Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
KONFERENSI KASUS (Langkah-langkah (1) Pemimpin konferensi membuka…
KONFERENSI KASUS
Pengertian
Konferensi kasus adalah suatu kelompok kecil orang-orang yang secara bersama-sama mensitesa, dan menginterpretasikan fakta yang telah diketahui mengenai seseorang (Strang, 1949).
Pihak-pihak
Kepala Sekolah, guru mata pelajaran, wali kelas, orang tua, dan konselor-konselor sekolah.
Sifat
Konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup. Terbatas dan tertutup maksudnya adalah dalam pertemuan ini, hanya pihak-pihak yang berpengaruh saja yang diundang untuk ikut serta
Tujuan
Secara umum
tujuan diadakannya konferensi kasus adalah mencari interpretasi dan solusi- solusi yang bisa digunakan untuk membantu konseli secara bersama- sama dengan orang-orang yang berpengaruh dengan konseli
secara khusus
bertujuan untuk mendapatkan:
1) inti masalah yang dialami oleh konseli;
2) latar belakang terjadinya masalah tersebut;
3) langkah-langkah yang bisa diambil untuk membantu konseli dalam memecahkan masalah konseli;
4) teknik-teknik yang akan digunakan untuk membantu konseli (oleh konselor).
Langkah-langkah
1) Pemimpin konferensi membuka pertemuan. Pada pembukaan, pemimpin konferensi menjelaskan tujuan dari pertemuan tersebut, identitas kasus yang akan diangkat, dan penjelasan bahwa semua yang dibicarakan harus dirahasiakan.
2) Pimpinan konferensi (konselor) menyampaikan data-data yang telah terkumpul untuk melakukan diagnosa awal terhadap konseli.
3) Pemimpin memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pendapat atau informasi tambahan mengenai konseli, terutama mengenai riwayat pendidikan, prestasi belajar, keadaan keluarga, bakat, minat, hobi, kesehatan, dan lain-lain.
4) Pembuatan kesimpulan dilakukan setelah semua pihak yang diundang memberikan pendapat dan informasi. Kesimpulan yang dibuat dan dikemukakan berupa segi-segi positif diri konseli dan latar belakang timbulnya masalah.
5) Pimpinan mempersilahkan peserta untuk mengemukakan pendapat tentang latar belakang timbulnya masalah yang dialami konseli.
6) Pimpinan membuat kesimpulan berupa hal yang mungkin menjadi latar belakang masalah tersebut.
7) Pemimpin meminta masukan dari para peserta yang hadir tentang hal-hal yang dapat mereka lakukan dalam membantu konseli.
8) Mengambil langkah alternatif yang akan diambil. Siapa yang melakukan, apa yang dilakukan, kapan, dimana, dan jika perlu ditentukan pula tekniknya.