Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Pendarahan Utery Abnormal - Coggle Diagram
Pendarahan Utery Abnormal
Definisi, etiologi, PUA
Etiologi
serviks uteri : seperti polipus sevisis eteri, esersio porsionis uteri, ulkus pada porsio uteri, karsinoma servisis uteri
kopus uteri : seperti polip endometrium, abortus, mioma uteri
ovarioum: radang ovarium, dan tumor ovarium
tuba fallopi : kehamilan ektopik terganggu
Faktor Resiko
semua kelainan haid baik dalam jumlah maupun lamanya. menifestasi klinisnya dapat berupa perdarahan dalam jumlah yang banyak ataupun sedikit, dan haid yang memanjang atau tidak beraturan.
Edukasi
menjaga kebersihan untuk mencegah terjadinya infeksi
menjaga kestabilan berat badan, jika terlalu gemuk dapat menyebabkan tejadinya ketidakseimbangan hormon
konsultasi pengunaan alat kontrsepsi, egek, dan penggunaannya
Klasifikasi Gangguan haid
Lama haid (N= 3-7 hari)
Menoragi (memanjang) jika lama haid lebih 7 hari
Brakimenore (memendek) jika lama haid kurang dari 3 hari
Panjang siklus (N= 21-35 hari)
2) Oligomenorea
Siklus menstruasi lebih panjang atau lebih dari 35 hari dengan jumlah perdarahan tetap sama.
3) Amenorea
Amenorea adalah keadaan tidak ada menstruasi untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut.
a) Amenorea primer
Amenorea primer adalah keadaan tidak terjadi menstruasi pada wanita usia 16 tahun.
b) Amenorea sekunder
Amenorea sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 siklus.
1) Polimenorea
Siklus menstruasi tidak normal, lebih pendek dari biasanya atau kurang dari 21 hari.
Menurut Jumlah Perdarahan (N= 35-80ml)
a. Hipomenorrhea adalah perdarahan menstruasi yang lebih pendek atau lebih sedikit dari biasanya.
b. Hipermenorrhea adalah perdarahan menstruasi yang lebih lama atau lebih banyak dari biasanya (lebih dari 8 hari).
Gangguan lain berhubungan dengan haid
1) Premenstrual tension : Gangguan ini berupa ketegangan emosional sebelum haid, seperti gangguan tidur, mudah tersinggung, gelisah, sakit kepala.
3) Perdarahan di luar menstruasi
Perdarahan yang terjadi dalam masa antara 2 menstruasi (metroragia).
2) Dismenorea
Rasa nyeri saat menstruasi yang berupa kram ringan pada bagian kemaluan sampai terjadi gangguan dalam tugas sehari-hari.
Perdarahan uterus abnormal
Klasifikasi PUA
Klasifikasi PUA berdasarkan Jenis pendarahan
Pendarahan uterus abnormal akut : pendarahan haid yang banyak sehingga perlu dilakukan penanganan segera untuk mencegah kehilangan darah. Pendarahan uterus abnormal akut dapat terjadi pada kondisi PUA kronik atau tanpa riwayat sebelumnya.
Pendarahan uterus abnormal kronik : pendarahan uterus abnormal yang telah terjadi lebih dari 3 bulan. Kondisi ini biasanya tidak memerlukan penanganan yang segera seperti PUA akut.
Pendarahan tengah (intermenstrual bleeding) : pendarahan haid yang terjadi diantara 2 siklus haid yang teratur. Pendarahan dapat terjadi kapan saja atau dapat juga terjadi di waktu yang sama setiap siklus.
Klasifikasi PUA berdasarkan penyebab pendarahan
PALM
Adenomiosis
Leiomioma uteri
Polip
Malignancy and hyperplasia
COEIN
Endometrial
Iatrogenik
Ovulatory dysfunction
Not yet classified
Coagulopathy
Patofisiologi PUA
Pendarahan pada pengguna kontrasepsi progestin-only disebabkan oleh paparan endometrium terhadap progestogen dengan dosis yang relatif konstan dan berlangsung secara terus menerus. Pendarahan sela berkaitan dengan serangkaian gangguan molekuler yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah akibat gangguan angiogenesis, meningkatnya fragilitas pembuluh darah, hilangnya integritas endotel, epitel dan stroma struktur penunjang. Penyebab pasti kerapuhan pembuluh darah belum sepenuhnya dimengerti.
Tatalaksana
CMD
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan penunjang
Anamnesis
DD
Karsinoma serviks
Endomatritis vagina
Mioma Uteri