Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Proses asuhan keperawatan dan prinsip penatalaksaaan pasien dengan cedera…
Proses asuhan keperawatan dan prinsip penatalaksaaan pasien dengan
cedera kepala
Pengertian Cedera Kepala
Trauma Kepala adalah setiap trauma pada otak yang disebabkan secara fisik, intelektual, emosional, sosia atau perubahan vokasional. Trauma kepala umumnya dikategorikan trauma tumpul (tertutup atau terbuka) atau trauma tembus. (Tscheschlog & Jauch, 2015).
Trauma atau cedera kepala juga dikenal sebagai cedera otak adalah gangguan fungsi normal otak karena trauma baik trauma tumpul maupun trauma tajam. (Batticaca, 2008).
Cedera kepala adalah suatu trauma pada kulit kepala dan tengkorak yang mencakup atau tidak mencakup cedera pada otak.
Tipe Cedera Kepala ((Tscheschlog & Jauch, 2015).)
a. Concussion/gegar otal: trauma yang mengakibatkan brain tissue bergerak dalam tulang cranium, mengakibatkan temporary neural disfunction
b. Contusion / cedera fokal: memar pada jaringan otak dan lebih serius dari concussion.
c. Diffuse axonal injury (DAI): terjadi akibat mekanisme trauma dengan energi yang tinggi, mengakibatkan kerusakan struktur otak, terutama white matter. Juga sering diikuti dengan kerusakan pembuluh darah dan brain tissue
d. Subdural hematoma (SDH) : terjadi akumulasi darah di subdural (antara dura dan arrachnoid mater)
e. Intraserebral hematoma : trauma menyebabkan kerusakan penbuluh darah serebral di dalam parenkim
f. Skull fraktur: kerusakan tulang tengkorak (linear atau depression), terjadi
juga kerusakan brain tissue dan pembuluh darah serebral yang lebih banyak
Klasifikasi Cedera Kepala menurut tingkat keparahan menggunakan GCS (Skala Koma Gasglow) (Crouch, 2017)
Cedera kepala ringan : NIlai GCS 13-15
Cedera kepala sedang : NIlai GCS 9-12
Cedera kepala berat : Nilai GCS <9
Manifestasi Klinis (Satyanegara, 2013:2014) dan Batticaca (2008)
Laserasi
Pendarahan
Ottorre (CSF keluar dari telinga)
Rinorre (CSF keluar dari hidung)
Racoon's eyes (Ekhimosis periorbital)
Battle's sign/ memar disekitar mastoid(Ekhimosis retroaurikuler)
Dilatasi dan perlambatan respons cahaya pupil
Gerakan bola mata volunter menghilang
Pola pernapasan yang berubah
Terjadi cedera pada bagian tubuh lainnya
Gangguan kesadaran
Reaksi motorik abnormal
Nyeri yang menetap atau setempat
Klasifikasi Cedera Kepala berdasarkan progresivitasnya (Satyanegara, 2014)
Cedera Kepala Primer : Kerusakan yang terjadi pada struktur kepala, jaringan otak serta pembuluh darah pada saat terjadinya cedera kepala.
Cedera Kepala Sekunder : Kerusakan otak yang timbul sebagai komplikasi dari kerusakan primer, meliputi hematoma intrakranial, edema serebri, peningkatan intrakranial, dan pada tahap lanjut yaitu hidrosefalus dan infeksi.
Secondary brain insult : Peristiwa sistemik yang terjadi setelah trauma kepala yang memilki potensi untuk menambah kerusakan sel saraf, akson, dan pembuluh darah, seperti hipoksia, hipotensi, hiperkarbia dll.
Etiologi Cedera Kepala (Elsevier, 2019)
Kecelakaan kendaraan bermotor, tembakan, jatuh , dan kecelakaan olahraga.
Benturan mendadak di bagian kepala ( cedera akselerasi, deselerasi, dan deformasi.
Menurut Berat-ringannya trauma, Hudak dkk (1996) membagi cedera kepala sebagai berikut : (Krisanty dkk, 2013)
Cedera kepala ringan
-Nilai GCS 13-15
-Amnesia kurang dari 30 menit
-Trauma sekunder dan trauma neurologis tidak ada
-Kepala pusing beberapa jam sampai beberap hari
Cedera kepala sedang
-Nilai GCS 9-12
-Penurunan kesadaran 30 menit-24 jam
-Terdapat trauma sekunder
-Gangguan Neurologis sedang
Cedera kepala berat
-Nilai GCS 3-8
-Kehilangan kesadaran lebih dari 24 jam sampai berhari-hari
-Terdapat cedera sekunder : kontusio, fraktur tengkorak, pendarahan dan atau hematoma intrakranial
Nama : Maulida Dwi Yani
NIM : 1712101010007