Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Perkembangan Teknologi Pendidikan (Landasan Pengembangan TP (Lingkungan…
Perkembangan Teknologi Pendidikan
Perkembangan TP
Periode 1970-1983.Mendekati akhir tahun 1970,muncul kembali pendekatan kognitif dalam pembelajaran.Banyak ahli psikologi yang mengusulkan hal tersebut,salah satunya Wittrock.Menurutnya pendekatan kognitif berimplikasi bahwa belajar pengajaran secara ilmiah akan lebih produktif bila dipelajari sebagai sesuatu yang bersifat internal.
Periode 1983-muthakir.Pada masa ini berlangsung kekacau balauan akibat pertentangan dari landasan teoritik teknologi pendidikan.Perbedaan pendapat ini terutama dialamatkan kepada para perintis audio visual.
Periode 1960-1969.Beberapa kejadian memberikan masukan terhadap pergeseran teoritis secara besar-besaran berkenaan dengan teknologi pendidikan pada akhir tahun 1950 dan awal 1960-an,terutama peristiwa peluncuran sputnik pada tahun 1957 yang mencengangkan dunia.
Periode 1932-1959.Seattler menjelaskan bahwa konsep ilmu pengetahuan alam tentang teknologi pendidikan biasanya berarti penggunaan ilmu pengetahuan alam dan teknologi rekayasa,seperti projektor,tape recorder,televisi dan teaching mekanik untuk menyajikan sekelompok materi instruksional.
Landasan Pengembangan TP
Lingkungan senantiasa berubah
Jumlah penduduk semakin bertambah
Sumber-sumber sedekala ( tradisional) semakin terbatas
Adalah hak setiap pribadi untuk dapat berkembang semaksimal mungkin
Masyarakat berbudaya teknologi
Secara falsafi dasar keilmuan itu meliputi: ontologi atau rumusan tentang gejala pengamatan yang dibatasi pada suatu pokok telaah khusus yang tidak tergarap oleh bidang telaah lain;epistemologi yaitu usaha atau prinsip intelektual untuk memperoleh kebenaran dalam pokok telaah yang ditentukan;dan aksiologis atau nilai-nilai yang menentukan kegunaan dari pokok telaah yang ditentukan,yang mempersoalkan nilai moral atau etika dan nilai seni dan keindahan atau estetika.(Miarso,1987)
Keahlian dalam TP
Adanya kebingungan pada sejumlah tenaga profesi,mau tidak mau memaksa kita untuk mengkaji kembali bagaimana keahlian dalam teknologi pendidikan itu dipersiapkan pada lembaga pendidikan tinggi,baik pada jenjang S-1,S-2 maupun S-3.
Tuntutan perkembangan
Menurut Habibie (1991) teknologi agar dapat mengahsilkan nilai tambah harus memenuhi tiga kriteria,yaitu:
Mempunyai landasan teori pengembangannya
Mengandung cara khusus
Dapat digunakan untuk mengatasi problem konkret
Rujukan yang terkandung dalam pengertian teknologi sebagai proses,sebagai berikut:
Proses itu harus rasional dan efisien
Harus menyistem karena dalam pengertian sistem segala sesuatu akan mempunyai dampak dan dipengaruhi oleh hal lain dlam lingkungannya
Harus bersistem,yaitu mempertimbangkan segala variabel yang mungkin berpengaruh dalam menentukan prosedur tindakan agar proses itu efektif,efisien dan serasi
Melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan
Mengarah kepada pemecahan masalah bersama
Memadukan berbagai prisnsip,konsep dan gagasan
Mempertimbangkan kondisi lingkungan (lokal.nasional,maupun global) untuk mencapai tujuan
Perkembangan Konsep TP
Pengertian teknologi (semua teknologi termasuk teknologi pendidikan) secara umum,yaitu:
Proses yang meningkatkan nilai tambah
Produk yang digunakan dan/atau dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja
Struktur atau sistem dimana prose dan produk itu dikembangkan dan digunakan
Secara falsafi dasar keilmaun itu meliputi : ontologi atau rumusan tentang gejala pengamatan yang dibatasi pada suatu pokok telaah khusus yang tidak digarap oleh bidang telaah lain;epistemologi yaitu usaha atau prinsip intelektual untuk memproleh kebenaran dalam pokok telaah yang ditentukan:dan aksiologi atau nilai-nilai yang menentukannya kegunaan dari pokok telaah yang ditentukan yang mempersoalkan nilai moral atau etika dan nilai seni keindahan atau estetika(Miarso,1987).