Please enable JavaScript.
Coggle requires JavaScript to display documents.
HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) DISEASE ((Grimes, E.D, Grimes, R.M,…
HUMAN IMMUNODEFICIENCY
VIRUS (HIV) DISEASE
sekumpulan gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV). HIV menyerang salah satu jenis dari sel darah putih yang bertugas menangkal infeksi yang ditandai dengan hasil screening anti HIV positif dan menurunnya nilai CD4
Infeksi asimtomatik: lamanya 1 tahun atau lebih, tidak ada gejala
Supresi imun simtomatik: di atas 3 tahun dengan gejala demam, keringat malam hari, diare, neuropati, lemah, rash, limfedenopati, lesi mulut
Infeksi primer akut: lamanya 1-2 minggu dengan gejala flu
AIDS: lamanya bervariasi antara 1-5 tahun dari kondisi pertama kali ditegakkan. Ditemukan gejala infeksi oportunitis berat dan tumor pada berbagai sistem tubuh dan manifestasi neurologis
Periode jendela : lamanya 4 minggu-6 bulan setelah infeksi, tidak ada gejala
Dx infeksi HIV
ELISA
Western blot
P24 antigen test
kultur HIV
Screening anti HIV
penurunan BB >10% dalam 1 bulan
diare kronis
demam lebih dari 1 bulan
penurunan kesadaran
gangguan neurologis
dimensia/HIV ensefalopati
batuk menetap lebih dari 1 bulan
dermatitis generalis
herpes zoster multisegmental dan herpes zoster berulang
kandidias orofaringeal
herpes simpleks kronis progresif
limfadenopati generalisata
infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
retinitis virus sitomegalo
Ht
Hb
LED
CD4
Rasio CD4/CD limfosit
serum mikroglobulin B2
MCMD
(Minor Cognitive Motor Disorder)
Neurobiologi (meningitis, mylopati, neuropati)
Infeksi (toxoplasmosis, ensefalitis, cytomegalovirus/CMV)
Leikoencepalopati multi progresif (neoplasma dan delirium)
obat-obatan Antiretroviral (ARV)
Nucleoside Analogue Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTI'), mentargetkan pencegahan protein reverse transcriptase HIV dalam mencegah perpindahan dari viral RNA menjadi viral DNA (contohnya AZT, ddl, ddC & 3TC)
Non–nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NNRTI's) memperlambat reproduksi dari HIV dengan bercampur dengan reverse transcriptase, suatu enzim viral yang penting. Enzim tersebut sangat esensial untuk HIV dalam memasukan materi turunan kedalam sel–sel. Obat–obatan NNRTI termasuk: Nevirapine, delavirdine (Rescripta), efavirenza (Sustiva).
Protease Inhibitors (PI) mengtargetkan protein protease HIV dan menahannya sehingga suatu virus baru tidak dapat berkumpul pada sel tuan rumah dan dilepaskan.
Pencegahan perpindahan dari ibu ke anak (PMTCT)
Ziduvidine (AZT) dapat diberikan sebagai suatu rangkaian panjang dari 14–28 minggu selama masa kehamilan. Studi menunjukkan bahwa hal ini menurunkan angka penularan mendekati 67%. Suatu rangkaian pendek dimulai pada kehamilan terlambat sekitar 36 minggu menjadi 50% penurunan. Suatu rangkaian pendek dimulai pada masa persalinan sekitas 38%. Beberapa studi telah menyelidiki pengunaan dari Ziduvidine (AZT) dalam kombinasi dengan Lamivudine (3TC)
Nevirapine: diberikan dalam dosis tunggal kepada ibu dalam masa persalinan dan satu dosis tunggal kepada bayi pada sekitar 2–3 hari. Diperkirakan bahwa dosis tersebut dapat menurunkan penularan HIV sekitar 47%. Nevirapine hanya digunakan pada ibu dengan membawa satu tablet kerumah ketika masa persalinan tiba, sementara bayi tersebut harus diberikan satu dosis dalam 3 hari.
Post–exposure prophylaxis (PEP) adalah sebuah program dari beberapa obat antiviral, yang dikonsumsi beberapa kali setiap harinya, paling kurang 30 hari, untuk mencegah seseorang menjadi terinfeksi dengan HIV sesudah terinfeksi
Vaksin terhadap HIV dapat diberikan pada individu yang tidak terinfeksi untuk mencegah baik infeksi maupun penyakit.
Pengendalian Infeksi
Opurtunistik
Bertujuan menghilangkan, mengendalikan, dan pemulihan infeksi opurtunistik, nasokomial, atau sepsis. Tindakan pengendalian infeksi yang aman untuk mencegah kontaminasi bakteri dan komplikasi penyebab sepsis harus dipertahankan bagi pasien di lingkungan perawatan kritis
Grimes, E.D, Grimes, R.M, and Hamelik, M, 1991, Infectious Diseases, Mosby Year Book, Toronto.
Christine L. Mudge-Grout, 1992, Immunologic Disorders, Mosby Year Book, St. Louis.
Rampengan dan Laurentz, 1995, Penyakit Infeksi Tropik Pada Anak, cetakan kedua, EGC, Jakarta.
Lab/UPF Ilmu Penyakit Dalam, 1994, Pedoman Diagnosis dan Terapi, RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Lyke, Merchant Evelyn, 1992, Assesing for Nursing Diagnosis ; A Human Needs Approach,J.B. Lippincott Company, London.
Phipps, Wilma. et al, 1991, Medical Surgical Nursing : Concepts and Clinical Practice, 4th edition, Mosby Year Book, Toronto
Doengoes, Marilynn, dkk, 2000, Rencana Asuhan Keperawatan ; Pedoman untuk Perencanaan dan
Pendokumentasian Perawatan Pasien, edisi 3, alih bahasa : I Made Kariasa dan Ni Made S, EGC, Jakarta
definisi
Fase transmisi
manifestasi klinis
gejala mayor
gejala minor
pemeriksaan
diagnostik
tes deteksi gangguan sistem imun
komplikasi primer
penatalaksanaan
daftar pustaka
KUSUMAWATI
PROFESI NERS XXXI
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG 2018