Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
Pembuatan Keputusan (Proses Pembuatan Keputusan (Mengembangkan Alternatif,…
Pembuatan Keputusan
Proses Pembuatan Keputusan
Mengembangkan Alternatif
Adalah langkah dimana manajer menyusun daftar alternatif
yang ada untuk memecahkan masalah. Dalam tahap ini
majaer harus bersifat kreatif
Menganalisis Alternatif
Setelah alternatif diidetifikasi, sang manajer harus
mengevaluasi setiap kemungkinan yang ada. Apakah nilai
yang diberikan sesuai dengan data yang dia peroleh
Mengalokasikan Bobot pada Kriteria
Jika faktor ada kritiria yang relevan sama arti pentingnya,
pembuat keputusan harus memberi bobot pada masing –
masing kriteria agar dapat mengurutkan prioritas yang tepat
dalam membuat keputusan. Caranya dengan memberi
bobot 1-10 pada masing – masing kriteria yang dianggap
penting
Memilih Sebuah Alternatif
Setelah memberikan nilai dan mengalikannya dengan bobot
yang sesuai, maka langkah selanjutnya yang harus
dilakaukan ileh seorang manajer adalah mengambil
keputusan berdasarkan skor tertinggi yang didapat
Mengidentifikasi Kriteria Keputusan
Maksudnya adalah mendefinsikana apa yang penting atau
relevan dalam memecahkan suatu masalah. Mencatat dan
mendata faktor – faktor apa saja yang menjadi penting
dalam keputusan yang nantinya akan kita ambil
Mengimplementasikan Alternatif
Setelah keputusan dibuat maka langkah selanjutnya adalah
menerapkan kepuusan ke dalam tindakan dengan
memberlakukan kepada mereka yang terpengaruh dan
membuat komitmen terhadapanya
Mengidentifikasi Masalah
Masalah adalah halangan yang membuat pencapaianya
tujuan menjadi sangat sulit, ini adalah langkah awal seorang
manajer dalam mengambil sebuah keputusan namun pada
kenyataaanyanya mengidentifiksi masalah secara efektif
sangatlah penting namun tidak mudah karena masalah
adalah sesuatu yang sangat subjektif, apa yang dianggap
manajer sebagai suatu masalah mungkin tidak dianggap
masalah oleh manajer lain
Mengevaluasi Alternatif
Langkah terakhir dalam proses pembuatan keputusan
melibatkan evaluasi hasil keputusan untuk melihat apakah
masalahnya telah terpecahkan. Jika masalahnya masih ada,
manajer harus menilai apa yang salah dan kemudian
memperbaikinya
Gaya Pembuatan Keputusan
Berpikir Linear-Nonlinear
Berpikir Linear
Preferensi seseorang untuk mengunakan data eksternal dan fakta dan memproses informasi melalui rasional dan berpikir secara logis
Berpikir Non-Linear
Preferensi seseorang menggunakan sumber internal informasi dan memproses dengan wawasan yang dimiliki, perasaan, dan firasat
Bias dan Erorr Pembuatan Keputusan
Heuristik
Peraturanumum untuk mempersimpel pembuatan keputusan
Pembingkaian
Memilih dan menyoroti aspek-aspek dari situasi tertentu tetapi membuang yang lain.
Ketersediaan
Mengingat kejadian terakhir dan yang terpatri jelas di benak
Konfirmasi
Mencari informasi dan menegaskan lagi pilihannya dan mengurangi informasi yang bertolak belakang
Perwakilan
Menilai sebuah kejadian berdasarkan seberapa mirip hal itu dengan kejadian yang lain.
Persepsi yang efektif
Mengorganisasikan dan menginterpretasikan kejadian berdasarkan persepsinya yang bias.
Pengacakan
Mencari arti dari kejadian yang bersifat acak.
Efek yang dalam
Memandang pada informasi awal dan mengabaikan informasi berikutnya.
Kesalahan Biaya Tertanam
Lupa bahwa pilihan saat ini tidak dapat mengubah masa lalu.
Kepuasan segera
Memilih alternatif yang menawarkan imbalan segera dan menghindari biaya segera.
Melayani diri sendiri
Cepat memperoleh kredit poin atas keberhasilannya dan menyalahkan kegagalan pada faktor dari luar.
Pengamatan
Melakukan kesalahan karena percaya bahwa setelah hasilnya diketahui maka hasil dari suatu kejadian baru dapat diprediksi.
