keluhan dengan analgetik, NSAID. Medikamentosa: alpha blocker / alkalinisasi urin. Konservatif (batu keluar sendiri).
Tatalaksana non farmakologi ureterolithiasis
Operasi terbuka (nefrolitotomi, dll). Operasi endourologi (PCNL / RIRS).
Edukasi & pencegahan ureterolithiasis
Minum air putih yang cukup 2-2,5 L/hari, Hindari konsumsi soda, teh, alcohol, kopi, diet rendah purin, kurangi mengonsumsi kacang - kacangan, garam, daging dan produk hewal lainnya, olahraga, hindari stres, jgn sering menahan BAK.
SITI AMNAH REZEKI NST (2008260245)