Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Kehilangan Kesadaran Et Causa Intoksikasi Alkohol - Coggle Diagram
Kehilangan Kesadaran Et Causa Intoksikasi Alkohol
Penyebab Hilang Kesadaran
Disfungsi Difus Otak
Overdosis obat
Uremia berat
Hipoksia
Hipo-Hiperglikemi
Asidosis Metabolik
Efek Langsung Batang Otak
Trauma
Perdarahan
Neoplasma
Demielinisasi
Efek Tekanan Terhadap Batang Otak
Tumor
Hematoma
Infark
Abses
Definisi
Keracunan/intoksikasi alkohol merupakan konsekuensi yang bisa diprediksis bila sesorang minum alkohol dalam volume besar dalam jangka waktu pendek.
Jenis Alkohol
Etanol
Metanol
Propilen Glikol
Etilen Glikol
Isoprophyl Glikol
Dietilen Glikol
DD
Gagal Ginjal Akut
Stroke
Hipoglikemia
SAH
Ketoasidosis diabetik
Keracunan obat trisiklik antidepresan, opioid, benzodiazepin, barbiturat
Patofisiologi
Metanol merupakan depressan sistem saraf pusat yang sedikit lebih ringan dibandingkan dengan etanol, dimetabolis menjadi formaldehidida dan asam format
Metanol dioabsorbsi dengan cepat dan sempurna dari saluran makanan dan mencapai kadar puncak dalam 1 sampai 2 jam setelah diminum
Didistribusikan ke seluruh cairan tubuh dengan volume distribusi sebesar 0,7 L/kg berat badan eliminasi terutama terjadi melalui metabolisme hati, yang sampai 10 % diekskresikan melali ginjal
Proses oksidasi pertama dikatalisa oleh enzim alkohol dehydrogensae (ADH) yang terdapat di hati. Dan disini terjadi biotransformasi : metanol menjadi formaldehid
Konversi asam format menjadi CO2 dan H2O terganrtung pada konsentrasi asam folat
Akumulasi substansi dengan berat molekul rendah dalam serum, seperti alkohol akan meningkatkan osmolalitas gap
Peningkatan osmolalitas serum metanol sebesar 3.09 mOsm/L untuk setiap peningkatan 10 mg/dl kadar metanol dalam serum dan peningkatan osmolalitas serum ini lebih tinggi diantara jenis alkohol yang lain.
Gambaran Klinis
Timbulnya bervariasi dan mungkin, lambat, tidak adanya tanda dan gejala segera setelah minum sebaiknya tidak disamakan dengan tidak adanya toksisitas sesudahnya
Manifestasi awal diakibatkan oleh metanol dan manifestasi lanjut disebabkan oleh metabolit asam format
Gangguan utama keracunan metanol adalah pada sistem saraf pusat, nervus optikus dan basal ganglia
Manifestasi oftalmologik terjadi 15-19 jam atau setelah terminum lama
Zat yang berperan terhadap terjadinya asidosis metabolik dan penurunan bikarbonat plasma adalah formaldehid, asam format dan asam laktat
Dosis toksis metanol berkisar antara 15-500 cc larutan yang mengandung metanol 40 % sampai 60-600 cc metanol murni
Diawali dengan mabuk ringan dan mengantuk. Kemudian diikuti oleh fase laten ( 40 menit- 72 jam ) yang merupakan periode tanpa gejala, akibat lambatnya produksi formaldehid dan asam format
Kemudian diikuti oleh munculnya asidosis metabolik, anion gap dan gangguan penglihatan
Pada fase lanjut terjadi kejang, koma, dan kematian
Awitan keracunan metanol lebih lambat jika pasien juga minum etanol secara bersamaan
Pemeriksaan Penunjang
Lab. Dasar
GD
Urinalisis
DL
Lab. Tambahan
BUN serum
Kreatinin Serum
Fungsi Hati
AGD
Elektrolit serum
Metanol → peningkatan osmolalitas serum, anion gap, asam laktat serum dan asidosis metabolik
Diagnosis pasti dan pemantauan respon pengobatan berdasarkan pemeriksaan kadar metanol serum
Penegakkan Diagnosa
Anamnesis
Jumlah
Waktu minum
Jenis alkohol
Awitan gejala
Pemeriksaan Fisik
Petunjuk diagnosis keracunan metanol adalah dijumpai gambaran khas hiperemi diskus optikus dan edema peripapiler pada pemeriksaan mata
LAB
Metanol: Peningkatan osmolalitas serum, Anion gap, Asam laktat serum dan Asidosis metabolik
Diagnosis pasti dan pemantauan respon pengobatan berdasarkan pemeriksaan kadar metanol serum (awal), meningkatnya kadar format serum (lanjut) atau kedua-duanya
Diagnosis asidosis formik akibat metanol ditegakkan dengan besarnya anion gap, rendahnya bikarbonat serum, meningkatnya kadar format serum, dan meningkatnya metanol dalam darah
Diagnosa awal ditegakkan dengan tanda intoksikasi yang menyerupai etanol dan peningkatan osmolalitas serum dan dikonfirmasikan dengan pengukuran metanol serum [ biasanya < 6 mmol/L (20 mg/dL )] 12-48 jam setelah minum metanol
Tatalaksana
Monitor TTV, Saturasi O2, Urin Output
Perut dikosongkan bila perlu (Dekontaminasi GI diindikasikan segera setelah terminum)
Pem. Lab
Anamnesa dan PF
Sodium Bikarbonat
Cek ABC
Atasi Kejang dengan diazepam dan fenitoin
Pertimbangkan Antidot
Pengobatan Co-Factor
Hemodialisis
Prognosis
Prognosis tergantung dari jenis dan jumlah alkohol yang diminum, komplikasi dan kecepatan penatalaksanaan yang dilakukan
Buruk:
Kadar pH < 7.1
Asidosis laktat
Koma berat
Hipotensi berat
Kematian disebabkan komp. asidosi metabolik spt:
Koma
Edema serebri
Kolaps CV
Edema paru
Komplikasi
Asidosis metabolik
Depresi CV
Asidosis laktat
Koma
Hiperkalemia
Kebutaan permanen
Batasan Aman Alkohol
Batas maksimum kandungan Metanol dalam Minuman Beralkohol adalah tidak lebih dari 0,01 % v/v (dihitung terhadap volume produk)
Batas paparan metanol 200 ppm
Pencegahan
Mengatur pemasaran, memperketat ketersediaan dan peredaran minuman yang mengandung alkohol, terutama pada remaja dan dewasa
Menyediakan akses pengobatan untuk orang dengan gangguan pemakaian alkohol
Menerapkan program penapisan dan intervensi cepat pada penyalahgunaan dan keracunan alkohol