Terlalu percaya diri
Memiliki pandangan yang tidak realistis tentang diri mereka sendiri dan kinerjanya
Faktor yang Memengaruhi Pengambilan Keputusan
Jenis Masalah
Kondisi Pembuatan Keputusan
Pendekatan Pembuatan Keputusan
Gaya Pembuatan Keputusan
Pengambilan Keputusan Efektif di Dunia Sekarang
Desain Berpikir dan Pengambilan Keputusan
Design Thinking
Pendekatan masalah manajemen sebagaimana pendesain mendekatkan masalah
Big Data dan Pengambilan Keputusan
Big Data
Informasi yang banyak yang dapat dianalisis dengan proses yang rumit
Pedoman untuk Pengambilan Keputusan Efektif
Tahu Kapan Harus Menghentikan Suatu Keputusan
Menggunakan Proses Pengambilan Keputusan Efektif
Mengerti Perbedaan Budaya
Mengembangkan Kemampuan untuk Berpikir Jernih
Membuat Standar untuk Pengambilan Keputusan yang Baik
Tipe Keputusan dan Kondisi Pembuatan Keputiusan
Tipe Keputusan
Masalah Terstruktur dan Keputusan Terprogram
Masalah Terstruktur
Masalah yang bersifat langsung, dikenal, dan mudah didefinisikan
Keputusan Terprogram
Keputusan berulang yang sering terjadi dan dapat diatasi dengan menggunakan pendekatan rutin.
Peraturan
Pernyataan eksplisit yang memberitahu
manajer apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan
Kebijakan
Pedoman yang dianut dalam mebuat keputusan.
Prosedur
Serangkaian langkah beraturan yang digunakan manager untuk merespon masalah terstruktur. Hambatan dalam menerapkannya adalah yaitu menentukan masalah.
Masalah Tak Berstruktur dan Keputusan Tak Terprogram
Masalah Tak Terstruktur
Masalah yang baru atau tidak biasa dan informasinya bersifat tidak lengkap
Keputusan Tak Terprogram
Keputusan yang unik dan tidak berulang secara rutin
Kondisi Pembuatan Keputusan
Resiko
Situasi dimana pembuat keputusan dapat mengestimasikan kemungkinan hasil yang pasti. Kondisi ini adalah yang paling lazim terjadi.
Ketidakpastian
Kondisi dimana segala sesuatu dalam
keadaan rancu dan tidak ada kemungkinan yang pasti.
Maximax
Kemungkinan yang memaksimalkan payoff maksimum
Maximin
Kemungkinan yang memaksimalkan payoff minimum
Minimax
Kemungkinan yang meminimumkan regret maksimum
Kepastian
Situasi atau kondisi dimana manajer dapat mengambil keputusan yang akurat karena hasil dari setiap alternatif sudah diketahui. Kondisi ini adalah situasi yang ideal.
Keputusan
Memilih sebuah alternatif untuk menyelesaikan masalah
Rasionalitas Terikat
Menyatakan bahwa manajer membuat keputusan yang
rasional namun terbatas oleh kemampuannya memproses
informasi. Karena tidak memungkinkan menganalisis semua
informasi tentang semua alternatif, manajer lebih tepat
dikatakan “memuaskan” dan bukan memaksimalkan.
Artinya mereka menerima solusi yang cukup baik.
Peranan Intuisi
Pembuatan keputusan yang didasarkan pada pengalaman, perasaan, dan akumulasi pertimbangan. Survei membuktikan manajer lebih sering menggunakan intuisi ketimbang analisis formal untuk menjalankan bisnisnya. Cara ini dapat melengkapi
pengambilan keputusan secara rasional maupun rasional
terikat. Karena dengan ini manajer dapat bertindak secara
cepat dengan informasi yang teratas karena pengalaman
terdahulu.
Rasionalitas
Adalah pengambilan keptusan dimana pilihan bersifat logis
dan konsisten serta memaksimlakan nilai, jadi manajer telah
memiliki semua sarana yang baik untuk mengambil
keputusan yang rasional
Peranan Manajemen Berbasis Bukti
Kegunaan sistematik dari bukti terbaik yang tersedia untuk meningkatkan praktek manajemen.
4 Elemen EBMgt
Keahlian Pembuat Keputusan
Opini, Preferensi, dan Nilai Pemengang Keputusan
Bukti EKsternal
Faktor Internal