Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Klasifikasi, Identifikasi, dan Deteksi Mikroorganisme Rongga Mulut -…
Klasifikasi, Identifikasi, dan Deteksi Mikroorganisme Rongga Mulut
Karakteristik Oral Microbial untuk Klasifikasi
Fermentasi Karbohidrat
Banyak kelompok bakteri mulut mampu memfermentasi gula 🡪 untuk pembentukan energi pada mikroba oral
Contoh : Streptococcus mutans 🡪 memiliki kemampuan karogenik 🡺 karies gigi
Penggunaan laktat sebagai sumber energi
Laktat = limbah dari proses fermentasi karbohidrat
Contoh : Veillonella sp.
Atmospheric Requirements
Anaerob fakultatif → menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi melalui respirasi jika terdapat oksigen, tetapi dapat menggunakan jalur fermentasi untuk mensintesis ATP jika tidak tersedia oksigen yang cukup (misalnya bakteri mulut seperti streptokokus mutans, E. coli)
Anaerob obligat → tidak dapat tumbuh dengan adanya oksigen karena mereka kekurangan superoksida dismutase, atau katalase, atau keduanya (misalnya Porphyromonas gingivalis)
Aerob obligat → membutuhkan oksigen untuk tumbuh karena sistem penghasil adenosin trifosfat (ATP) mereka bergantung pada oksigen sebagai akseptor hidrogen (misalnya M. tuberculosis)
Mikroaerofil → tumbuh paling baik pada konsentrasi oksigen rendah (misalnya, Campylobacter fetus)
Morfologi Bentuk Sel
basil (berbentuk batang)
spirochaeta (heliks)
kokus (bulat)
Beberapa bakteri dengan bentuk bervariasi, muncul baik sebagai bentuk kokus dan basiler, disebut pleomorfik (pleo: banyak; morfik: berbentuk)
Tujuan deteksi dan identifikasi mikroorganisme dalam kaitannya dengan aplikasi klinik
Tujuan
Identifikasi mikroorganisme memungkinkan untuk deteksi patogen secara cepat dan akurat hal ini sudah banyak diterapkan di laboratorium
Membantu dalam pengembangan terapi
Menghasilkan Diagnosis Definitif
Memutuskan terapi antimicrobial yang sesuai
Diagnostic Microbiology
Manfaat
Diagnosis definitif
Memutuskan terapi antimicrobial
Dalam kaitannya dengan periodontics, bertujuan
Membantu memilih pengobatan antibiotik yang paling tepat sesuai komposisi mikroflora subgingiva
Meminimalkan penggunaan berlebihan agen antimikroba ampuh dan munculnya resistensi antimikroba
Memilih subjek yang mungkin dapat benefit dari terapi antimikroba sistemik tambahan
Skrining untuk transmisi horizontal dan vertikal patogen periodontal di antara anggota keluarga
Membedakan jenis mikroba yang berbeda dari infeksi periodontal
Membantu menentukan titik akhir perawatan periodontal aktif dan menetapkan interval recall untuk perawatan pemeliharaan periodontal
Membantu memilih pasien yang membutuhkan perawatan periodontal sebelum memasukkan implan pada subjek partial edentulous.
Diagnostic Microbiology Cycle
Collection and Transport of Specimens
Laboratory Analysis
Clinical Request
Metode Deteksi dan Identifikasi Mikroorganisme
Metode cultural
Penggunaan media padat atau cair untuk pertumbuhan bacterial dan fungal
Sel terkultur yang diambil dari hewan dan manusia digunakan untuk viral growth
Metode immunological
Identifikasi organisme
Deteksi antibodi pada cairan tubuh pasien (serum, saliva) ketika organisme tidak dapat dikultur pada media laboratorium
Metode non-cultural
Metode microscopic → light microscopy, electron microscopy
Deteksi microbes melalui probing gen dengan alat molecular → polymerase chain reaction (PCR)-based technology
Phenotyping dan Genotyping dalam Kaitannya dengan Aplikasi Klinik
Phenotyping
Ditentukan dari
Cultural requirements (aerobic, facultative anaerobic, anaerobic)
Biochemical reactions (saccharolytic and asaccharolytic, according to sugar fermentation reactions)
Staining properties (Gram-positive, Gram-negative)
Antigenic structure (serotypes)
Morphology (cocci, bacilli, spirochaetes)
Contoh
dari rangkaian tes tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa karakteristik dari bakteri tersebut sama dengan karakteristik dari bakteri Streptococcus mutans
Seorang peneliti ingin mengidentifikasi suatu bakteri. Ia melakukan beberapa rangkaian tes seperti :
Serotyping, melihat expresi RNA melalui microarray
melakukan real time PCR
gram staining untuk mengetahui bakteri tersebut gram positif atau negatif, coomassie blue staining untuk mengetahui total cell protein,
Aplikasi Klinis
Menemukan perubahan dari karakteristik normal pasien, seperti diferensiasi fenotipe pasien berperan penting dalam diagnosis penyakit yang akurat, stadiumnya, dan terapi yang diperlukan.
Untuk Blood banking
Genotyping
Dengan cara
Ribotype
Random amplification of polymorphic DNA (RAPD)
Menilai kandungan molekul guanin dan sitosin (GC)
Pulsed-field gel electrophoresis (PFGE)
Dapat ditentukan dari
Pola-pola metabolism stabil yang dikontrol oleh gen Mikrobiologi Keperawatan Gigi
Polimer-polimer pada sel
Homologi sekuens DNA dan RNA Ribosom
Struktur organel dan pola regulasinya
Komposisi basa DNA
Contoh
Ia menginput sekuens 16S gene dari rRNA bakteri tersebut ke BLAST (basic local alignment search tool) untuk membandingkan sekuens tersebut ke DNA database.
Setelah hasil analisis keluar, ternyata bakteri tersebut memiliki sekuens 16S rRNA yang sama dengan Streptococcus mutans, dengan ini peneliti tersebut mengetahui bakteri apa yang ia identifikasi
Seorang peneliti ingin mengidentifikasi suatu bakteri yang tidak diketahuinya.
Aplikasi Klinis
Terdapat berbagai penemuan dan perkembangan di bidang perobatan yang menargetkan mutasi genetika somatic, khususnya untuk pengobatan kanker
Obat-obat yang dikembangkan menargetkan mutasi-mutasi tertentu yang turut berkontribusi dalam mutasi kanker secara keseluruhan.
Terdapat berbagai penelitian untuk mengetahui hubungan antara genetika dengan respon obat