Stunting merupakan masalah pada tumbuh kembang anak yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis sehingga anak menjadi pendek dari usianya. Masalah kekurangan gizi terjadi ketika bayi dalam kandungan hingga pada masa awal bayi dilahirkan. Namun kondisi ini baru terlihat setelah bayi berusia 2 tahun (Simbolon & Batbual, 2019). Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 sekitar 37% atau hampir 9 juta anak balita di Indonesia mengalami stunting. Indonesia menjadi negara terbesar kelima dengan prevalensi stunting (Beal, dkk, 2018). Hal itu memberikan dampak negatif bagi anak yaitu tingkat kecerdasan anak tidak maksimal, anak menjadi rentan terhadap penyakit, dan berpotensi mengalami penurunan tingkat produktivitas di masa depan. Jika dampak secara luas, stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, memperlebar ketimpangan, dan meningkatkan kemiskinan