Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
etnomatematika dalam kerajinan anyaman bambu masyarakat desa kertorejo…
etnomatematika dalam kerajinan anyaman bambu masyarakat desa kertorejo kabupaten jombang
pendahuluan
matematika memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari [Ruseffendi (1980, h.148)]
matematika berkedudukan sebagai ratu dan pelayan ilmu
etnomatematika sebagai kajian tentang keterkaitan antara unsur matematika dengan kehidupan sosial budaya manusia (Gerdes, 1996:916); (Gerdes, 1997:343)
kerajinan anyaman bambu merupakan salah satu hasil budaya [Hoenigman (Wikipedia, 2008)]
dilakukan kajian untuk mengetahui adanya unsur matematika pada kerajinan anyaman bambu
penerapan konsep matematika pada kerajinan anyaman bambu dalam pembelajaran
metode penelitian
jenis penelitian deskriptif kualitatif
metode yang digunakan studi kepustakaan dan penelusuran internet
subjek penelitian yaitu pengrajin anyaman bambu di desa kertorejo kabupaten jombang
objek penelitian yaitu unsur matematika dalam kerajinan anyaman bambu masyarakat desa kertorejo, jombang
Analisa data dilakukan melalui tahapan : 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) pengambilan kesimpulan
hasil pnelitian
Anyaman bambu merupakan salah satu kerajinan hasil budaya dari masyarakat desa kertorejo kabupaten jombang
Proses pembuatan anyaman bambu diawali dengan proses pengeringan bambu yang dilakukan selama 2-3 hari
Setelah dikeringkan bambu dipotong sesuai kebutuhan untuk membuat anyaman
Setelah itu, membuat anyaman sesuai teknik
Hasil anyaman banyak diaplikasikan pada benda pakai seperti besek, tampah, dan lainnya
Benda pakai hasil kerajinan anyaman memiliki bentuk geometri bangun ruang
pembahasan
pada tahap pengeringan bambu terdapat unsur matematika membilang, selaras dengan pernyataan (Bishop:1997) dan penelitian (Tia Septianawati, dkk : 2019)
pada tahap pemotongan bammbu terdapat unsur matematika pengukuran untuk mengukur panjang bambu yang dibutuhkan dan mengkur ketebalan bambu, sesuai penelitian (Fajar, dkk : 2018)
pada tahap penganyaman terdapat unsur matematika taselasi yaitu pola khusus geometri yang disusun tanpa jarak, sesuai penelitian (Anansi Sabu, 2019)
hasil anyaman diaplikasikan pada benda pakai, seperti besek dan tampah, sesuai penelitian (Yulius Riski, dkk:2020)
unsur matematika konsep bangun ruang tersebut bisa diimplementasikan dalam pembelajaran matematika, sesuai penelitian (Yulius Riski, dkk:2020)
kesimpulan
unsur matematika terdapat hampir setiap kehidupan manusia
unsur matematika dalam kehidupan sosial budaya dikaji dalam kajian etnomatematika
terdapat unsur matematika dalam kerajinan anyaman masyarakat desa kertorejo, jombang
unsur matematika tersebut bisa diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah
saran
matematika terdapat pada kahidupan sehari-hari, tidak hanya di sekolah saja, karenanya perlu dilakukan kajian lebih mendalam untuk mengetahui unsur matematika yag ada
penerapan unsur matematika dalam kerajinan anyaman pada pembelajaran di kelas perlu dilakukan untuk menambah wawasan dan meningkatkan motivasi tentang matematika dalam kehidupan nyata