Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
ANEMIA GIZI BESI - Coggle Diagram
ANEMIA GIZI BESI
TANDA & GEJALA
TANDA KHAS :
- pucat, pusing, sakit kepala
- angular stomatitis (inflamasi disekitar sudut mulut)
- Atrofi papil lidah (permukaan lidah tampak licin & mengkilap disebabkan oleh hilangnya papil lidah)
- disfagia (kesulitan makan, diakibatkan adanya gangguan pada proses menelan. Disebabkan oleh pharyngeal web)
- hipoklorodia
- koilonika (kuku jari tangan pecah-pecah dan bentuknya seperti sendok)
TANDA KURANG KHAS:
- kelelahan
- anoreksia
- kepekaan terhadap infeksi meningkat
- perubahan perilaku
- mengganggu fungsi kognitif
- tidak dapat berkonsentrasi dalam waktu lama
- terlihat menutup diri
-
DEFINISI
Simpanan zat besi yang sangat rendah lambat laun tidak akan cukup untuk membentuk sel- sel darah merah di dalam sumsum tulang sehingga kadar hemoglobin terus menurun di bawah batas normal
EPIDEMIOLOGI
- Angka anemia gizi besi di Indonesia
sebanyak 72,3%.
- Wanita mempunyai risiko terkena anemia paling tinggi terutama pada remaja putri
- Data Survei
Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2012
menyatakan bahwa prevalensi anemia pada balita
sebesar 40,5%, ibu hamil sebesar 50,5%, ibu nifas
sebesar 45,1%, remaja putri usia 10-18 tahun sebesar
57,1% dan usia 19-45 tahun sebesar 39,5%.
PENYEBAB
1. Asupan Zat Besi : karena susunan makanan yg salah baik jumlah maupun kualitasnya yg disebabkan oleh kurangnya penyediaan pangan, distribusi makanan yg kurang baik, kebiasaan makan yg salah, kemiskinan & ketidaktahuan.
2. Penyerapan Zat Besi: diet yg kaya zat besi tidak menjamin ketersediaan zat besi dlm tubuh krn banyaknya zat besi yg diserap sangat tergantung dari jenis zat besi & bahan makanan yg dapat menghambat & meningkatkan penyerapan besi.
3. Kebutuhan Meningkat : meningkat pd masa pertumbuhan. Kebutuhan zat besi jg meningkat pada kasus-kasus pendarahan kronis yg disebabkan oleh parasit.
4. Kehilangan Zat Besi :
- melalui saluran pencernaan, kulit & urin dsbt kehilangan zat besi basal.
- pd wanita, kehilangan zat besi melalui menstruasi
- kehilangan zat besi disebabkan pendarahan oleh infeksi cacing di dalam usus
KLASIFIKASI
Secara Morfologis, anemia dapat diklasifikasikan menurut ukuran sel dan hemoglobin yang dikandungnya.
2. Mikrositik : mengecilnya ukuran sel darah merah yg disebabkan oleh defisiensi besi, gangguan sintesis globin, porfirin & heme serta gangguan metabolisme besi lainnya
3. Normositik : ukuran sel darah merah tidak berubah, ini disebabkan kehilangna darah yg parah, meningkatnya volume plasma scr berlebihan, penyakit-penyakit hemolitik, gangguan endokrin, ginal, dan hati
1. Makrositik : ukuran sel darah merah bertambah besar & jumlah hemoglobin tiap sel juga bertambah. Ada 2 jensi anemia makrositik yaitu:
-
A. Anemia Megaloblastik : kekurangan vitamin B12, asan folat dan gangguan sintesis DNA
PATOFISIOLOGI
terjadi karena gangguan homeostatis zat besi dalam tubuh. homeostatis dalam tubuh diatur oleh absorpsi besi yang dipengaruhi asupan besi dan hilangnya zat besi Iron Loss hal ini menyebabkan ketidakseimbangan zat besi dalam tubuh --> menimbulkan anemia karena defisiensi zat besi.
-
MENU MAKANAN
3. MAKAN SIANG
- Nasi tim
- Sayur bayam
- Bola ayam kentang
- Buah Semangka
- Jus Tomat
-
-
5. MAKAN MALAM
- Nasi Tim
- Tumis sawi udang
- Tahu bacem
- Buah Pepaya
- Teh Hangat
1. MAKAN PAGI
- Bubur beras
- Tumis brokoli ayam
- Buah melon
- Susu
DIAGNOSIS
(1) Anamnesis
- mencari faktor predisposisi dan etiologi
- pucat, lemah, lesu, gejala pika
(2) Pemeriksaan fisik
- anemis, tidak disertai ikterus, organomegali & limphadenopati
- stomatitis angularis, atrofi papil lidah
- ditemukan takikardi, murmur sistolik dgn atau tanpa pembesaran jantung :
(3) Pemeriksaan penunjang Hb, PCV (PackedCell Volume), leukosit, trombosit