Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
"MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI STRATEGI…
"MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN TAPPS BERBASIS PENDEKATAN (STEM)"
Latar Belakang
-
penelitian sebelumnya
slameto (2003) : belajar merupakan suatu proses yang dilakukan oleh siswa secara individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru terhadap hasil pengalaman berinteraksi.
belajar adalah proses perubahan tingkah laku pada diri individu karena adanya interaksi dengan lingkungannya.(Burton 1984 (2014:4))
belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto 2010:2)
gagne dan zain (2006): belajar adalah suatu perubahan pada watak dan kapasitas manusia yang berlangsung selama satu jangkauan waktu tertentu.
pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik kepengenalan nilai secara kognitif,penghayatan nilai secara afektif, dan akhirnya kepengalaman nilai secara nyata, rancangan pendidikan karakter oleh thomas Lickona (Lickona, 1991)
pendidikan juga merupakan usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik dimasa depan (Elihami & Syahid 2018)
dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa, secara aktif peserta didik mengembangkan potensi dirinya (Syarif & Rahmat, 2018)
sullivan dan mclntosh (2001): proses pebelajaran melalui proses pendekatan konvensional lebih banyak didominasi oleh guru sebagai pentransfer ilmu sementara.
tugas utama guru adalah memilihkan masalah untuk dipecahkan siswa, dan menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah (Sagala, 2003:196)
keberhasilan dalam pembelajaran, selain tergantung metode yang diguankaan juga sangat tergantung pada perangkat pembelajaran yang digunakan (paparan Mendikbund, 2013)
sardiman (2001): belajar adalah berubah,berubah untuk mengubah tingkah laku maka tidak ada belajar kalaw tidak ada aktivitas.
belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto 2010:2)
belajar adalah proses perubahan tingkah laku pada diri individu karena adanya interaksi dengan lingkungannya.(Burton 1984 (2014:4))
ahmadi dan supriyono (2004): rendahnya hasil belajar siswa tidak hanya disebabkan oleh kelemahan belajar siswa tetapi juga disebabkan oleh sistem pengajaran yang kurang tepat.
keberhasilan dalam pembelajaran, selain tergantung metode yang diguankaan juga sangat tergantung pada perangkat pembelajaran yang digunakan (paparan Mendikbund, 2013)
ibrahim,dkk (2000)strategi yang dilakukan dengan cara berkelompok dengan model problem solver dan listener yang mana problem solver mengungkapkan masalah yang dihadapi sedangkan listener yang akan menyatakan solusi dari masalah yang diberikan.
pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. sedangkan, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta pembelajaran induktif (SANJAYA, 2008:127)
orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah (Tufik dan Muhammadi, 2009:167)
model pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan model dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau serorangan maupun masalah kelompok atau dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama (Ahmadi, 2013:55)
nur hadi dan senduk (2003): strategi ini memberikan kepada siswa waktu untuk berfikir dan merespon serta saling membantu satu sama lain.
siswa perlu dibekali dengan keterampilan-keterampilan untuk menyelesaikan masalah karena pada hakikatnya belajar bukan hanya menghafal informasi akan tetapi suatu proses dalam pemecahan masalah (Azizah, 2013)
hasil belajar yang optimal pada dasarnya diinginkan oleh semua pihak dan wawasan berfikir yang logis dan kritis sangat dibutuhkan demi perkembangan dan kemajuan kedepan dalam pembelajaran (Hallatu, 2017)
keterampilan berfikir kritis adalah proses kognitif siswa dalam menganalisi secara sistematis dan spesifik masalah yang dihadapi, membedakan masalah tersebut secara cdrmat dan teliti, serta mengidentifikasi dan mengkaji informasi guna merencanakan strategi pemecahana masalah (Stobaugh, 2013:3)
pemikiran kritis sangat penting dalam proses belajar, ada dua fase dalam proses ini yaitu, pertama siswa membangun pikirannya berupa gagasan dasar, kedua siswa secara efektif menggunakan gagasan, prinsip, atau teori tersebut dalam kehidupan (Adeyemi 2012)
Tujuan Penelitian
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Perguruan Islam Al-Ulum Terpadu Medan melalui strategi pembelajaran TAPPS berbasis pendidikan STEM
Metode Penelitian
-
-
instrumen yang digunakan
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP),lembar kerja kelompok (LKK),lembar observasi siswa individu maupun kelompok dan lembar soal postest.
-
Hasil
implementasi menggunakan startegi pembelajaran TAPPS berbasis pendidikan STEM dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa VIII SMP Perguruan Islam Al-Ulum Terpadu Medan pada materi Bangun Ruang SisiDatar.
ditunjukkan dari hasil persentase aktivitas kelompok siswa pada siklus I 50,71% atau berada dalam kategori cukup baik, persentase aktivitas kelompok siswa pada siklus II 85,04% atau dalam kategori sangat baik.
Pembahasan
salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman konsep bangun ruang bidang datar mata pelajaran matematika pada siswa kelas VIII SMP Perguruan Islam Al-Ulum Terpadu Medan yaitu dengan menerapkan strategi TAPPS berbasis pendidikan STEM dapat menjadikan pembelajaran matematika pokok bahsan bangun ruang bidang datar menjadi lebih menyenangkan sehingga pemahaman siswa meningkat.
dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep, guru perlu mempersiapkan strategi penyampaian materi matematika kepada siswa. strategi tersebut dapat berupa memilih bahan ajar yang dipadukan dengan model pembelajaran yang tepat dimana siswa dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep pada siswa dan tercapainya hasil belajar siswa yang diharapkan. sejalan dengan peneitian Fhina & Bagus (2016)
berdasarkan hasil analisis data ditemukan peningkatan pemahaman dan aktivitas belajar siswa hal ini menandakan bahwa penerapan strategi TAPPS berbasis pendidikan STEM dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa.
berbagai permasalahan yang sudah diutarakan sebelumnya akan dipecahkan dengan adanya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Clasroom Action Rasearch (CAR) yang bertujuan untuk memeperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran (Suyadi 2012: 6)
hasil peneitian sejalan dengan dengan penelitian yang dilakukan oleh Widiyastuti, dkk (2014) dan Handayani, dkk (2014) yang menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa yang belajar dengan menggunakan strategi pembelajaran TAPPS lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional.
kemampuan komunikasi matematika bisa baik jika memiliki kemandirian belajar dan self-efficacy yang baik hal ini sejalan dengan penelitian Mulyana, Rohaeti, & Fitrianna (2018)
Kesimpulan
penerapan strategi TAPPS berbasis STEM dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII SMP Perguruan Islam Al-Ulum Terpadu Medan. penerapan strategi TAPPS berbasis STEM dalam kegiatan proses pembelajaran melatih siswa berperan aktif dan terampil dalam melakukan pemecahan masalah,dengan menggunakan strategi ini mengakibatkan hasil belajar siswa ikut meningkat.hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata siswa melebihi target indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.