Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MEMANFAATKAN SISTEM…
PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MEMANFAATKAN SISTEM SOSIAL MASYARAKAT
Pendahuluan
Jika belajar matematika dan terpisah dari pengalaman sehari-hari,siswa akan cepat lupa dan tidak bisa mengaplikasikannya.(Heuvel-Panhuizen,2000)
Matematika merupakan aktivitas insani (human activities) dan harus dikaitkan dengan realitas. (Hans Freudhental)
PMR Menggunakan dunia nyata (real world) yang bisa dibayangkan atau nyata dalam pikiran siswa sebagai titik awal dalam mengembangkan ide dan konsep matematika.(Hadi,2005).
Sebagian besar siswa kesulitan belajar matematika karena tidak mampu mengaplikasikannya ke dalam dunia nyata.
Kenyataan di lapangan,kemampuan komunikasi matematis siswa masih rendah,(Izzati,Suryadi,Prayitno,Suwarsono dan Siswono,2013).
Pembelajaran matematika kurang bermakna,sehingga siswa mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan matematikadalmkehidupan nyata.(Prahmana,2010)
Model dan paradigma pembelajaran yang diadopsi dari luar tidak serta merta diterapkan karena cara berfikir,bertindak dan persepsi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya.(Taylor,1993)
Penutup
Kesimpulan
Desain pembelajaran matematika dengan memanfaatkan sistem sosial masyarakat telah memenuhi kriteria valid,praktis dan efektif.
Saran
Untuk mengetahui kefektifan desan pembelajaran ini disarankan untuk mengimplementasikan desain pembelajaran ini pada ruang lingkup yang lebih luas di sekolah-sekolah khususnya SMP.
Guru dapat mengembangkan desain pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik dan materi pelajaran yang akan dikembangkan.
Tujuan Penelitian
Menghasilkan desain pembelajaran dengan memanfaatkan sistem sosial masyarakat untuk menumbuhkembangkan budaya dan integritas siswa SMP
Metode Penelitian
Subjek Penelitian : Siswa kelas VII SMP Negeri di Sulawesi Selatan
Instrumen Penelitian berupa lembar validasi,lembar observasi siswa,lembar observasi kemampuan guru,angket respon siswa,dan tes hasil belajar matematika.
Teknik Analisis Data : Data hasil penilaian pembelajaran kemudian ditentukan nilai rata-ratanya dari masing-masing penilai,selajutnya ditentukan nilai rata-rata total kevalidan desain pembelajaran
Penelitian pengembangan (development search)
Teknik Samplling : 1.Memilih 6 kabupaten/kota secara purposif.2.Memilih SMP Negeri di ibukota secara random. 3.Memilih dua kelas secara random.
Hasil Penelitian
Rencana pembelajaran,buku petunjuk guru,buku siswa,lembar kegiatan siswa,dan tes hasil belajar matematika memenuhi kriteria valid.
Secara teoritis dan empiris,desain pembelajaran ini memenuhi kriteria praktis.
Keefektifan desain pembelajaran matematika ini ditentukan dengan 3 indikator yaitu : 1.Aktivitas siswa dalam pembelajaran,2.Kentutasan belajar siswa secara klasikal,3.Respon Positif siswa dalam Pembelajaran.
Fase-fase dalam pembelajaran matematika yang memanfaatkan sistem sosial masyarakat ada 4.
Fase 1 : Pengantar sekaligus menyampaikan tujuan pembelajaran.
Fase 2 : Representasi pembelajaran dan pengorganisasian siswa.
Fase 3: Presentase dan pengembangan hasil kerja
Fase 4 : Penemuan objek matematika disertai pengembangan skemata baru.
Pembahasan
Suatu material pembelajaran dikatakan valid apabila : 1.Materi pembelajaran berdasarkan pada rasional teoritik yang kuat. 2.Konsistensi secara internal antara komponen material pembelajaran.(Neeven,2007)
Pengembangan perangkat pembelajaran matematika realistik,dengan prosedur yang tidak jauh berbeda.Hasil bukunya dapat digunakan disekolah.(Murwaningsih dkk,2014)
Siswa dengan pembelajaran matematika realistik lebih baik dibandingkan siswa dengan pembelajaran konvensional.(Syahputra,2013).
Penggunaan konteks atau permasalahan realistik di awal pembelajaran mempunyai peranan melatih kemampuan matematik siswa dan aktif dalam mengeksplorasi permasalahan.(Gravemeijer,1997)
Pendekatan PMR memberi ruang bagi siswa untuk saling berkomukasi dalam mengembangkan strategi dan membangun konsep matematika. (Wijaya,2007)
Penalaran, prestasi dan minat belajar matematika siswa dengan pendekatan matematika realistik lebih baik dari pembelajaran biasa.(Arifin,2008)
`